Rabu, 25 April 2012 - 15:38 WIB
Presiden: 10 Hal Penting Dalam Kembangkan Ekonomi Kreatif
Oleh : Desk Informasi
- Dibaca: 1096 kali



Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengemukakan,  bahwa kita semua tahu, we all know, ada sejumlah 10 hal penting yang harus dikerjakan dan dikelola baik baik agar ekonomi kreatif termasuk handicraft (kerajinan tangan) berkembang.

Saat meresmikan Pameran Dagang Kerajinan Indonesia terbesar yang disebut juga The 4th Jakarta Internasional Handicraft Trade Fair (INACRAFT) ke 14 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Rabu (25/4), SBY yang didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono dan Ibu Herawati Boediono menyebutkan, kesepuluh hal tersebut adalah: (1) Bisnis handicraft dalam realitasnya terus meningkat  tentu sumbangan yang sangat berarti dalam perkembangan kita; (2) Prioritas Produk makin baik dan tentunya terus dijaga dan ditingkatkan; (3) Urusan permodalan itu juga harus berbagi akses dengan demikian usaha kecil dan menengah bisa terus berkembang; (4) Manajemen Usaha harus dikelola dengan baik; (5) Produksi dan pemasaran dilaksanakan secara efektif; (6) Penjualan juga sangat penting  dan harus sukses, dan bukan promosi saja dan barangnya terjual dan terbeli; (7) Branding termasuk paten dan hak kekayaan intelektual tidak boleh diabaikan; (8) Produk kerajinan harus ramah lingkungan, dan ini menjadi komitmen dan tekad kita; (9) Bimbingan dan pembinaan dari pemerintah daerah, baik Provinsi, Kabupaten / Kota, Dekranas, dan jajaran BUMN, menjadi sangat penting; dan (10) Diperlukan kebijakan dan regulasi tepat, dengan demikian bisnis handicraft ini dapat berkembang dengan baik.

“Ke 10 hal itu sangat penting dan tidak dapat diabaikan, dan harus kita kelola dengan sebaik-baiknya. Karena itu, maka marilah semuanya kita kerjakan, kita kelola dan kita majukan lagi ditahun-tahun mendatang,” tutur Kepala Negara.

Presiden juga mengajak untuk bersama-sama mengerjakan kesepuluh hal tersebut bukan hanya dibicarakan, dipidatokan, tapi harus bersama-sama dikerjakan  dari pusat hingga daerah.

Presiden juga mencontohkan dari sepuluh hal penting tersebut. Pertama, s oal kontrubusi industri kreatif dalam perekonomian. “Kontribusi untuk ekspor dan pertumbuhan meningkat juga ikut mengembangkan sektor riel, terus menciptakan lapangan pekerjaan, juga mendatangkan income / penghasilan bagi yang terlibat dalam usaha ini,” tutur Presiden

Kedua, Kualitas Produk . Kalau produk makin bersaing dimanapun, baik pasar dalam negeri maupun pasar luar negeri, pesan Kepala Negara, jaga kualitasnya. “Saya sendiri karena setiap tahun melihat, kualitasnya menjadi sangat baik. Bahwa Negara lain pun, pihak manapun meningkatkan kualitas produknya. Teruslah ditingkatkan kualitasnya, dengan cara pelatihan, membawa teknologi yang tepat, membandingkan dengan produk dari negara lain dan sebagainya,” ucap SBY.

Ketiga, Tingkat Permodalan. Menurut Presiden, Pemerintah telah memberikan fasilitas kredit usaha rakyat, atau kredit yang konvensional atau kredit yang lain, BUMN dan swasta juga memberikan permodalan dalam kerangka corporate social responsibility (CSR). “Jadi banyak cara untuk mendapatkan permodalan ini,” tuturnya. 

Keempat, Manajemen Usaha, Agar manajemennya baik, lanjut Presiden, ya dilatih, dididik kemudian dibimbing. Oleh karena itulah manajemen swasta, Presiden meminta pemerintah daerah juga ikut membimbing agar manajemen usaha ini, para pengerajin itu berjalan dengan baik. Kelima, Promosi dan Pameran. “Contohnya sekarang ini, juga di tempat yang lain bagaimana kita menyebarluaskan agar rakyat Indonesia dan dunia lain, mengetahui kelebihan dan keunggulan dari handicraft kita,” kata SBY. Ia mengungkapkan, Lembaga Kepresidenan juga ikut mempromosikan dan memasarkan, dengan memajang produk handicraft Indonesia di Istana Negara, Istana Bogor, atau istana lain.

Keenam, Penjualan. “Kalau nanti yang kita sempat lihat pameran, belilah paling tidak satu syukur kalau lebih dari satu, kalau ada 2.000 di ruangan ini jika membeli produk yang harganya misalnya 200 dollar AS, maka sudah Rp 4 miliar,” tutur Kepala Negara. Ketujuh, Branded. Presiden meminta jangan lupa cantumkan branded Made in Indonesia. “HAKI membuat kita tidak perlu kuatir produk dibajak , tidak perlu kuatir ada sengketa,” paparnya.

Kedelapan, Ramah Lingkungan. Presiden menyatakan, diawasi atau tidak diawasi mari kita bertekad menjaga lingkungan kita, agar ukiran-ukiran kayu pastikan itu kayu yang didapatkan tidak merusak lingkungan. Pewarna untuk batik kelola dengan baik sehingga tidak merusak lingkungan. “Pendek kata tidak perlu industry kreatif ini akan merusak lingkungan manakala semua dengan betul-betul menjaga dengan baik,” harap SBY.

Kesembilan, Bimbingan dan Pembinaan. Presiden meminta pemerintah daerah, provinsi, kabupaten dan kota jangan pasif, tapi aktif dan kreatif. Demikian juga Dekranasda, ASEPHI dan BUMN.  

Kesepuluh,  Kebijakan dan Regulasi. Presiden meminta kepada menteri terkait mulai Mendag, Menperin, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Menteri kKoperasi dan UKM, dan Menteri BUMN, agar membikin kebijakan dan regulasi yang klop dan cocok. Demikian dengan Pemda, jangan dipersulit, permudahlah setiap urusan dengan demikian semuanya akan berjalan dengan baik.

Turut hadir dalam acara ini  Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Pangedti, dan sejumlah Mentari KIB II lainnya, Duta Besar dan Perwakilan Negara sahabat, Gubernur Kalimantan Barat, Gubernur DKI Jakarta dan tamu undangan lainnya.

(kun, ta, es)