Rabu, 28 Agustus 2013 - 23:24 WIB
Presiden SBY: Suriah Di Ambang Tragedi Besar
Oleh : Desk Informasi
- Dibaca: 1427 kali



Setelah menerima telepon dari PM Australia Kevin Rudd dan PM Malaysia Datuk Seri Najib Razak, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Rabu (28/8) malam, menerima telepon dari PM Turki Reccep Tayyip Erdogan berkaitan dengan situasi yang berkembang di Suriah.

Melalui akun twitternya @SBYudhoyono yang diunggah beberapa saat lalu, Presiden SBY menyebutkan, para kepala pemerintaan Negara sahabat itu sangat menyesalkan dan tidak bisa menerima penggunaan senjata kimia anyg mengakibatkan korban rakyat tidak berdosa, termasuk anak-anak.

“Sikap Indonesia jelas. Kekerasan haurs dihentikan. Senjata kimia mesti dilarang. PBB dan negara di kawasan harus serius, hentikan kekerasan,” kata Presiden SBY mengenai sikap Indonesia terkait situasi yang berkembang di Suriah.

Menurut SBY, ia juga telah berkomunikasi dengan banyak Presiden dan Perdana Menteri tentang Suriah. Ia berharap semua serius untuk mengakhiri tragedi di negara tersebut.

Presiden menyayangkan Dewan Keamanan PBB tidak pernah bersepakat, dan bahkan yang terjadi saling mengancam untuk menggunakan hak veto. Akibatnya, korban jiwa terus berjatuhan.

Presiden SBY mengingatkan, kalau minggu ini DK PBB dan Liga Arab tidak bisa hentikan kekerasan dan senjata kimia, dunia akan menangis. “Suriah di ambang tragedi besar,” sebut Kepala Negara.

Sebagai seorang Muslim, lanjut Presiden SBY, ia sulit menerima kenyataan, bahwa Suriah dengan peradaban Islam-nya yang tinggi, harus mengalami kehancuran.

Sebagaimana dikeahui, sejak tahun 2012, Presiden SBY telah membawa masalah yang terjadi di negara Suriah ke berbagai forum internasional.

Saat menghadiri KTT D8 di Islamabad pada bulan November 2012 misalnya, Presiden SBY telah bertemu dengan PM Turki Erdogan, Presiden Iran Ahmaddinejad, Wakil Presiden Mesir Mekky dan Presiden Pakistan Zardary untuk membahas masalah yang terjadi di Suriah.

Presiden SBY juga membahas situasi di Suriah dengan para pemimpin dunia lainnya dalam sela-sela KTT G20, seperti Presiden Putin dan juga KTT ASEAN, Perdana Menteri Wen Jia Bao, dan HLP PBB dengan PM Inggris Cameron.

Sementara pada Sidang Umum PBB, Presiden SBY telah mendesak Dewan Keamanan PBB untuk mengambil tindakan tegas terkait dengan situasi yang makin memburuk di Suriah.

 "Dewan Keamanan PBB sekarang harus bersatu dan bertindak tegas sebagaimana diamanatkan oleh Piagam PBB untuk membawa situasi di bawah kontrol" ujar SBY, ketika itu.

 Presiden SBY akan terus berkoordinasi dengan para pemimpin dunia lainnya untuk menemukan solusi terbaik untuk situasi yang memburuk di Suriah. Saat berkunjung ke St Petersburg,  pada hari Minggu depan, untuk menghadiri KTT G20 mendatang, Presiden SBY diperkirakan akan bertemu dengan para pemimpin dunia untuk membahas berbagai isu ekonomi dunia, tetapi juga isu-isu global yang krusial lainnya.

(ES)