Kamis, 30 Agustus 2012 - 10:09 WIB
Jepang: Kemitraan Strategis dengan RI Penting Untuk Stabilitas Kawasan
Oleh : DESK INFORMASI
- Dibaca: 865 kali



Perdana Menteri Jepang Yoshihiko Noda menyatakan, bahwa kemitraan strategis antara Indonesia dan Jepang sangat penting bagi stabilitas dan kemakmuran di kawasan. Karena itu, Indonesia dan Jepang sepakat untuk terus menjaga momentum hubungan baik kedua negara dengan meningkatkan kemitraan strategis melalui intensifikasi mekanisme bilateral pada tingkat menteri, termasuk dialog bidang politik dan keamanan.

Hal itu diungkapkan PM Noda saat menerima kunjungan kehormatan Menko Polhukam RI, Djoko Suyanto, kepada Perdana Menteri Jepang Yoshihiko Noda di Tokyo, Rabu (29/8).  Selain melakukan kunjungan kehormatan kepada PM Noda, Menko Polhukam juga melakukan pertemuan dengan Menteri Pertahanan Jepang Satoshi Morimoto, Menteri Luar Negeri Koichiro Gemba, Chairman of National Public Safety Agency yang juga menjabat sebagai Menteri Negara Consumer Affairs dan Menteri Urusan Isu Penculikan Jin Matsubara, serta pertemuan dengan mantan Perdana Menteri Jepang Yasuo Fukuda, yang juga menjabat sebagai Ketua Japan Indonesia Association.

Dalam pembicaraannya dengan mantan PM Jepang Yasuo Fukuda ditekankan pentingnya persahabatan Indonesia – Jepang. “Fukuda mengharapkan hubungan baik yang terjalin selama ini akan semakin meningkat. Beliau juga menyinggung pentingnya pembangunan infrastruktur di Indonesia melalui  MPA (Metropolitan Priority Area) dan MP3EI (Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia),” kata Djoko.

Pada kunjungannya ke Kementerian Pertahanan Jepang, Menko Polhukam RI disambut dengan penghormatan militer lengkap dengan iringan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Kimigayo dan pemeriksaan pasukan. Di Kemhan Jepang, Menko Polhukam juga mengunjungi Patung Jenderal Sudirman yang diberikan oleh Pemerintah RI kepada Pemerintah Jepang pada tahun 2011 sebagai lambang persahabatan dan kerja sama kedua negara.

Dalam pertemuan dengan Menhan Morimoto itu, kedua menteri sepakat untuk meningkatkan kerja sama di bidang penanganan bencana alam, peace-keeping dan peace-building, anti terorisme dan lain-lain.

Saat bertemu dengan Menlu Gemba, Menko Polhukam Djoko Suyanto menegaskan kedekatan hubungan kedua negara melalui pelaksanaan Dialog Strategis tingkat Menlu, serta pentingnya peningkatan kemitraan strategis kedua negara.  Selain membahas isu-isu bilateral juga dibahas mengenai kerjasama pemberian bantuan dan capacity building untuk Palestina, ASEAN, ARF, dan Bali Democracy Forum. Secara khusus juga disampaikan mengenai kebijakan baru Pemerintah Jepang mengenai pemberian multiple entry visa bagi warga negara Indonesia pemegang paspor biasa.

Dalam pertemuannya dengan Jin Matsubara dibahas mengenai peningkatan kerjasama kepolisian kedua negara, khususnya dibidang anti terorisme dan cybercrime.

Selain bertemu dengan pejabat pemerintah dan politisi, Menko Polhukam juga berkesempatan bertemu dengan Presiden National Institute for Defense Studies (NIDS) Nobushige Takamizawa untuk membicarakan peluang kerjasama pendidikan dan latihan di bidang pertahanan. Menko Polhukam juga bertemu dengan peneliti dari IDE JETRO, Dr. Yuri Sato dan dosen National Graduate Institute for Policy Studies (GRIPS) Yoshihiro Otsuji mengenai  hal-hal yang berkenaan dgn iklim investasi di Indonesia. (IML/ES)