Jumat, 31 Agustus 2012 - 04:50 WIB
Presiden: TVRI Harus Siarkan Berita Yang Adil dan Berimbang
Oleh : Desk Informasi
- Dibaca: 989 kali



Pemerintah berkomitmen untuk terus mendukung upaya-upaya peningkatan infrastruktur, kapasitas, kualitas, serta perluasan wilayah jaringan siaran Televisi Republik Indonesia (TVRI). Komitmen itu disampaikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada peringatan Hari Ulang Tahun ke-50 TVRI di Jakarta, Kamis (30/8) malam.

"Dengan cara itulah, insya Allah, pada tahun 2014 mendatang, 80 persen wilayah di tanah air dapat menerima siaran TVRI," katanya.

Menurut Presiden, dengan dukungan infrastruktur maka TVRI dapat lebih berperan dalam memperkokoh identitas budaya, sebagai sarana edukatif, sekaligus media penghubung, yang mempererat jalinan persatuan dan kesatuan bangsa.

"Sebagai negara kepulauan yang terbentang luas dari Sabang sampai Merauke. Penduduk di negara kita tersebar tidak hanya di perkotaan dan perdesaan, tetapi juga di lembah-lembah, di gunung-gunung, serta di pulau-pulau terpencil," kata Presiden SBY.

Dalam kesempatan itu Presiden SBY juga menyoroti peran TVRI dalam menyiarkan  program pemerintah, kegiatan kenegaraan, siaran pedesaan dan dinamika pembanguna. Ia juga menyebut kenetralan TVRI sebagai suatu keunggulan.

Presiden berharap TVRI mengambil posisi sebagai agen pembangunan dan menjaga keseimbangan dalam penyampaian informasi pada masyarakat.  "TVRI sebagai agen pembangunan merupakan bagian dari upaya bersama untuk memajukan kehidupan bangsa dan meningkatkan kesejahteraan rakyat," kata Presiden SBY.

Sedangkan mengenai esensi keseimbangan pemberitaan, Presiden SBY menjelaskan, sesuai dengan konstitusi dan peraturan perundang-undangan pemerintah tidak lagi melakukan sensor dan pembredelan terhadap konten pemberitaan atau siaran televisi. Kondisi ini sejalan dengan kebebasan pers dan kebebasan berekspresi.

TVRI, lanjut Kepala Negara, harus cukup arif untuk memposisikan diri sebagai pemelihara keseimbangan, dalam arti menjadi televisi yang menyiarkan berita secara adil dan berimbang. "Posisi ini sama sekali tidak menuntut agar TVRI menjadi corong pemerintah dalam arti yang negatif. TVRI harus terbuka dengan nuansa yang lebih konstruktif, solutif, dan edukatif dalam memberikan pencerahan kepada masyarakat," jelas SBY.

Presiden mengajak TVRI dapat memunculkan pikiran-pikiran yang kritis, yang menyadari bahwa masyarakat kita dengan beragam multi dimensinya memerlukan tingkat dan cara penerimaan pesan yang tepat. "Keliru saja pesan itu tersampaikan, maka bukan berita pencerahan yang diterima oleh rakyat, tetapi mungkin justru berpotensi memprovokasi dan meracuni masyarakat kita," kata Presiden SBY mengingatkan.

Esensi keseimbangan pemberitaan menjadi sangat penting karena masyarakat tidak ingin hanya melihat sisi negatif dari kehidupan di negeri ini karena masih banyak masalah yang saat ini dihadapi. "Wartakanlah kepada rakyat Indonesia berbagai prestasi dan keberhasilan yang kita capai, termasuk saat ini kita makin diperhitungkan oleh bangsa-bangsa lain di berbagai bidang, karena kemajuan dan peran internasionalnya. TVRI memiliki peran penting dalam keseimbangan informasi ini," tutur SBY.

Acara yang disiarkan langsung oleh TVRI ke seluruh Indonesia itu juga dimeriahkan oleh sejumlah artis ibukota. Penyanyi Chyntia Sari membuka acara tersebut dengan lagu "Assalamualaikum". Acara itu juga dimeriahkan oleh mantan penyanyi cilik Sulis yang membawakan lagu berjudul Cinta Yang Tulus yang pernah dipopulerkan oleh Gito Rollies.

Presiden Yudhoyono hadir bersama Ibu Negara Ani Yudhoyono . Selain itu, sejumlah menteri Kabinet Indonesia Bersatu II seperti Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring, Menteri Perindustrian MS Hidayat, Menteri ESDM Jero Wacik, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar, Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan. 

Hadir juga, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menko Kesra Agung Laksono dan Seskab Dipo Alam. Tampak juga mendampingi Presiden adalah Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo.(WID/ES)