Selasa, 18 September 2012 - 11:36 WIB
Sepuluh Perusahaan RI Ikuti World Food Expo 2012 di Moskow
Oleh : DESK INFORMASI
- Dibaca: 558 kali



Sepuluh perusahaan Indonesia memamerkan produk pada World Food Expo 2012, di Moskow (17/09). Pameran produk makanan paling akbar di Eropa Timur ini, diikuti oleh tidak kurang 177 negara dan berlangsung hingga Kamis (20/9).

Kesepuluh peserta tersebut 8 diantaranya dikirim oleh Kementerian Perdagangan, dan 2 lainnya oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan. 

Gerai Indonesia tergolong banyak menyedot pengunjung, yang tertarik pada mie instan,  makanan anak-anak, bahan makanan dari kelapa sawit, kue-kue mudah masak, minuman kaleng, minuman herbal serta aneka dessert .

Dicky Sugiharta dari Pandan Pangan Makmur Indonesia yang menjajakan kue-kue siap masak mengatakan pangsa pasar negeri beruang putih itu saat ini cukup besar dan sangat terkait dengan perkembangan ekonomi dan kebiasaan konsumsi masyarakatnya.

“Karenanya saya berani jualan makanan setengah jadi seperti pudding, black forest, pancake, goreng pisang hingga fried chicken,” kata Dicky Sugiharta ,pengusaha yang sudah mengekspor produknya ke Belanda, AS, Australia, Suriname, Vanuatu dan Fiji ini.

Sementara itu, seorang eksportir Indonesia mengaku produk lautnya laris manis di pasaran Rusia. Dalam kalkulasinya, Rusia mengimpor tidak kurang dari 17 kontainer ikan tuna dalam setahun dengan kecenderungan yang makin meningkat.

Melihat beberapa gerai negara-negara lain yang sangat meriah dan menyuguhkan berbagai makanan khas negaranya, Dubes RI Moskow Djauhari Oratmangun, menyatakan harapannya agar dalam pameran World Food tahun depan, Indonesia “merebut” peluang yang disediakan Rusia.

Kepada pengusaha yang berminat, Dubes Djauhari Oratmangun mengingatkan agar minimal setahun sebelumnya sudah mendaftarkan. Pemerintah juga mengakomodasi beberapa kementerian untuk melakukan sinergi bagi pameran bersama atas nama Indonesia.

“Kami siap membantu suksesnya pameran produk Indonesia di Rusia, sehingga tak kalah dengan China dan Thailand,” kata Dubes.

Stand yang menjajakan produk-produk China dan Thailand paling menonjol dalam pameran kali ini. Gerai Thailand menawarkan aneka makanan yang berupa bahan mentah, setengah jadi, kaleng hingga siap saji. China membuka satu ruang khusus yang menampung 100 gerai dengan warna merah menyala. (KBRI Rusia/WID/ES)