Selasa, 18 September 2012 - 16:34 WIB
Presiden Cermati Situasi Global Terkait "Innocence of Muslims"
Oleh : DESK INFORMASI
- Dibaca: 954 kali



Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengikuti perkembangan keamanan dan geopolitik global, regional maupun nasional terkait unjuk rasa terhadap film “Innocence of Muslims” yang ditengarai menghina Nabi Muhammad SAW. Hal tersebut diungkapkan Presiden dalam pengantarnya pada Sidang Kabinet Paripurna di Kantor Kepresidenan di Jakarta pada Selasa (18/9). Sidang tersebut mengagendakan salah satunya paparan situasi terakhir geopolitik global oleh Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa.

“Setelah pengantar  ini nanti akan saya persilahkan Menlu untuk menyampaikan presentasi tentang perkembangan situasi dunia utamanya situasi politik yang mengemuka yang langsung atau tidak langsung berdampak ke tanah air. Contoh situasi di beberapa negara di Timur Tengah maupun di Asia menyusul dirilisnya sebuah film yang dianggap sebagai penistaan agama tertentu yang sekarang tengah terjadi di beberapa negara bahkan di Indonesia,” kata SBY.

Sidang Paripurna Kabinet juga mendengarkan paparan Menlu mengenai kondisi terakhir situasi sengketa China dan beberapa negara di ASEAN di kawasan Laut China Selatan. “Untuk diketahui Laut China Selatan bukan hanya Tiongkok dan negara-negara ASEAN dan wilayah itu, tetapi juga ada ketegangan yang tinggi antara Jepang dan Tiongkok, Jepang dan Korea dan kawasan-kawasan di Asia Timur,” kata SBY.

Sedangkan Menlu Marty Natalegawa yang ditemui sebelum Sidang Kabinet Paripurna mengatakan kantor perwakilan-perwakilan negara asing di Jakarta telah meningkatkan pengamanannya menyusul menghangatnya situasi global terkait film “Innocence of Muslims”.  

“Saya kira semenjak dari awal sudah ada upaya peningkatan pengamanan di perwakilan –perwakilan negara asing di Jakarta, bukan hanya kedutaan besar Amerika serikat. Negara-negara sahabat lainnya juga mengetahui langkah yang ditempuh oleh pemerintah Indonesia,” jelas Marty.

Pemerintah Indonesia juga telah menyampaikan kecamannya terhadap film yang melukai umat Islam tersebut kepada pemerintah Amerika. “Tentu siapa yang tidak mengecam, pemerintah Amerika saja mengecam apalagi pemerintah Indonesia. Sudah disampaikan (kecaman pemerintah Indonesia kepada pemerintah Amerika),” tambah Marty. (FJ/Wid/Humaslem/ES)