Kamis, 27 September 2012 - 08:43 WIB
China Akan Bangun Pabrik Semen di Jabar dan Kalimantan
Oleh : Desk Informasi
- Dibaca: 1514 kali



Produsen semen asal China (Tepublik Rakyat Tiongkok) akan membangun pabrik di Kalimantan  dan Jawa Barat dengan kapasitas produksi lebih dari 10 juta ton per tahun. Direktur Jenderal (Dirjen) Basis Industri Manufaktur, Panggah Susanto, mengatakan rencana itu di Jakarta, Kamis (27/9).

"Produsen semen asal Tiongkok, Anhui Conch Cement Co Ltd., akan membangun pabrik di Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, atau Papua Barat dengan kapasitas 10 juta ton per tahun. Selain itu, China Trio Bit Engineering Co Ltd juga akan mendirikan pabrik semen dengan kapasitas 1,5 juta ton per tahun di Subang, Jawa Barat," kata Panggah Susanto.

State Development and Investment Cooperation (SDIC), lanjut Panggah, akan menanamkan investasinya di Indonesia dengan membangun pabrik semen berkapasitas 1 juta ton per tahun di Papua.

"SDIC merupakan perusahaan semen asal China yang mengembangkan pabriknya di Papua. Sementara itu, produsen semen terbesar di Thailand, Siam Cement, juga berniat membangun pabrik berkapasitas 1,8 juta ton per tahun di Sukabumi, Jawa Barat," kata Panggah..

Panggah menambahkan, ekspansi pabrikan asal China di Indonesia semakin meningkat dengan bergabungnya PT Jui Shin yang ikut membangun pabrik semen di Karawang, Jawa Barat.

"PT Jui Shin akan mendirikan pabrik dengan kapasitas 1 juta ton per tahun, dan hal ini merupakan bukti bahwa Indonesia menjadi negara tujuan investasi," katanya..

Rencana investasi pabrik semen, menurut Panggah, telah mendapatkan izin dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Pemerintah menargetkan produksi semen nasional pada tahun depan meningkat 7 persen dibandingkan realisasi 2012 yang mencapai 60,56 juta ton berkat peningkatan kapasitas produksi oleh sejumlah produsen semen dalam negeri.

"Pada 2013, produksi semen nasional diproyeksikan mencapai 65 juta ton, naik 7 persen dibandingkan realisasi tahun ini sebesar 60,56 juta ton. Penambahan kapasitas pabrik terjadi menyusul optimalisasi pabrik dan meningkatnya investasi oleh produsen semen," kata Panggah Susanto.(Humas Kemenperin/WID/ES)