Rabu, 24 Oktober 2012 - 21:41 WIB
Cegah Kebangkrutan, Regulator dan Operator Transportasi Harus Berperan Baik
Oleh : Desk Informasi
- Dibaca: 740 kali



Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono mengingatkan bahwa bisnis di bidang transportasi laut, udara dan darat, sekarang ini sangat kompetitif. Banyak maskapai penerbangan di tingkat dunia yang berjatuhan. Banyak jasa transportasi laut yang merugi, demikian juga jasa angkutan darat dibanyak negara.

“Karena itu, agar tidak bangkrut, tidak rugi, dan jatuh, maka semua usaha di lingkungan transportasi harus efisien dan juga berdaya saing tinggi,” kata Presiden dalam sambutannya ketika dalam acara peresmian dan groundbreaking MP3EI di Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu (24/10).

Presiden mengharapkan supaya terus menjaga kebersamaan dan keselamatan transportasi, baik udara, laut maupun darat. Karena itu, lanjut Presiden, regulator dan operator harus bisa berperan dengan sebaik-baiknya. Satu saja lemah, maka akan bermasalah.

“Saya ingin menggaris bawahi, karena masih ada kejadian yang berkaitan dengan keamanan dan keselamatan transportasi kita selama ini,” ujar Kepala Negara

Dengan dibangunnya sarana, menurut Presiden, bisa mempercepat pembangunan konektiviti yang saling terhubung diantara satu pulau ke pulau lain di Indonesia, bahkan konektivitas antara Indonesia dengan ASEAN dan antara Indonesia dengan Asia Timur.

“Kalau berbicara Asia Timur adalah kawasan yang membentang dari Rusia bagian timur, Korea, Jepang, Tiongkok, kemudian ASEAN dengan Australia sampai Selandia Baru. Itulah yang disebut The Greater East Asia. Kawasan itulah yang sekarang menjadi arsitektur kerjasama kawasan yang baru yang disebut dengan East Asia Summit yang pertama kali diadakan yang dihadiri oleh 18 Kepala Negara yang dilaksanakan di Bali,” kata Presiden SBY.

Kepala Negara yang didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono mengajak pihak-pihak terkait untuk membuat sistem logistik menjadi makin efisien terutama untuk logistik di Bagian Timur Indonesia. Sambil membangun sistem logistik yang makin baik di seluruh Indonesia dengan perhatian pada khususnya kawasan timur Indonesia, Presiden sudah menetapkan sisa anggaran lebih pada APBN 2011 yang akan diprioritaskan untuk mempercepat pembangunan logistik yang efisien di bagian timur Indonesia. Utamanya Provinsi Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, NTT.

“Saya berharap pembicaraan antara pemerintah dengan DPR RI dalam hal tertentu DPD RI bisa berjalan baik dan setiap keputusan yang saya ambil dan kebijakan yang ditempuh memiliki tujuan yang baik. Saya mengharapkan dukungan DPR RI agar dana itu benar-benar bisa ke tempat yang kita tentukan,” ungkap Kepala Negara.

Ketika berkunjung ke Nusa Tenggara Timur (NTT), menurut Presiden, ia telah berbicara dengan Gubernur NTT di Manggarai, tdam elah memerintahkan Meneg BUMN untuk bisa datang ke NTT nanti, agar semen yang ada disekitar Kupang bisa ditingkatkan kapasitasnya. Demikian pula Pak Gubernur Kaltim juga menyampaikan input untuk semen juga masih kurang di sini. Ini membuktikan bahwa permintaan semen melonjak tajam dan harus ditutupi dengan meningkatkan kapasitas.

“Kaltim saya sangat berharap bisa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi strategis, bisa menyumbangkan pertumbuhan ekonomi bagi seluruh masyarakat Indonesia. Saya yakin bisa melakukan tugas itu dan akan menyumbangkan pada perekonomian nasional dan menambah kesejahteraan utamanya rakyat Kalimantan Timr dan masyarakat Indonesia,” kata Presiden SBY.

Turut mendampingi Presiden dalam kunjungan ke Kaltim itu antara lain Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menteri Perhubungan EE. Mangindaan, Menteri BUMN Dahlan Iskan, Sekretaris Kabinet Dipo Alam, Menteri Keuangan Agus Martowardoyo, Menteri Perindustrian MS. Hidayat, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, dan Kepala BPN Hendarman Soepandji. (Humas Setkab/OCT/ES)