Rabu, 20 Maret 2013 - 19:07 WIB
Seskab Apresiasi Ketegasan Sikap Edy Baskoro Yudhoyono
Oleh : Desk Informasi
- Dibaca: 804 kali



Sekretaris Kabinet (Seskab) Dipo Alam menyampaikan apresiasinya terhadap Edy Baskoro Yudhoyono (Ibas), putra bungsu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, dalam menghadapi tudingan bahwa ia telah menerima suap 200.000 dollar AS dari Yulianis, mantan Wakil Direktur Keuangan Permai Group milik Nazaruddin, pada Kongres Partai Demokrat di Bandung tahun 2010 lalu, dengan kesiapannya setiap saat untuk memberikan keterangan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

 “Sikap Ibas sangat gentle, mudah-mudahan ini bisa menjadi contoh siapapun yang sedang menghadapi masalah hukum dan berurusan dengan penegak hukum, termasuk KPK, agar juga gentle dalam menghadapi masalahnya,” ujar Dipo Alam di Jakarta, Rabu (20/3) petang.

Pernyataan Seskab Dipo Alam itu menanggapi sikap Edy Baskoro Yudhoyono alias Ibas dalam pernyataannya seusai mendatangi Mapolda Metro Jaya, Rabu (20/3) sore, guna melaporkan pemberitaan Koran Sindo tanggal 16 Maret 2013 halaman 1, bahwa menurut keterangan Yulianis, ia telah menerima uang sebesar 200.000 dollar AS terkait dengan Konggres Partai Demokrat tahun 2010 di Bandung.

“Terhadap pemberitaan dan pernyataan tersebut, saya ingin mengulangi sekali lagi, bahwa hal tersebut sama sekali tidak benar. Saya tidak pernah menerima uang sebagaimana dikatakan oleh Yulianis. Sementara sayapun sama sekali tidak pernah kenal dengan yang namanya Yulianis,” tegas Ibas.

Putra bungsu Presiden SBY yang juga menjabat Sekjen Partai Demokrat itu menegaskan, manakala KPK telah memiliki fakta hukum terkait pemberitaan Koran Sindo itu, ia siap memberikan keterangan kepada KPK.

Saya setiap saat sangat siap, sekali lagi, saya setiap saat sangat siap, untuk memberikan keterangan kepada KPK agar permasalahannya segera menjadi jelas,” ucap Ibas.

Harus Diselesaikan

Eddy Baskoro Yudhoyono mengatakan, bahwa ia sengaja menyampaikan laporan pengaduan kepada Polda Metro Jaya, terkait dengan pemberitaan media yang telah mencemarkan nama baiknya dan berdampak tidak menguntungkan utamanya kepada  pribadi dan juga pihak lain.

Pemberitaan yang dimaksud adalah berita surat kabar Koran Sindo tanggal 16 Maret 2013 halaman 1, yang memberitakan bahwa menurut keterangan Yulianis, ia telah menerima uang sebesar 200.000 dollar AS terkait dengan Konggres Partai Demokrat tahun 2010 di Bandung.

“Terhadap pemberitaan dan pernyataan tersebut, saya ingin mengulangi sekali lagi, bahwa hal tersebut sama sekali tidak benar. Saya tidak pernah menerima uang sebagaimana dikatakan oleh Yulianis. Sementara sayapun sama sekali tidak pernah kenal dengan yang namanya Yulianis,” tegas Ibas.

Dengan pengaduan ke Mapolda Metro Jaya itu, Eddy Baskoro Yudhoyono berharap akan segera ada penyelesaian sesuai ketentuan hukum yang berlaku, sehingga  tidak terus menerus bergulir menjadi bahan pembicaraan yang tidak menentu. Dengan demikian maka, dengan pengaduan itu pula, ia berharap masyarakat tidak terganggu dan dibingungkan oleh pemberitaan yang sama sekali tidak didukung oleh data dan cenderung mengarah pada fitnah tersebut.

“Terus terang, sejak pemberitaan ini bergulir telah menimbulkan dampak yang sungguh merugikan beberapa pihak. Pertama, tentu saya pribadi dan keluarga. Kedua, dalam pandangan saya KPK juga dirugikan karena adanya pandangan publik seakan KPK tidak melakukan respon sebagaimana mestinya terhadap informasi yang menyangkut saya tersebut. Ketiga, tentu kedua orang tua saya, terlebih Ayah saya, Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono dalam kedudukannya sebagai Presiden RI,” kata Ibas.

Oleh karena itu, melalui langkah pengaduannya itu, Ibas berharap pihak Kepolisian dapat segera mengambil langkah-langkah hukum, sehingga ketidakjelasan yang ada di tengah masyarakat dapat diakhiri, dan tidak ada lagi pihak-pihak yang dirugikan oleh pemberitaan yang  tidak jelas dasar dan sumbernya itu.

“Selanjutnya, manakala KPK telah memiliki fakta hukum terkait pemberitaan tentang saya tersebut, saya setiap saat sangat siap, sekali lagi, saya setiap saat sangat siap, untuk memberikan keterangan kepada KPK agar permasalahannya segera menjadi jelas.,” tegas Eddy Baskoro Yudhoyono. (ES)