Jumat, 12 Juli 2013 - 18:00 WIB
Presiden: Koperasi Harus Berjuang Cegah Melebarnya Kesenjangan
Oleh : desk informasi
- Dibaca: 1490 kali



Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)  mengatakan,  bahwa dalam era globalisasi peran koperasi menjadi sangat penting, logikanya adalah dalam era modern, dalam era globalisasi maka secara global ekonomi akan terus tumbuh meskipun ada krisis serta koreksi sebagaimana yang dialami dunia sekarang ini.

Saat memberikan sambutan  pada Peringatan Hari Koperasi Nasional ke 66 yang diselenggarakan di Mataram, Nusa Tenggara Barat,  Jumat (12/7), Presiden yang didampingi Ibu Negara Hj. Ani Yudhoyono menjelaskan bahwa akan tetapi dari dekade ke dekade ekonomi dunia terus tumbuh, ekonomi dunia dalam era globalisasi memberikan peluang yang besar kepada negara-negara maju dan negara-negara berkembang, memberi peluang yang lebih besar lagi kepada usaha-usaha besar bagi negara kita maupun dunia.

Dunia semakin terintegrasi, kita mengenal ada kerjasama antara negara G 20, 20 ekonomi besar dunia dan Indonesia menjadi salah satu anggotanya, disamping itu juga ada kerjasama APEC, ada kerjasama ASEAN, banyak sekali kerjasama yang mendapatkan peluang adalah usaha-usaha besar, lalu "Apa yang perlu kita pikirkan bersama?" Tanya Presiden.

Dalam era globalisasi yang mendapatkan peluang adalah usaha-usaha besar, apakah otomatis pergerakan ekonomi itu dinikmati masyarakat di seluruh dunia? Terutama mereka yang termasuk golongan kurang mampu atau masyarakat miskin. “Kita serahkan pada dinamika pasar, pada hukum-hukum pasar dalam perekonomian dunia seperti ini. maka yang saya kuatirkan ekonomi terus tumbuh di seluruh dunia namun pertumbuhan itu kurang adil dan tidak merata,” papar Kepala Negara.

Jika itu terjadi maka kesenjangan yang kuat dan yang lemah, antara yang kaya dan yang miskin akan semakin lebar. “Saya kira kita sependapat Pancasila kita dan nilai-nilai yang kita anut kita mencegah terjadinya kesenjangan makin melebar, justru pemerintah semua pihak termasuk koperasi harus berjuang untuk mencegah semakin melebarnya kesenjangan, cara lebih peduli, lebih berpihak menggerakan ekonomi yang berbasiskan pada rakyat kita yaitu Koperasi, Usaha Kecil dan Usaha Menengah,” ujar Kepala Negara.

Ia meminta agar jangan dibiarkan hukum-hukum perekonomian global yang sering tidak menghadirkan keadilan berjalan tanpa koreksi. “Bangsa kita, bangsa kita sendiri yang harus melakukan sesuatunya, demi keadilan dan pemerataan ekonomi di negeri kita sendiri,” tutur Presiden SBY.

Kepala Negara meyakini, kalau Koperasi tumbuh baik, kalau usaha mikro, kecil dan menengah tumbuh baik, jika ekonomi terangkat naik maka negara mendapatkan penghasilan dan pendapatan yang tinggi, dan itu tujuannya adalah untuk membiayai pembangunan.

Kepala Negara mengajak semua pihak untuk menggerakan koperasi, menggerakan usaha kecil dan menengah, agar distribusi pertumbuhan ekonomi bisa menjangkau ke celah-celah, ke pelosok-pelosok tanah air. “Itulah makna dari pentingnya koperasi, mikro usaha kecil dan menengah,” papar SBY.

Presiden mengakui, permasalahan koperasi, mikro, usaha kecil dan menengah adalah permodalan. Karena itu, ia menegaskan bahwa pemerintah secara konsisten akan terus menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR,) dan kredit-kredit lain sesuai dengan aturan yang berlaku, agar tidak ada persoalan apapun yang menyangkut permodalan.

“Koperasi dengan UMKM memang tidak sama tapi saling terkait, Usaha Mikro Kecil dan Menengah ya usaha, siapa dia ya dia yang berusaha, sedangkan koperasi adalah gerakan yang anggotanya tidak semua berusaha, tetapi dengan koperasi dan apalagi koperasi juga membawahi unit-unit usaha koperasi maka keseluruhan anggota koperasi akan mendapatkan keuntungan yang adil, berarti jika koperasi tumbuh d iseluruh Indonesia maka seluruh rakyat Indonesia akan mendapatkan keuntungan yang adil,” kata Presiden SBY.

Agar koperasi di tanah air terus tumbuh dan berkembang, Presiden SBY memberikan saran agar para menteri menciptakan kebijakan dan program untuk mendorong koperasi di seluruh Indonesia. Para Gubernur, Bupati dan Walikota sebagai pemimpin terdepan setiap hari berurusan dengan koperasi. “Lakukan langkah untuk mendorong dan memajukan koperasi di wilayah Saudara, Dekopin juga memiliki peran yang penting untuk memajukan mereka semua,” pinta Presiden SBY.

Mendampingi Presiden SBY dalam acara ini  antara lain Menteri Koperasi dan UKM Sjarifudddin Hasa,nMenko Perekonomian Hatta Radjasa, Mensesneg Sudi Silalahi, Menteri Kelautan dan Perikanan Cicip Sharif Sutardjo, Menakertrans Muhaimin Iskandar, dan Menteri Agama Suryadharma

Sinergi

Sementara itu dalam sambutan tertulis yang dibagikan kepada para peserta dan media massa yang hadir pada Peringatan Hari Koperasi Nasional itu, Presiden SBY menyebut tahun 2013 bertepatan dengan 66 tahun usia koperasi, sebagai tahun kemandirian koperasi, dan merupakan saat yang tepat untuk mewujudkan koperasi yang sehat, kuat, mandiri, dan tangguh. Koperasi yang sehat, kuat, mandiri, dan tangguh itulah, kata Presiden,  yang  dapat lebih cepat meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan, tidak hanya bagi para anggotanya tetapi juga bagi  masyarakat pada umumnya.

Kemandirian koperasi itu, menurut Presiden, ditandai dengan lahirnya Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2012 tentang Perkoperasian. Pemerintah, kata Presiden,  berkomitmen agar Undang-Undang Nomor 17 tahun 2012 tersebut dapat segera diimplementasikan sepenuhnya, dengan tetap memperhatikan nilai-nilai dasar dan prinsip-prinsip koperasi.

"Saya berharap kita dapat segera mengeluarkan berbagai peraturan dan keputusan yang diamanatkan dalam Undang-undang Perkoperasian. Hal ini untuk lebih mendorong pemberdayaan koperasi, utamanya dalam pengembangan sumber daya manusia, memperkuat  kelembagaan, menyiapkan pembiayaan, serta penguatan pengawasan dalam penyelenggaraan kegiatan perkoperasian,” kata Presiden SBY.

Presiden juga menyatakan dukungannya terhadap upaya revitalisasi koperasi dan Program Gerakan Masyarakat Sadar Koperasi (Gemaskop), yang diharapkan dapat me ningkatkan jumlah dan kualitas koperasi, serta jumlah anggota dan tenaga kerja koperasi. "Apabila hal ini kita capai, insya Allah, penyerapan tenaga kerja akan semakin meningkat, kemiskinan semakin menurun, dan pada akhirnya kesejahteraan rakyat semakin membaik," katanya.

Pemerintah, menurut Presiden, telah  memberikan dukungan dalam meningkatkan kualitas manajemen koperasi, agar koperasi tumbuh sehat, mampu bersaing, dan makin diminati para anggotanya. Kita berikan dukungan, dorongan dan fasilitasi dalam penerapan teknologi informasi dan telekomunikasi modern. "Kita juga fasilitasi kegiatan penyuluhan, promosi, pendampingan, hingga perluasan akses permodalan, utama-nya melalui skim kredit usaha rakyat," kata Presiden.

Dalam rangka mendukung kemandirian pangan, ketahanan energi, dan pengembangan ekonomi kreatif, kata Presiden SBY, pemerintah terus  menajamkan kebijakan-kebijakan pembangunan perkoperasian. Pemerintah juga berusaha memfasilitasi kemitraan antara koperasi dengan kalangan bisnis berskala besar, BUMN, dan BUMD.

Kepada para Menteri, Kepala Lembaga Pemerintahan Non Kementerian, gubernur, bupati, Walikota, DEKOPIN, Lembaga Pembiayaan dan Keuangan, kalangan BUMN, BUMD dan BUMS, serta semua pihak yang terkait dengan pemberdayaan koperasi, Presiden meminta untuk saling bersinergi dalam pemberdayaan koperasi. Pemberdayaan koperasi adalah salah satu amanat konstitusi, dan merupakan tugas bersama antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan segenap warga bangsa.

Sedang kepada para penggiat gerakan koperasi di seluruh tanah air, presiden  mengajak untuk mengedepankan daya kreativitas dan inovasi dalam mengelola koperasi. "Tingkatkan koperasi yang saudara kelola, agar dapat tumbuh dan berkembang makin besar, makin maju, dan makin berdaya saing."

(Kun/TA/ES)