Jumat, 12 November 2010 - 14:16 WIB
Pertumbuhan Berkelanjutan dan Berimbang Harus Jadi Agenda Prioritas
Oleh : presidensby.info
- Dibaca: 495 kali


Seoul: Indonesia mengusulkan agar setiap anggota G20 sepenuhnya mengintegrasikan pembangunan mereka ke dalam reformasi struktural untuk mencapai pertumbuhan yang kuat, berkelanjutan, dan berimbang. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan hal ini saat menjadi pembicara utama (leader speaker) pada Plenary Session 3 KTT G-20 di Convention and Exhibition Center (COEX) Seoul, Korea Selatan, Jumat (12/11) siang waktu setempat.

"Kami mengusulkan isu-isu pembangunan ini menjadi agenda utama G20. Ini harus menjadi prioritas penting jika kita ingin memiliki pertumbuhan yang berkelanjutan dan berimbang," kata Presiden SBY. Plenary Session 3 ini membahas isu-isu pembangunan dan Presiden hadir dengan didampingi Menteri Keuangan Agus Martowardojo.

Pada awal pandangannya, Presiden menjelaskan bahwa pertumbuhan yang kuat, berkelanjutan, dan seimbang adalah kunci bagi upaya bersama untuk memerangi kemiskinan. Indonesia sendiri telah menempatkan upaya pemberantasan kemiskinan ini sebagai prioritas utama. "Tetapi kita tahu bahwa upaya nasional ini dapat lebih efektif jika bersinergi dengan upaya di tingkat global. Itulah sebabnya pengembangan kemitraan global sangat penting," Presiden menjelaskan.

Baik negara maju maupun negara berkembang memiliki kewajiban dan tanggung jawab masing-masing. Pertama, negara-negara maju harus menjaga pasar mereka terbuka untuk produk negara-negara berkembang, khususnya produk pertanian, sesuai dengan kesepakatan Putaran Doha. Kedua, negara-negara maju harus memberikan bantuan keuangan. Ketiga, negara-negara maju harus memastikan arus keuangan yang cukup, baik melalui bantuan pengembangan luar negeri atau melalui bantuan perbankan multilateral. Keempat, negara-negara maju dapat memainkan peran dalam menjamin arus investasi asing langsung melalui kemitraan publik-privat untuk membangun infrastruktur, dan meningkatkan teknologi.

Di sisi lain, negara berkembang harus terlebih dahulu menerapkan praktik tata kelola pemerintahan yang baik atau good governance. Kedua, meningkatkan sumber daya manusia. Ketiga, harus menyediakan iklim yang kondusif bagi investasi langsung asing. Keempat, memastikan pembangunan lingkungan yang keberlanjutan.

"Saya percaya bahwa jika negara maju dan berkembang memenuhi komitmen mereka, pembangunan ekonomi akan lebih berkelanjutan dan berdaya. Dan kita akan mencapai tujuan Millenium Development Goals," ujar Presiden SBY.

Presiden SBY menegaskan, prinsip pembangunan ini harus berorientasi pada hasil. Harus dibuat rencana aksi pembangunan dengan langkah yang konkret dan dan terjadwal pada sejumlah bidang, seperti infrastruktur, investasi swasta, pengembangan sumber daya manusia, inklusi keuangan, dan pertumbuhan dengan ketahanan.

Sebelum menjadi pembicara pada sesi ketiga, Presiden SBY bersama 19 pemimpin G20 lainnya mengikuti sesi 1 yang membahas kerangka kerja ekonomi global dan sesi dua yang mendiskusikan reformasi keuangan global.