Jumat, 16 Agustus 2013 - 14:08 WIB
Menteri ESDM Yakin 'Clear' dalam Kasus Rudi Rubiandini
Oleh : DESK INFORMASI
- Dibaca: 643 kali



Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik menyatakan tidak pernah memerintahlan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Minyak dan Gas Bumi (SKK) Migas Rudi Rubiandini untuk mencari dana bagi dirinya maupun  kementerian.

Jero menegaskan bahwa dirinya bersih dan siap diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) sehubungan dengan kasus suap yang diduga melibatkan mantan Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini.

"Saya merasa clear! Saya tidak pernah perintahkan jajaran saya untuk berbuat curang," kata Jero di Gedung Nusantara Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (15/8) .

Jero Wacik mengaku tidak mengetahui  uang 200 ribu dollar AS yang ditemukan KPK di ruang Sekretaris Jenderal ESDM. Uang itu ditemukan KPK saat menggeledah  kementeriannya.

Menurut Jero Wacik, pemberitaan kasus Rudi Rubiandini terkait dirinya banyak yang spekulatif. Dia minta urusan hukum tidak diintervensi termasuk oleh pers.

"Jangan spekulasi ini itu.Biar hukum yang bekerja. Percayakan kepada KPK. Banyak sekali spekulasi muncul," kata Jero.

Jero Wacik menegaskan dirinya siap diperiksa KPK kalau memang ada bukti hukum.

Sebagaimana diketahui, selain menggeledah ruang Sekjen ESDM, KPK juga telah menggeledah lima ruangan di kantor SKK Migas dan PT Kernel Oil, Kamis (15/8). Dari tiga lokasi ini, penyidik KPK menyita sejumlah dokumen dan uang dalam bentuk dollar AS. Selain uang 200 ribu dollar AS, KPK juga menyita lagi uang sebesar 320 ribu dollar AS dari deposit box Rudi Rubindini di Bank Mandiri. Di safe deposit box ini juga ditemukan keping emas 180 gram.

Menteri ESDM Jero Wacik yang juga menjabat selaku Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat ini menegaskan tidak ada kaitannya  kasus Rudi dengan urusan partai.

Menurut Jero, tidak pernah dan tidak boleh uang suap atau dana proyek digunakan sebagai kepentingan partai, termasuk untuk dana konvensi, ataupun untuk pribadi. "Itu tidak pernah dan itu tidak boleh,"  katanya. (WID/ES)