web analytics

Kategori : Artikel

Artikel


  • 30 September 2014
  • 226844 Views

Peningkatan Daya Saing Ekonomi dan Peran Birokrasi

Oleh: Eddy Cahyono, Asisten SKP bidang Ekomomi dan Pembangunan

Simbol MEA 2015

Simbol MEA 2015

Dinamika perkembangan ekonomi global akhir-akhir ini memberikan  sinyal akan pentingnya peningkatan daya saing, di tingkat regional, Indonesia akan dihadapkan dengan implementasi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), yang pelaksanaannya akan dimulai pada tanggal 31 Desember 2015.

MEA akan menjadi tantangan tersendiri bagi Bangsa Indonesia dengan transformasi kawasan ASEAN menjadi pasar tunggal dan basis produksi, sekaligus menjadikan kawasan ASEAN yang lebih dinamis dan kompetitif.

  • 23 September 2014
  • 194037 Views

Rupiah dan Likuiditas Global

SURABAYA_03 firmansyah-4

Rupiah dan Likuiditas Global

Oleh: Prof. Firmanzah, PhD
Staf Khusus Presiden bidang Ekonomi dan Pembangunan

Seperti halnya nilai tukar mata uang di hamper mayoritas emerging-market, nilai tukar rupiah berada dalam dua tekanan global yang saling berlawanan arah. Di satu sisi, Bank Sentral Amerika Serikat The Fed berjuang untuk mengurangi likuiditas global melalui pengurangan sampai pada akhirnya tercapainya program penghentian stimulus moneter atau yang disebut sebagai quantitative easing (QE) III. Sementara di sisi lain, Bank Sentral Eropa (European Central Bank-ECB) bersama Bank Sentral Jepang dan Bank Sentral China justru mempertahankan dan bahkan menambah likuiditas untuk menggairahkan perekonomian di kawasan tersebut.

  • 12 September 2014
  • 195616 Views

Peran Kebijakan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan Dalam Mendukung Produksi Pangan Nasional

sawah_banjir

Ketersediaan lahan menjadi salah satu hal yang perlu mendapatkan perhatian pemerintah.

Artikel oleh :  Muhammad Hilmansyah*)

Ketersediaan lahan menjadi salah satu hal yang perlu mendapatkan perhatian pemerintah. Hal ini mengingat bahwa pencapaian swasembada pangan menjadi salah satu prioritas dalam pembangunan nasional, sehingga untuk mencapainya dibutuhkan pula dukungan ketersediaan lahan. Untuk mengamankan sejumlah lahan pangan yang ada agar tidak dialihfungsikan, serta demi tercapainya tujuan pembangunan nasional, maka disusunlah UU Nomor 41 tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).

  • 8 September 2014
  • 202035 Views

Refleksi MP3EI

surabaya_03_firmansyah-3

Refleksi MP3EI

Tahun ini merupakan 3 tahun pelaksanaan MP3EI. MP3EI dilandasi oleh perlunya program nasional untuk mempercepat dan memperluas pembangunan infrastruktur dan sector riil di tanah air. Meskipun disadari masih banyak hal yang perlu diperbaiki dalam pelaksanaan MP3EI namun program ini telah terbukti mampu mendorong percepatan pembangunan utamanya di luar Pulau Jawa. Saat ini dan ke depan, Indonesia masih memerlukan lebih banyak lagi infrastruktur seiring dengan kebijakan industrialisasi dan hilirisasi yang tengah berjalan. Percepatan pembangunan infrastruktur dan hilirisasi masih terus dibutuhkan tidak hanya 5 tahun ke depan tetapi juga 10-20 tahun berikutnya. MP3EI juga dapat merupakan manifestasi dari strategi pencapaian RPJP nasional di bidang infrastruktur fisik.

  • 2 September 2014
  • 237300 Views

Tantangan Masalah Pertanian Pada Pemerintahan Mendatang

file

Tantangan Masalah Pertanian Mendatang

Pada debat Pemilu Presiden 2014, ada perasaan yang melegakan sekaligus membanggakan setelah mendengar dan menyimak pernyataan dari kedua kubu Pasangan Capres dan Cawapres Presiden RI ke-7 yang akan terpilih nanti. Mereka berkomitmen jika dapat memimpin bangsa akan memperkuat bidang pertanian serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya para petani di Indonesia.

Komitmen tersebut setidaknya didasari oleh dua alasan yang sangat utama, yaitu Pertama sektor pertanian memiliki peran yang sangat penting dan menentukan baik dalam persoalan pangan maupun ekonomi. Sedangkan alasan yang Kedua adalah, bahwa potensi dukungan politik yang bisa didapatkan dari mereka yang secara struktural banyak dan sangat besar menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian.

  • 2 September 2014
  • 239164 Views

Transformasi Pembangunan Ekonomi MP3EI: Sebuah Estafet

takecare_1Pada penetapan awal Pemerintah atas Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) pada tahun 2011 melalui Peraturan Presiden Nomor 32 Tahun 2011, diharapkan Indonesia dapat menjadi negara maju pada tahun 2025,  dengan  pendapatan per kapita 14.250 –  15.500 dollar AS, dan  nilai total perekonomian (PDB) berkisar antara 4,0-4,5 triliun dollar AS.

  • 30 August 2014
  • 184444 Views

Memperkuat Perlindungan TKI Yang Komprehensif dan Integratif

Sejumlah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang melebihi ijin tinggal (oversayed) saat tiba di Indonesia dari Arab Saudi di terminal 2 TKI lounge, Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (10/11) malamDinamika Perlindungan TKI

Dalam perspektif ekonomi internasional, tenaga kerja migrasi (migrant worker) adalah seseorang melalukan aktifitas ekonomi  yang menghasilkan pendapatan di suatu negara, dimana yang bersangkutan bukan merupakan warga negara. Tenaga kerja migrasi  memiliki tujuan untuk mencari pekerjaan atau memperbaiki posisi keuangan mereka.  Tenaga kerja ini menghasilkan remitansi, yaitu transfer dana yang diperoleh untuk negara asal.  Total  remitansi  tahun 2012 secara global berjumlah 514 miliar dollar AS dari sekitar 200 juta tenaga kerja migrasi.

  • 28 August 2014
  • 182128 Views

Indonesia-Timor Leste: Meneguhkan Komitmen untuk Konsisten

foto_kunker“…Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan…”

Petikan dari Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 tersebut bukanlah pernyataan yang biasa. Kalimat tersebut menjadi sebuah titik tolak dari keinginan, motivasi, dasar, dan pembenaran perjuangan akan hak-hak kemerdekaan. Bahkan, pernyataan tersebut lebih dahulu dari Hak Asasi Manusia (HAM) menurut Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengenai deklarasi Universal of Human Rights 1948.

  • 27 August 2014
  • 182009 Views

Era Baru Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (Bagian 4): Rencana Pembentukan Perwakilan LKPP di Daerah

lpse_mataramLembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah yang dibentuk berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 106 Tahun 2007 bertujuan agar pengadaan barang/jasa Pemerintah yang dibiayai dengan Anggaran Pendapatan Belanja Negara/Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBN/APBD) dapat dilaksanakan dengan lebih efektif dan efisien serta lebih mengutamakan penerapan prinsip-prinsip persaingan usaha yang sehat, transparan, terbuka dan perlakuan yang adil bagi semua pihak. Dalam upaya mencapai tujuan dimaksud perlu adanya perencanaan, pengembangan dan penyusunan strategi, penentuan kebijakan serta aturan perundangan pengadaan barang/jasa Pemerintah yang sesuai dengan tuntutan dan perkembangan lingkungan internal maupun eksternal secara berkelanjutan, berkala, terpadu, terarah dan terkoordinasi yang dilakukan oleh Pemerintah.

  • 23 August 2014
  • 180608 Views

Sail Raja Ampat 2014 dan Ekonomi Kelautan

eddy_cahyono_sugiartoIndonesia kembali mendapatkan perhatian dunia internasional, melalui pelaksanaan Sail Raja Ampat 2014, event ini sekaligus menandakan keberlanjutan dari upaya menggerakkan ekonomi kelautan melalui pengembangan wisata bahari Indonesia.

Sepanjang 2009 sampai dengan 2013, setidaknya pemerintah Indonesia telah menyelenggarakan 5 (lima) kali event Sail  yang bertaraf internasional, ditandai dengan  Sail Bunaken 2009, Sail Banda 2010, Sail Wakatobi-Belitung 2011, Sail Morotai pada 2012, serta Sail Komodo 2013.