web analytics

Kategori : Artikel

Artikel


  • 9 February 2016
  • 27993 Views

A high-light of India’s Energy Sector in The 4th Green Energy Summit: Renewables, The Game Changer

TJSjahriati Rochmah, SH., S.Pd., M.Hum., LL.M *)
 Transition towards Renewable Energy is important and imperative for India’s economy in order to achieve sustainable growth and energy security for 1,3 billion citizens. Dependency on energy imports and coal-based power has significantly being reduced by Renewable Energy. This has increased opportunities in the green economy and employment. This also demonstrated an effort to fight climate change and enable socioeconomic development.
  • 5 February 2016
  • 33213 Views

Kenapa Pembangunan Infrastruktur Ketenagalistrikan Perlu Dipercepat ? ‎

HamidiOleh : M. Hamidi Rahmat

Percepatan Pembangunan Infrastruktur Ketenagalistrikan. Itulah judul Peraturan Presiden yang ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo, pada tanggal 8 Januari 2016. Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 4 Tahun 2016 ini diundangkan oleh Menteri Hukum dan HAM pada tanggal 19 Januari 2016 dengan menempatkannya dalam Lembaran Negara RI Tahun 2016 Nomor 8

  • 2 February 2016
  • 35308 Views

Penunjukkan Langsung Bukan Keniscayaan

PengadaanOleh: Muhamad Zulfikar Ali, Pemerhati Hukum

Proses pengadaan barang/jasa kerap dijadikan alasan terhambatnya realisasi anggaran kementerian/lembaga/pemerintah daerah. Dalam tahapan penyelenggaraan pengadaan barang/jasa, Unit Layanan Pengadaan harus membuat rencana pengadaan barang/jasa termasuk menentukan metode pengadaan barang/jasa yang akan dilakukan untuk menyediakan barang/jasa tersebut. Dan pada tahapan pelaksanaan pengadaan barang/jasa, kelompok kerja akan menyusun jadwal pelaksanaan pengadaan dari pengumuman sampai dengan penerbitan Surat Penunjukkan Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ).

  • 29 January 2016
  • 31949 Views

Mengapa Rumput Laut menjadi Komoditas Utama di Era Jokowi

IMG_8476Oleh : Agil Iqbal Cahaya, S.AP., M.AB. (Kasubid Perikanan Tangkap & Budidaya)

Tidak dapat disangkal lagi, manfaat rumput laut sangatlah banyak dan dapat menjadi sumber komoditas untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Indonesia dengan luas wilayah perairan 6.315.222 km2 dengan panjang garis pantai 99.093 kilometer persegi serta jumlah pulau 13.466 pulau dipastikan memiliki sumber daya rumput laut yang sangat berlimpah.

  • 28 January 2016
  • 30879 Views

Sampah, Membawa Musibah Atau Berkah?

HamidiOleh : M. Hamidi Rahmat

Asisten Deputi Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral Kedeputian Maritim Setkab

Bila kita mendengar kata “sampah”, pasti kita membayangkan sesuatu yang tidak lagi berguna, berbau busuk, sumber penyakit, penyebab banjir, dan lain sebagainya. Terbayang pula oleh kita sampah yang berserakan di pasar, terutama pasar sayur dan buah-buahan, bahkan yang teronggok di sudut-sudut jalan yang dikerubuti lalat. Juga yang memenuhi tong sampah, bak sampah, truk sampah, bahkan yang menggunung di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) dan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah.

  • 25 January 2016
  • 32752 Views

Terorisme dan Undang-Undang Keselamatan Negara

RobiOleh: Roby Arya Brata*)

Isu utama dalam tulisan ini adalah bagaimana seharusnya undang-undang dirancang sehingga ancaman, kegiatan, dan kejahatan yang membahayakan keselamatan dan keamanan negara, khususnya terorisme, dapat diatasi dengan efektif. Karena itu, kita perlu menganalisis dan membandingkan desain undang-undang keselamatan dan keamanan negara di Indonesia, Amerika Serikat, Malaysia, dan Singapura.

Perbandingan

Persamaan dari keempat undang-undang di negara-negara tersebut adalah adanya upaya negara untuk secara preventif, antisipatif, dan cepat mengatasi ancaman dan kejahatan yang membahayakan keselamatan dan keamanan negara dengan cara penegakan hukum yang tidak biasa dengan menerobos hambatan-hambatan dalam penegakan hukum.

  • 13 January 2016
  • 40050 Views

Mengenal Koleksi Benda Seni Kenegaraan (Bag-10)

foto ni polok kukuhOleh: Kukuh Pamuji

Di antara tugas dan hobinya, Bali menjadi ruang yang khusus bagi Presiden Soekarno. Salah satu kekhususan tersebut adalah jalinan hubungan antara Bung Karno dan Le Mayeur, Le Mayeur merupakan salah satu pelukis asing yang karyanya mengisi gedung istana Kepresidenan. Pelukis dari Belgia yang datang ke Bali sejak 1929 ini, karya-karyanya kini menjadi aset bagi Istana Kepresidenan dengan nilai yang sangat tinggi. Tulisan ini mencoba untuk mengelaborasi kebiasaan presiden pertama yang kerap berhubungan dengan para perupa asing yang tinggal di Bali.

  • 8 January 2016
  • 45430 Views

Transformasi Partisipasi Publik dalam Perumusan Kebijakan di Era Reformasi

Johan KurniawanPenulis: Johan Kurniawan, S.Sos, Staf pada Biro Sumber Daya Manusia, Organisasi, dan Tata Laksana

Reformasi dan demokratisasi di Indonesia hampir menapaki usianya yang ke-18 tahun. Dalam masa tersebut, perubahan demi perubahan telah dilakukan dalam berbagai bidang, baik ekonomi, sosial, hukum serta politik. Salah satu perubahan menonjol yang sekaligus menjadi konsekuensi logis dari negara demokrasi adalah jaminan terhadap hak-hak individu, termasuk hak dalam menyampaikan pendapat.

  • 6 January 2016
  • 47273 Views

Kebijakan Kelautan Nasional (National Ocean Policy) Memberikan Arah dan Pedoman Bagi Seluruh Pihak Dalam Melaksanakan Pembangunan Kelautan

khusnulPenulis: Kusnul Nur Kasanah, Kepala Subbidang Pendayagunaan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil dan Tata Ruang Kedeputian Bidang Kemaritiman.

Presiden Jokowi mengatakan ”Kita harus bekerja dengan sekeras-kerasnya untuk mengembalikan Indonesia sebagai negara maritim. Samudera, laut, selat dan teluk adalah masa depan peradaban Kita. Kita telah terlalu lama memunggungi laut, memunggungi samudera, memunggungi selat dan teluk.

  • 5 January 2016
  • 41148 Views

12 LUKISAN ISTANA KEPRESIDENAN PILIHAN PRESIDEN SUSILO BAMBANG YUDHOYONO

Pemandangan Gunung, Yap Thian Tjay (Sumber: Bagian Pengelolaan  Seni Budaya dan Tata Graha, Sekretariat Presiden) Oleh: Kukuh Pamuji

Perjalanan sejarah seni rupa modern Indonesia sangat terkait erat dengan koleksi Istana Kepresidenan Republik Indonesia yang dikumpulkan oleh para Presiden RI, yang dimulai oleh Ir. Soekarno yang dikenal dengan sebutan Bung Karno. Bahwa sebagian besar koleksi yang bermutu milik Istana Kepresidenan merupakan warisan Bung Karno, harus kita akui. Namun demikian, para presiden setelahnya turut juga menyumbang cindera mata yang diperoleh dari luar negeri yang semakin menambah jumlah koleksi lukisan Istana.