web analytics

Kategori : Berita

Berita


  • 18 November 2017
  • 5720 Views

Antisipasi Perubahan Global, Presiden Jokowi Ajak Elemen Masyarakat Tinggalkan Pola Lama

Presiden Jokowi saat hadir dalam Forum KAHMI Jumat (17/11), di Hotel Santika Dyandra, Kota Medan, Provinsi Sumatra Utara. (Foto: BPMI)

Presiden Jokowi saat hadir dalam Forum KAHMI Jumat (17/11), di Hotel Santika Dyandra, Kota Medan, Provinsi Sumatra Utara. (Foto: BPMI)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meninggalkan pola-pola lama dalam bekerja maupun kehidupan sehari-hari. Hal tersebut penting dilakukan mengingat tantangan dan perubahan dunia yang bergerak dengan begitu sangat cepat di masa yang akan datang.

Ajakan tersebut disampaikan Kepala Negara saat menghadiri acara Peresmian Pembukaan Musyawarah Nasional ke-10 Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) yang digelar, Jumat (17/11), di Hotel Santika Dyandra, Kota Medan, Provinsi Sumatra Utara.

  • 17 November 2017
  • 9170 Views

Markas Besar PBB dan NYU Siap Dukung Program Pelatihan Pejabat Fungsional Penerjemah

Deputi Seskab bidang DKK, Yuli Harsono, dan rombongan berfoto bersama dengan Kepala Layanan Penerjemahan Lisan pada Markas Besar PBB di New York, AS, Hossam Fahr, Kamis (16/11).

Deputi Seskab bidang DKK, Yuli Harsono, dan rombongan berfoto bersama dengan Kepala Layanan Penerjemahan Lisan pada Markas Besar PBB di New York, AS, Hossam Fahr, Kamis (16/11).

Sebagai lanjutan kegiatan perbandingan pelaksanaan penerjemahan dan pembinaan penerjemah pada pemerintah asing dan lembaga internasional, Deputi Sekretaris Kabinet (Seskab) Bidang Dukungan Kerja Kabinet (DKK) Yuli Harsono beserta rombongan berkunjung ke Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), di New York, Amerika Serikat, Kamis (16/11).

Di Markas Besar PBB tersebut, Yuli Harsono beserta rombongan bertemu dengan pimpinan divisi penerjemahan lisan dan tulis, guna mempelajari praktik terbaik dalam penerjemahan lisan dan tulis yang dilakukan oleh Markas Besar PBB. Praktik terbaik ini berguna untuk meningkatkan kualitas penerjemahan di Sekretariat Kabinet (Setkab) dan untuk meningkatkan kompetensi Pejabat Fungsional Penerjemah.

  • 17 November 2017
  • 10323 Views

Gunakan Skema Padat Karya, Tahun Depan Pemerintah Laksanakan Program ‘Cash of Work’

Presiden Jokowi bersiap menuju pesawat untuk melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Sumatra Utara, Jumat (17/11). (Foto: BPMI)

Presiden Jokowi bersiap menuju pesawat untuk melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Sumatra Utara, Jumat (17/11). (Foto: BPMI)

Selain menggelontorkan Dana Desa yang tahun ini jumlahnya mencapai Rp60 triliun, mulai tahun depan Pemerintah akan mulai pembangunan di desa dengan model padat karya tunai.

“Artinya, di Kementrian PUPR, Kementrian Perhubungan, di Kementerian KKP akan siapkan skema-skema Padat Karya kas, sehingga rakyat bisa bekerja di sana, dibayar harian atau maksimal mingguan,” kata Presiden Jokowi pada Sarasehan Nasional DPD-RI “Mewujudkan Kewajiban Konstitusional DPD-RI Tahun 2017”, di Gedung Nusantara IV MPR/DPR/DPD-RI, Jakarta, Jumat (17/11) pagi.

  • 17 November 2017
  • 9964 Views

Bangun Trans Papua, Presiden Jokowi: Ini Bukan Soal Ekonomi, Ini Masalah Keadilan Sosial

Presiden saat menyampaikan arahan di acara DPD, Jumat (17/11)

Presiden saat menyampaikan arahan di acara DPD, Jakarta, Jumat (17/11)

Saat memutuskan membangun Jalan Trans Papua, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengakui ada yang menyampaikan kepadanya, apakah ada jaminan bahwa pembangunan itu akan meningkatkan, menaikkan pertumbuhan ekonomi di Papua, di tanah Papua?

“Ini kan kayak telur sama ayam. Dibangun Dulu jalannya kemudian ekonominya tumbuh atau kita menunggu tumbuhnya ekonomi baru kita membangun jalan,” kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan Sarasehan Nasional DPD-RI “Mewujudkan Kewajiban Konstitusional DPD-RI Tahun 2017”, di Gedung Nusantara IV MPR/DPR/DPD-RI, Jakarta, Jumat (17/11) pagi.

  • 17 November 2017
  • 10356 Views

Robotik Hilangkan 56% Lapangan Kerja, Presiden Jokowi: Jangan Sampai Terjadi di Indonesia

Presiden Jokowi saat memberikan sambutan Sarasehan Nasional DPD RI  di Gedung Nusantara IV MPR/DPR/DPD-RI, Jakarta, Jumat (17/11). (Foto: Humas/Jay)

Presiden Jokowi saat memberikan sambutan Sarasehan Nasional DPD RI di Gedung Nusantara IV MPR/DPR/DPD-RI, Jakarta, Jumat (17/11). (Foto: Humas/Jay)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan, revolusi industri yang keempat telah datang begitu pesat dan serentak hampir di semua negara, dan terjadi di tiga dimensi yaitu dimensi digital, dimensi fisik, dimensi biologis.

“Ada artifisial intelijen, ada bio-engineering semuanya begitu cepatnya datang di semua negara termasuk di negara Indonesia, negara kita,” kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan Sarasehan Nasional DPD-RI “Mewujudkan Kewajiban Konstitusional DPD-RI Tahun 2017”, di Gedung Nusantara IV MPR/DPR/DPD-RI, Jakarta, Jumat (17/11) pagi.

  • 17 November 2017
  • 11693 Views

Presiden Jokowi Minta Setya Novanto Ikuti Proses Hukum

Presiden Jokowi menjawab pertanyaan wartawan usai menghadiri sarasehan yang digelar DPD-RI, di gedung Nusantara IV DPR Jakarta, Jumat (17/11) pagi. (Foto: Humas/Jay)

Presiden Jokowi menjawab pertanyaan wartawan usai menghadiri sarasehan yang digelar DPD-RI, di gedung Nusantara IV DPR Jakarta, Jumat (17/11) pagi. (Foto: Humas/Jay)

Presiden Joko Widodo meminta agar Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Setya Novanto mengikuti seluruh proses hukum di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yang telah menetapkannya menjadi tersangka korupsi kasus KTP Elektronik.

“Saya minta, saya minta Pak Setya Novanto mengikuti proses hukum yang ada,” kata Presiden Jokowi kepada wartawan seusai menghadiri sarasehan “Mewujudkan Konstitusional DPD RI Tahun 2017”, yang digelar DPD-RI, di gedung Nusantara IV DPR Jakarta, Jumat (17/11) pagi.

  • 17 November 2017
  • 12793 Views

Pemerintah Prioritaskan Pengembangan Danau Toba, Borobudur, Mandalika, dan Labuan Bajo

Menteri Pariwisata menjawab pertanyaan wartawan usai mengikuti Rapat terbatas di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis (16/11) malam. (Foto: Humas/Agung)

Menteri Pariwisata menjawab pertanyaan wartawan usai mengikuti Rapat Terbatas di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis (16/11) malam. (Foto: Humas/Agung)

Dari 10 (sepuluh) destinasi wisata “Bali Baru”, pemerintah memutuskan lebih memprioritaskan 4 (empat) destinasi untuk fokus pengembangan saat ini. Keempat destinasi itu adalah Danau Toba, Borobudur, Mandalika, dan Labuan Bajo.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengemukakan, yang akan difokuskan adalah hal-hal yang terkait dengan masyarakat, seperti homestay. “Jadi akan ada model nanti homestay-nya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang akan membangun,” kata Arief kepada wartawan usai Rapat Terbatas di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis (16/11) sore.

  • 16 November 2017
  • 17534 Views

Perlu 58 Juta Tenaga Terampil, Presiden Jokowi Ingin Perguruan Tinggi Luar Negeri Bisa Buka di Indonesia

Presiden Jokowi memimpin ratas mengenai Pendidikan Vokasi, di Istana Bogor, Jabar, Kamis (16/11) siang. (Foto: Agung/Humas)

Presiden Jokowi memimpin ratas mengenai Pendidikan Vokasi, di Istana Bogor, Jabar, Kamis (16/11) siang. (Foto: Agung/Humas)

Seusai memimpin Rapat Terbatas tentang Pengembangan 10 Bali Baru, Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla langsung memimpin Rapat Terbatas mengenai Pendidikan Vokasi dan Implementasinya, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis (16/11) siang.

Dalam awal pengantarnya Presiden Jokowi mengemukakan, perlunya ada revisi Undang-Undang Pendidikan, agar universitas atau akademi, politeknik luar bisa mendirikan perguruan tinggi di Indonesia.

  • 16 November 2017
  • 18823 Views

Banyak Yang Senang Wisata, Presiden Jokowi Minta Pembangunan ‘10 Bali Baru’ Cepat Dirampungkan

Setkab Pramono Anung berbincang dengan sejumlah menteri sebelum rapat terbatas di Istana Bogor, Jabar, Kamis (16/11) siang. (Foto: Agung/Humas)

Setkab Pramono Anung berbincang dengan sejumlah menteri sebelum rapat terbatas di Istana Bogor, Jabar, Kamis (16/11) siang. (Foto: Agung/Humas)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan, adanya pergeseran orang untuk tidak belanja barang, tidak belanja merk, tetapi senang traveling, senang wisata, senang mencoba restoran baru, senang mencoba Kafe, senang mencoba makanan-makanan yang khas.

“Ini sebuah kesempatan yang harus kita manfaatkan,” kata Presiden Jokowi saat menyampaikan pengantar pada Rapat Terbatas (Ratas) mengenai Pengembangan 10 Bali Baru, yang digelar di Istana Kepresidenan, Bogor, Jawa Barat, Kamis (16/11) siang.

  • 16 November 2017
  • 16886 Views

Hanya 5 Tahun Sekali, Presiden Jokowi: Jangan Sampai Perhelatan Politik Menjadikan Kita Tidak Rukun

Seorang Kepala Suku menyampaikan pertanyaan kepada Presiden Jokowi pada Silaturahmi, di Istana Bogor, Jawa Barat, Kamis (16/11) pagi. (Foto: OJI/Humas)

Seorang Kepala Suku menyampaikan pertanyaan kepada Presiden Jokowi saat Silaturahmi di Istana Bogor, Jawa Barat, Kamis (16/11) pagi. (Foto: OJI/Humas)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, bahwa keragaman suku, agama, adat istiadat, budaya Indonesia merupakan kekayaan yang merupakan anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa. Hal ini patut disyukuri, dan jangan karena, misalnya perhelatan politik, karena pilihan Bupati, pilihan Wali Kota, pilihan Gubernur, atau pilihan Presiden, menjadikan kita tidak rukun.

“Sudahlah, kalau saya sampaikan ke siapapun, yang namanya pemilu, pilih pemimpin yang baik, coblos, sudah, setelah itu rukun kembali,” pinta Presiden Jokowi saat bertatap muka, bersilaturahim, dan berkenalan dengan para kepala suku/lembaga adat seluruh Indonesia di Istana Bogor, Kamis (16/11) pagi.