web analytics

Kategori : Berita

Berita


  • 15 February 2018
  • 27782 Views

Banyak Kepala Daerah Terkena OTT KPK, Mendagri Tepis Alasan Terkait Pilkada

Doorstop MendagriMenteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menepis alasan banyaknya kepala daerah terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena terkait penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang membutuhkan biaya mahal.

Walapun dalam sejumlah kasus OTT, seperti di Kabupaten Subang (Jabar), Jombang (Jatim), atau Ngada (NTT) ada indikasi pada biaya politik pemilihan, Mendagri minta agar hal itu tidak dikaitkan dengan pelaksanaan Pilkada, tetapi lebih kepada masalah mental masing-masing kepala daerah.

  • 15 February 2018
  • 24787 Views

Ingatkan Indonesia Negara Besar, Presiden: Jangan Sampai Karena Pilkada Kita Menjadi Retak

Presiden Jokowi menyapa peserta acara penyerahan KIS, KIP, PKH di di Lapangan Syekh Yusuf, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel), Kamis (15/2). (Foto: Humas/Rahmat).

Presiden Jokowi menyapa peserta acara penyerahan KIS, KIP, PKH di Lapangan Syekh Yusuf, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel), Kamis (15/2). (Foto: Humas/Rahmat).

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan, Indonesia adalah negara besar yang memiliki 714 suku, 1.100 bahasa daerah, serta agama yang bermacam-macam. Selain itu, ada 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

“Itu anugerah yang diberikan Allah kepada bangsa Indonesia,” kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada penyerahan Kartu Indonesia Pintar (KIP), Program Keluarga Harapan (PKH), dan Bantuan Sosial (Bansos) Pangan Beras Sejahtera (Rastra), di Lapangan Syekh Yusuf, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel), Kamis (15/2) pagi.

  • 14 February 2018
  • 29285 Views

Dari 126 Juta Yang Seharusnya Keluar, Presiden Jokowi: Baru 51 Juta Sertifikat Dipegang Rakyat

Presiden Jokowi saat menyerahkan sertifikat hak atas tanah untuk rakyat di Provinsi Maluku, di Hatu, Kecamatan Lehitu Barat, Maluku Tengah, Maluku, Rabu (14/2). (Foto: Humas/Oji).

Presiden Jokowi saat menyerahkan sertifikat hak atas tanah untuk rakyat, di Hatu, Kecamatan Lehitu Barat, Maluku Tengah, Maluku, Rabu (14/2). (Foto: Humas/Oji).

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan, di seluruh Indonesia harusnya ada 126 juta sertifikat harus dikeluarkan dan dipegang oleh rakyat, tapi kenyataannya, sampai saat ini baru 51 juta yang dikeluarkan.

“Sebelumnya, setiap tahun pemerintah itu hanya mengeluarkan 500.000 sertifikat setiap tahun. Berarti butuh 150 tahun baru rampung sertifikat kalau diterus-teruskan,” kata Presiden Jokowi saat menyerahkan sertifikat hak atas tanah untuk rakyat di Provinsi Maluku, di Hatu, Kecamatan Lehitu Barat, Maluku Tengah, Maluku, Rabu (14/2) sore.

  • 14 February 2018
  • 29174 Views

Presiden Jokowi Berharap Padat Karya Tunai Naikkan Daya Beli Masyarakat

Presiden Jokowi meninjau program padat karya tunai, di Kab. Seram Barat, Maluku, Rabu (14/2) siang. (Foto: BPMI Setpres)

Presiden Jokowi meninjau program padat karya tunai, di Kab. Seram Barat, Maluku, Rabu (14/2) siang. (Foto: BPMI Setpres)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, program padat karya tunai digulirkan pemerintah untuk meningkatkan daya beli masyarakat melalui keterlibatan warga setempat dalam program tersebut.

“Kita ingin padat karya tunai ini bisa mendistribusi anggaran langsung ke desa sehingga tingkat konsumsi atau daya beli masyarakat semakin naik,” kata Presiden Jokowi saat meninjau pembangunan irigasi dan jalan produksi persawahan di Desa Waimital, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku, Rabu (14/2) siang.

  • 14 February 2018
  • 28168 Views

Sebut Saatnya Membantu, Presiden Jokowi: Indonesia Bisa Jadi Pemimpin Negara Muslim

Presiden Jokowi menyapa masyarakat dalam kunjungan ke Ambon, Maluku, Rabu (14/2) pagi. (Foto: OJI/Humas)

Presiden Jokowi menyapa masyarakat dalam kunjungan ke Ambon, Maluku, Rabu (14/2) pagi. (Foto: Humas/Oji)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali mengingatkan, bahwa Indonesia sudah masuk negara dengan ekonomi besar, sudah masuk negara Group 20 (G20). Karena itu, ia minta jangan lagi mencari-cari bantuan tapi justru harus mulai membantu.

“Saya sudah sampaikan kemarin pada Duta-duta Besar, jangan lagi mencari bantuan-bantuan, jangan lagi seperti ini. Kita justru harus mulai membantu, jangan meminta-minta bantuan. Harus memulai seperti itu,” kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada pembukaan Kongres ke-30 Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), yang digelar di Universitas Pattimura, Ambon, Maluku, Rabu (14/2) pagi.

  • 14 February 2018
  • 17049 Views

Presiden Jokowi: Saya Kepala Negara Pertama Yang Kunjungi Pengungsi Rohingya di Cox’s Bazar

Presiden Jokowi menghadiri pembukaan Kongres ke-30 HMI, di Universitas Pattimura, Ambon, Maluku, Rabu (14/2) pagi. (Foto: OJI/Humas)

Presiden Jokowi menghadiri pembukaan Kongres ke-30 HMI, di Universitas Pattimura, Ambon, Maluku, Rabu (14/2) pagi. (Foto: Humas/Oji)

Pada saat membuka Kongres ke-30 Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), di Universitas Pattimura, Ambon, Maluku, Rabu (14/2) pagi, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan, kepedulian pemerintah tidak hanya terhadap masalah-masalah di dalam negeri, tetapi juga terhadap saudara-saudara di negara sahabat.

“Kita terus membantu perjuangan saudara-saudara kita di Palestina melawan penindasan dan ketidakadilan,” kata Presiden Jokowi.

  • 14 February 2018
  • 12293 Views

Alasan Prioritaskan Infrastruktur, Presiden Jokowi: Untuk Bangun Keadilan Sosial Seluruh Rakyat

Presiden Jokowi memuku bedug sebagai tanda pembukaan Kongres ke-30 HMI, di Universitas Patimura, Ambon, Rabu (14/2) pagi. (Foto: OJI/Humas)

Presiden Jokowi memukul bedug sebagai tanda pembukaan Kongres ke-30 HMI, di Universitas Pattimura, Ambon, Rabu (14/2) pagi. (Foto: Humas/Oji)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo menghadiri pembukaan Kongres ke-30 Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), di Auditorium Universitas Pattimura, Ambon, Maluku, Rabu (14/2) pagi.

Dalam kesempatan ini, Presiden Jokowi menyampaikan alasannya membangun infrastruktur seperti jalan, jembatan, pelabuhan, bandar udara, waduk, dan pembangkit listrik dalam awal-awal pemerintahan yang dipimpinnya.

  • 14 February 2018
  • 12714 Views

Sebelum Hadiri Kongres HMI, Presiden Jokowi Tinjau Proyek Padat Karya Tunai di Ambon

Presiden Jokowi meninjau proyek padat karya tunai di Batumerah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Rabu (14/2) pagi. (Foto: OJI/Humas)

Presiden Jokowi meninjau proyek Padat Karya Tunai di Batumerah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Rabu (14/2) pagi. (Foto: Humas/Oji)

Mengawali kunjungan kerjanya ke Provinsi Maluku, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau proyek Padat Karya Tunai yang dilaksanakan di Ambon, yaitu proyek pengerukan dasar sungai  oleh Kementerian Desa, PDT, dan Transmigrasi, di Batumerah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Rabu (14/2) pagi.

Menurut Presiden, proyek pengerukan dasar sungai itu merupakan program Padat Karya Tunai yang dilakukan oleh Kemendes PDTT, dan dilakukan di banyak titik. Selain itu, ada kementerian lain yang terlibat dalam proyek itu.

  • 13 February 2018
  • 16816 Views

Ke Ambon, Presiden Jokowi Hadiri Kongres ke-30 HMI

jokowi_iriana_Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Ibu Negara Iriana siang ini, Selasa (13/2), bertolak menuju Provinsi Maluku dalam rangka melakukan kegiatan kunjungan kerja. Melalui Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta, Kepala Negara lepas landas dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 sekitar pukul 14.50 WIB atau 16.50 WIT.

Dengan menempuh perjalanan selama kurang lebih 3 jam 30 menit, Presiden Jokowi dan Ibu Iriana beserta rombongan diperkirakan akan tiba di Bandara Internasional Pattimura, Kota Ambon, Provinsi Maluku, sekira pukul 18.20 WIT atau 20.20 WIB.

  • 13 February 2018
  • 17172 Views

Dilantik Mensesneg, Lidya D. Jadi Deputi Hukum Kemensetneg dan Rika K. Deputi Administrasi Setpres

Mensesneg Pratikno melantik Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Kemensetneg, di aula Gedung III Kemensetneg, Jakarta, Selasa (13/2) pagi. (Foto: Humas Kemensetneg)

Mensesneg Pratikno melantik Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Kemensetneg, di aula Gedung III Kemensetneg, Jakarta, Selasa (13/2) pagi. (Foto: Humas Kemensetneg)

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno melantik dua Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan 11 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg), di aula Serbaguna Gedung Kemensetneg, Jakarta, Selasa (13/2) pagi.

Dua Pejabat Pimpinan Tinggi Madya yang dilantik berdasarkan Keputusan Presiden RI No.1 TPA 2018 adalah Lidya Silvanna Djaman sebagai Deputi Bidang Hukum dan Perundang-undangan, Kemensetneg, dan Rika Kiswardani sebagai Deputi Bidang Administrasi dan Pengelolaan Istana, Sekretariat Presiden (Setpres).