web analytics

Kategori : Berita

Berita


  • 31 December 2015
  • 33197 Views

Soal Permohonan Amnesti Din Minimi, Presiden Jokowi: Akan Kita Beri, Tapi Ada Prosesnya

Presiden Jokowi menjawab pertanyaan wartawan saat meninjau Pasar Lokal Keyabi di Kabupaten Nduga, Papua, Kamis (31/12) (Foto:Rusman/Setpres)

Presiden Jokowi menjawab pertanyaan wartawan saat meninjau Pasar Lokal Keyabi di Kabupaten Nduga, Papua, Kamis (31/12) (Foto:Rusman/Setpres)

Pemerintah merespons baik keinginan pemimpin kelompok bersenjata Aceh, Nurdin bin Ismail alias Din Minimi, dan anggota kelompoknya untuk mendapatkan amnesti sebagaimana syarat yang diajukan kelompok tersebut sebelum menyerahkan diri kepada Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Sutiyoso, Selasa (29/12) lalu.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan pemerintah akan memproses permohonan amnesti untuk anggota kelompok Din Minimi sesuai ketentuan yang berlaku.

  • 31 December 2015
  • 33760 Views

Kunjungi Kab. Nduga, Presiden Pilih Pendekatan Pembangunan Untuk Stabilkan Keamanan

Presiden Jokowi didampingi Ibu Iriana saat mengunjungi Pasar Lokal Keyabi Kabupaten Nduga, Papua (31/12)

Presiden Jokowi didampingi Ibu Iriana saat mengunjungi Pasar Lokal Keyabi Kabupaten Nduga, Papua (31/12) (Foto:rusman/Setpres)

Pada hari kedua kunjungannya di Papua, Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo melanjutkan agenda kunjungan kerjanya dengan meninjau pembangunan jalan di wilayah Desa Kenyam, Kabupaten Nduga, Provinsi Papua (31/12). Jalan inilah yang akan menghubungkan Nduga dan Wamena.

Presiden Jokowi berharap pembangunan jalan tersebut dimaksudkan agar Kabupaten Nduga yang termazuk zona merah atau belum stabil kondisi keamanannya akan menjadi lebih terbuka.

  • 31 December 2015
  • 32352 Views

2015 Tahun Penuh Tantangan, Seskab: 2016, Mudah-mudahan Ekonominya Lebih Baik

Seskab, Pramono Anung, saat menjawab pertanyaan wartawan di ruang kerjanya (30/12)

Seskab, Pramono Anung, saat menjawab pertanyaan wartawan di ruang kerjanya (30/12)

Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung menilai, sepanjang tahun 2015 yang berakhir hari ini merupakan tahun yang penuh tantangan bagi pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). Ia menyebutkan, tahun 2015 adalah persoalan konsolidasi politik terkait adanya pengelompokkan di parlemen antara partai-partai politik yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Hebat (KIH) dan  Koalisi Merah Putih (KMP).

Kemudian persoalan asap yang hampir 3-4 bulan betul-betul menyita perhatian dan berbagai  persoalan yang ada. “Tetapi kalau dilihat, bahwa di ujung pemerintahan Pak Jokowi dan Pak JK ini, persoalan yang paling utama adalah persoalan ekonomi yang mengalami rebound,” kata Pramono kepada wartawan, di ruang kerjanya, Lantai 2 Gedung III Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Rabu (30/12) siang.

  • 30 December 2015
  • 36053 Views

Soal Keberhasilan Reshuffle Kabinet Jilid I, Seskab Serahkan Penilaian Kepada Masyarakat

Sekretaris Kabinet, Pramono Anung, saat diwawancara wartawan di ruang kerjanya siang ini (30/12)

Sekretaris Kabinet, Pramono Anung, saat diwawancara wartawan di ruang kerjanya siang ini (30/12). (Foto: Humas/Oji)

Sekretaris Kabinet (Seskab), Pramono Anung, yang masuk gerbong Kabinet Kerja pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla pada saat perombakan kabinet atau reshuffle jilid I pada pertengahan Agustus lalu menyerahkan penilaian kepada masyarakat atas berhasil atau tidaknya reshuffle itu.

Yang pasti, menurut Seskab, dari reshuffle Kabinet jilid I itulah dihasilkan misalnya tentang beberapa Paket Kebijakan Ekonomi yang dimotori oleh Menko Bidang Perekonomian Darmin Nasution, dibantu oleh sejumlah menteri, termasuk menteri yang masuk dalam masa reshuffle.

  • 30 December 2015
  • 46794 Views

Inilah Cara Menkeu Atasi Pekerjaan Yang Tidak Terselesaikan Sampai Akhir Tahun Anggaran

cisumdawu-622Tahun Anggaran 2015 tinggal beberapa hari lagi. Guna mengatasi pekerjaan yang tidak terselesaikan sampai akhir tahun anggaran 2015, Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro pada tanggal 23 Desember 2015 telah menandatangani Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 243/PMK.05/2015 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 194/PMK.05/2014 tentang Pelaksanaan Anggaran Dalam Rangka Penyelesaian Pekerjaan Yang Tidak Terselesaikan Sampai dengan Akhir Tahun Anggaran.

  • 30 December 2015
  • 36575 Views

Resmikan Bandara Wamena, Presiden: Kondisi Alam Papua Jadi Tantangan Percepat Pembangunan

Presiden Jokowi meresmikan Terminal Baru Bandar Udara Wamena dan Bandar Udara Kaimana, Rabu (30/12) siang.

Presiden Jokowi meresmikan Terminal Baru Bandar Udara Wamena dan Kaimana di Papua, Rabu (30/12) siang. (Foto: Biro Pers, Media, dan Informasi/Setpres)

Setelah mengunjungi pelabuhan perikanan di Kabupaten Merauke, Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo melanjutkan perjalanan menuju kota Wamena, Papua, guna meresmikan Terminal Baru Bandar Udara (Bandara) Wamena dan  Kaimana, Rabu (30/12) siang.

Dalam sambutannya Presiden Jokowi mengatakan, bahwa Bandara Wamena dan Bandara Kaimana memiliki posisi strategis. “Bandara Wamena dan Kaimana adalah pintu gerbang yang menghubungkan warga pegunungan tengah Papua dengan daerah-daerah lain di seluruh Indonesia,” tegasnya.

  • 30 December 2015
  • 34479 Views

Turunkan Biaya Logistik‎, Presiden Jokowi Dorong Penyelesaian Pembangunan Pelabuhan Merauke

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau Pelabuhan Perikanan Merauke, Papua Rabu (30/12) (Foto Biro Pers, Media, dan Informasi/Setpres)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau Pelabuhan Perikanan Merauke, Papua Rabu (30/12) (Foto Biro Pers, Media, dan Informasi/Setpres)

Setelah meresmikan Monumen Kapsul Waktu Impian Indonesia 2015-2085, yang diselenggarakan di lapangan Hasanap Sai, Kabupaten Merauke, Papua,  Rabu (30/12) pagi, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau Pelabuhan Perikanan Merauke.‎

Dalam kunjungan itu, Presiden Jokowi menjanjikan akan mengucuri dana untuk menyelesaikan pembangunan pelabuhan yang dilakukan sejak tahun 2010 lalu itu, yang terhenti karena masalah pendanaan.

  • 30 December 2015
  • 36140 Views

Resmikan Monumen Kapsul Waktu, Presiden Jokowi: Ayo Kita Kerja! Wujudkan Mimpi Bersama

Presiden Jokowi saat Resmikan Kapsul Waktu di lapangan Hasanap Sai, Kabupaten Merauke, Papua, Rabu (30/12) pagi. (Biro Pers, Media, dan Informasi/Setpres)

Presiden Jokowi saat Resmikan Kapsul Waktu di lapangan Hasanap Sai, Kabupaten Merauke, Papua, Rabu (30/12) pagi. (Biro Pers, Media, dan Informasi/Setpres)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Monumen Kapsul Waktu Impian Indonesia 2015-2085, yang diselenggarakan di lapangan Hasanap Sai, Kabupaten Merauke, Papua,  Rabu (30/12) pagi.

Kapsul Waktu Impian Indonesia ini merupakan wadah sejarah berbentuk kapsul tempat menyimpan dokumen tulisan impian masyarakat dari setiap provinsi di Indonesia, yang diletakkan tahun 2015 dan dibuka tahun 2085.

Dalam sambutannya Presiden Jokowi mengatakan, kapsul waktu ini telah mengumpulkan harapan dan impian seluruh anak bangsa, dari Nol Kilometer di Kota Sabang, sampai Kabupaten Merauke, di ujung timur Indonesia ini.

“Impian setiap anak bangsa di setiap provinsi, kita jadikan satu menjadi impian kita bersama, satu nusa, satu bangsa dan satu bahasa,” kata Presiden Jokowi.

  • 30 December 2015
  • 36516 Views

Presiden Jokowi Teken Inpres Kebijakan Fasilitas Perdagangan Bebas di Dalam Negeri

Perdagangan BebasDalam rangka mempercepat dan memperluas peningkatan investasi dan pengembangan industri nasional yang memanfaatkan hasil produksi dari sumber daya dalam negeri untuk memperkuat daya saing ekonomi nasional, Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada tanggal 23 Desember 2015 telah menandatangani Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 13 Tahun 2015 tentang Kebijakan Fasilitas Perdagangan Bebas di Dalam Negeri.

 Inpres itu ditujukan kepada: a. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian; b. Menteri Keuangan; c. Menteri Perdagangan; d. Menteri Perindustrian; dan e. Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal.

  • 29 December 2015
  • 20719 Views

Serahkan DIPA, Pramono Berharap Sekretariat Kabinet Jadi ‘Think Tank’ Presiden

Seskab, Pramono Anung, Menyerahkan DIPA kepada Deputi Bidang Dukungan Kerja Kabinet di ruang rapat Seskab (29/12)

Seskab, Pramono Anung, Menyerahkan DIPA kepada Deputi Bidang Dukungan Kerja Kabinet di ruang rapat Seskab (29/12)

Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung menyerahkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Petunjuk Operasional Kegiatan (POK) DIPA Tahun Anggaran 2016, di Ruang Rapat Sekretaris Kabinet, Lantai 2 Gedung  3 Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Selasa (29/12) siang. DIPA dan POK DIPA ini akan digunakan sebagai dasar untuk melakukan pengeluaran negara dan pencairan dana tentang program-program, kegiatan, jenis belanja di Sekretariat Kabinet.

Dalam sambutannya Seskab Pramono meminta agar Sekretariat Kabinet dan jajarannya membangun sistem yang lebih baik. Perbaikan ini berkaitan dengan sistem yang mendukung kegiatan Presiden yang memiliki speed yang begitu luar biasa, sangat cepat, sangat tinggi.