web analytics

Kategori : Berita

Berita


  • 10 September 2015
  • 21507 Views

Ari Dwipayana Gantikan Posisi Teten Masduki Sebagai Tim Komunikasi Presiden

Ari Dwipayana

Ari Dwipayana

Ada yang berbeda dalam siaran pers yang disebar Tim Komunikasi Presiden terkait peluncura Paket Kebijakan Ekonomi Tahap I September 2015, Rabu (9/9) malam. Pada bagian pengirim tertulis “Tim Komunikasi Presiden Ari Dwipayana” bukan Teten Masduki sebagaimana berlangsung selama ini.

Saat dikonfirmasi wartawan Teten membenarkan, bahwa Ari Dwipayana yang sebelumnya menjabat sebagai Staf Khusus Menteri Sekretaris Negara resmi menempati jabatan yang ditinggalkannya, yaitu sebagai Tim Komunikasi Presiden.

Dengan demikian, Teten kini bisa lebih fokus melaksanakan tugas barunya sebagai Kepala Staf Kepresidenan menggantikan Luhut Binsar Pandjaitan, tidak lagi merangkap sebagai Tim Komunikasi Presiden.

  • 10 September 2015
  • 20349 Views

Kemarau Panjang, Menteri Agama Imbau Umat Islam Laksanakan Shalat Istisqa

istisqo1Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin mengaku prihatin dengan musim kemarau panjang yang melanda Tanah Air dalam 6 (enam) bulan terakhir. Untuk itu, selain mengajak masyarakat mendukung upaya pemerintah melakukan berbagai upaya mengatasi kekeringa, termasuk di antaranya dengan membuat hujan buatan, Menag mengimbau umat Islam di tanah air untuk melaksanaan Shalat Istisqa, meminta meminta kepada Allah SWT agar menurunkan hujan.

“Saya mengimbau umat Islam untuk mengadakan Shalat Istisqa untuk meminta turun hujan,” kata Lukman, di Jakarta, Kamis (8/9).

Menag mengharapkan peran para ulama, pimpinan organisasi kemasyarakatan (Ormas) Islam dan imam masjid agar berinisiatif mengajak masyarakat, khususnya umat Islam mengadakan shalat Istisqa secara berjamaah.

  • 9 September 2015
  • 65491 Views

Inilah Pokok-Pokok Paket Kebijakan Ekonomi Tahap I September 2015

Menko Perekonomian Darmin Nasution menyampaikan rincian Paket Kebijakan Tahap I September 2015, di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (9/9) petang

Menko Perekonomian Darmin Nasution menyampaikan rincian Paket Kebijakan Tahap I September 2015, di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (9/9) petang

Dengan tujuan menggerakkan ekonomi nasional, Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Rabu (9/9) petang, di Istana Merdeka, Jakarta, telah meluncurkan Paket Kebijakan yang dinamakan Paket Kebijakan Tahap I September 2015.

Presiden menyebutkan ada 3 (tiga) langkah dalam Paket Kebijaka tersebut, yaitu: 1. Mendorong daya saing industri nasional melalui deregulasi, debirokratisasi, serta penegakan hukum dan kepastian usaha; 2. Mempercepat proyek strategis nasional  dengan menghilangkan berbagai hambatan, sumbatan dalam pelaksanaan dan penyelesaian proyek strategis nasional; dan 3. Meningkatkan investasi di sektor properti.

  • 9 September 2015
  • 22154 Views

Inilah Paket Kebijakan Bank Indonesia Dukung Paket Kebijakan Ekonomi Tahap I September 2015

Gubernur BI Agus Martowardojo didampingi Ketua OJK dan sejumlah menteri menyampaikan Paket Kebijakan BI, di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (9/9) petang

Gubernur BI Agus Martowardojo didampingi Ketua OJK dan sejumlah menteri menyampaikan Paket Kebijakan BI, di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (9/9) petang

Mendukung langkah pemerintah mengeluarkan Paket Kebijakan Ekonomi Tahap I September 2015, Bank Indonesia (BI) selaku otoritas moneter juga menyampaikan kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan di September 2015.

“Kebijakan-kebijakan yang kami keluarkan adalah kebijakan yang telah kami koordinasikan dengan pemerintah khususnya pemerintah pusat dan otoritas terkait khususnya Menteri Keuangan,” kata Gubernur BI Agus D.W. Martowardojo saat mengumumkan kebijakan BI seusai Presiden Joko Widodo mengumumkan Paket Kebijakan Tahap I September 2015, di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (9/9) petang.

Menurut Agus, ada 5 (lima) hal yang disiapkan oleh Bank Indonesia pada September 2015.

  • 9 September 2015
  • 24310 Views

Hanya Tunjukkan Paspor, Orang Asing Kini Boleh Buka Rekening Bank 50.000 Dollar AS Di Indonesia

Ketua OJK Muliaman Hadad saat mengumumkan dibolehkannya orang asing membuka rekening bank di Indonesia, di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (9/9) petang

Ketua OJK Muliaman Hadad saat mengumumkan dibolehkannya orang asing membuka rekening bank di Indonesia, di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (9/9) petang

Mendukung paket deregulasi dan debirokratisasi yang diluncurkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Paket Kebijakan Ekonomi Tahap I September 2015, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga meluncurkan kebijakan yang memungkinkan orang asing membuka rekening senilai 50.000 dollar AS (US$ 50.00) di bank-bank devisa di Indonesia.

Kebijakan tersebut diumumkan langsung oleh Ketua OJK Muliaman D. Hadad di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (9/9) petang, seusai Presiden Jokowi mengumumkan langsung Paket Kebijakan Ekonomi Tahap I September 2015 untuk menggerakkan perekonomian nasional.

  • 9 September 2015
  • 26567 Views

Gerakkan Ekonomi, Presiden Jokowi Luncurkan Paket Kebijakan Tahap I September 2015

Presiden Jokowi didampingi sejumlah Gubernur BI, Ketua OJK, dan sejumlah menteri mengumumkan Paket Kebijakan I September 2015, di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (9/9) petang

Presiden Jokowi didampingi Gubernur BI, Ketua OJK, dan sejumlah menteri mengumumkan Paket Kebijakan Tahap I September 2015, di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (9/9) petang

Meskipun telah melakukan berbagai langkah dalam upaya menciptakan kodisi ekonomi makro yang kondusif, di antaranya dengan mendorong percepatan belanja pemerintah, melalui percepatan daya serap anggaran, dan juga melakukan langkah-langkah penguatan neraca pembayaran, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengakui langkah-langkah itu belum cukup.

Untuk itu, lanjut Presiden Jokowi, Pemerintah melanjutkan dengan berbagai upaya untuk menggerakkan ekonomi nasional, dengan meluncurkan Paket Kebijakan yang dinamakan Paket Kebijakan Tahap I September 2015.

Paket Kebijakan yang diumumkan langsung oleh Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (9/9) petang itu, terdiri atas 3 (tiga langkah), yaitu:

  • 9 September 2015
  • 20592 Views

Presiden Jokowi Minta Direksi Perbankan Ajak Nasabah Cairkan Dollarnya Di Dalam Negeri

Presiden Jokowi berbincang santai dengan sejumlah direksi perbankan usai membuka Indonesia Banking Expo 2015, di JCC Jakarta, Rabu (9/9) siang

Presiden Jokowi berbincang santai dengan sejumlah direksi perbankan usai membuka Indonesia Banking Expo 2015, di JCC Jakarta, Rabu (9/9) siang

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta para Direktur Utama (Dirut) dan direksi perbankan agar mengajak para nasabah mereka, terutama para pengusaha, agar mencairkan mata uang dollar Amerika Serikat (AS) yang dimilikinya, serta menggunakan transaksi dalam negeri dalam bentuk rupiah.

Menurut Presiden Jokowi, ia sendiri sudah memanggil beberapa pengusaha hampir setiap hari untuk memberikan gambaran mengenai pertumbuhan ekonomi, mengenai apa yang sudah dikerjakan pemerintah terutama dalam serapan anggaran, dan juga proyek-proyek yang sudah berjalan.

  • 9 September 2015
  • 21471 Views

LRT Botabek Akan Terintegrasi Dengan MRT, Busway, Dan Kereta Bandara Di Jakarta

Presiden Jokowi didampingi sejumlah pejabat menekan tombol sirene tanda dimulainya pembangunan LRT, di Jakarta Timur, Rabu (9/9) pagi

Presiden Jokowi didampingi sejumlah pejabat menekan tombol sirene tanda dimulainya pembangunan LRT, di Jakarta Timur, Rabu (9/9) pagi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan, kereta api ringan atau light rail transit (LRT) yang peletakan baru pertama atau groundbreaking-nya telah dilaksanakannya, di depan kantor Jasa Marga, tol KM 5.400, seberang Taman Anggrek Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Rabu (9/9) pagi, nantinya akan terintegrasi dengan semua moda transportasi di DKI Jakarta.

“Setelah ini, ini kan yang dari luar masuk ke Jakarta. Saya tadi di depan tanya ke Pak Gubernur DKI, Perpresnya juga sudah saya beri ke Gubernur DKI, ini. Tadi bisiki Pak Gubernur, kapan bisa dimulai, Pak Gub? Januari, karena di DKI harus lelang,” kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada groundbreaking proyek pembangunan LRT itu.

  • 9 September 2015
  • 20822 Views

‘Groundbreaking’ LRT, Presiden Jokowi: Jangan Tunda Lagi Karena Menyangkut Kemacetan Jakarta

Presiden Jokowi melakukan peletakan batu pertama pembangunan LRT Jakarta - Bogor - Depok - Bekasi, di Jakarta Timur, Rabu (9/9) pagi

Presiden Jokowi melakukan peletakan batu pertama pembangunan LRT Jakarta – Bogor – Depok – Bekasi, di Jakarta Timur, Rabu (9/9) pagi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi sejumlah menteri Kabinet Kerja, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Rabu (9/9) pagi, di depan kantor Jasa Marga, tol KM 5.400, seberang Taman Anggrek Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur meresmikan pemancangan tiang pertama atau groundbreaking pembangunan kereta api ringan atau Light Rail Transit (LRT).

“Dengan mengucapkan Bismillah, pembangunan kereta api ringan Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi saya nyatakan dimulai,” kata Presiden Jokowi saat meresmikan groundbreaking pembangunan LRT itu.

  • 9 September 2015
  • 28148 Views

LRT Jalur Cibubur – Cawang – Bekasi Timur Dan Cawang – Dukuh Atas Beroperasi 2018

Presiden Jokowi didampingi Gubernur DKI Jakarta dan sejumlah menteri menyaksikan maket pembangunan LRT, saat groundbreaking di Jakarta Timur, Rabu (9/9)

Presiden Jokowi didampingi Gubernur DKI Jakarta dan sejumlah menteri menyaksikan maket pembangunan LRT, saat groundbreaking di Jakarta Timur, Rabu (9/9)

Pembangunan tahap pertama (I) kereta api ringan atau light rail transit (LRT) yang telah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), di depan kantor Jasa Marga, tol KM 5.400, seberang Taman Anggrek Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Rabu (9/9) pagi, diperkirakan akan selesai dan mulai beroperasi pada tahun 2018 mendatang.

“Pembangunan LRT tahap I akan dimulai  kuartal akhir 2015 dan selesai akhir 2018, sedang tahap II akan dimulai  kuartal akhir 2016 dan diharapkan selesai 2018,” kata Dirut PT. Adhi Karya (Persero) Tbk, Kiswodarmawan, selaku pelaksana proyek tersebut dalam siaran persnya Rabu (9/9) ini.