web analytics

Kategori : Berita

Berita


  • 12 August 2015
  • 30089 Views

Teten: Menteri Diganti Bukan Berarti Kinerjanya Buruk, Tapi Konsolidasi Harus Dilakukan

Staf Khusus Presiden Teten Masduki

Staf Khusus Presiden Teten Masduki

Dalam reshufle kabinet yang dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Rabu (12/8), terdapat sejumlah nama baru yang masuk dalam Kabinet Kerja, seperti Rizal Ramli, Darmin Nasution, Thomas Lembong, dan Pramono Anung Wibowo. Menanggapi hal itu, Staf Khusus Presiden Teten Masduki menjelaskan, bahwa pertimbangan Presiden memilih nama-nama itu sudah memperhatikan aspek profesiolitas, integritas, dan juga aspek lain yang khusus dalam merespon situasi terakhir masalah ekonomi.

“Saya kira itu sekarang yang dibutuhkan oleh masyarakat, jadi dalam hal ini Presiden dalam melakukan rekrutmen para menteri baru itu betul-betul memperhatikan aspirasi masyarakat,” kata Teten kepada wartawan seusai pelantikan 5 (lima) menteri Kabinet Kerja dan Sekretaris Kabiet, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (12/8).

  • 12 August 2015
  • 25925 Views

Soal Reshufle Kabinet, Mensesneg: Kita Butuh Pemerintahan Yang Makin Efektif

Mensesneg Pratikno didampingi Tim Komunikasi Presiden, Teten Masduki, menjawab wartawan mengenai reshufle kabinet, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (12/8)

Mensesneg Pratikno didampingi Tim Komunikasi Presiden, Teten Masduki, menjawab wartawan mengenai reshufle kabinet, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (12/8)

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno menjelaskan, reshuffle kabinet yang dilakukan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Rabu (12/8) ini terhadap 5 (lima) menteri dan Sekretaris Kabinet dilakukan karena ada dinamika di tingkat global maupun nasional terutama sekali dalam dinamika ekonomi yang membutuhkan respon yang sangat cepat dari pemerintah.

“Jadi oleh karena itu, Presiden merasa untuk memerlukan suatu terobosan bagi percepatan kerja-kerja kabinet,” kata Pratikno kepada wartawan seusai pelantikan 5 menteri dan Sekretaris Kabinet, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (12/8) siang.

  • 12 August 2015
  • 27272 Views

Sertijab Seskab, Pramono Anung Janji Teruskan Yang Sudah Baik Dari Andi Widjajanto

Serah terima jabatan Sekretaris Kabinet dari Andi Widjajanto kepada Pramono Anung, di Gedung III Kemensetneg, Jakarta, Rabu (12/8).

Serah terima jabatan Sekretaris Kabinet dari Andi Widjajanto kepada Pramono Anung, di Gedung III Kemensetneg, Jakarta, Rabu (12/8).

Hanya beberapa saat setelah dilantik oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), Sekretaris Kabinet Pramono Anung langsung menuju lantai II Gedung III Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Rabu (12/8) sore, guna melakukan serah terima jabatan (Sertijab) dengan pejabat yang digantikannya Andi Widjajanto.

Dalam acara yang dihadiri oleh para pejabat eselon I di lingkungan Sekretariat Kabinet itu, Andi Widjajanto mengatakan, proses penataan struktur sudah dijalankan, dan mesin birokrasi Sekretariat Kabinet sudah siap dijalankan.

  • 12 August 2015
  • 26797 Views

Pramono: Presiden Ingin Komunikasi Dengan Lembaga Negara Dan Parpol Dilakukan Intensif

Seskab Pramono Anung bersama para menteri Kabinet Kerja yang baru dilantik Presiden Jokowi, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (12/8)

Seskab Pramono Anung bersama para menteri Kabinet Kerja yang baru dilantik Presiden Jokowi, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (12/8)

Pramono Anung yang baru saja dilantik menggantikan Andi Widjajanto mengatakan, tugas utamanya sebagai Sekretaris Kabinet (Seskab) adalah membantu Presiden menangani manajerial kesekretariatan Presiden dan Sekretariat Kabinet.

“Maka tugas yang paling utama adalah memperbaiki beberapa hal yang berkaitan dengan itu,” kata Pramono Anung kepada wartawan seusai dilantik Presiden Jokowi, di Istana Negara, Rabu (12/8).

  • 12 August 2015
  • 27485 Views

4 Menteri Kabinet Kerja Diganti, 2 Menteri Pindah Posisi

Para menteri dan Sekretaris Kabinet yang baru saat dilantik oleh Presiden Jokowi, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (12/8)

Para menteri dan Sekretaris Kabinet yang baru saat dilantik oleh Presiden Jokowi, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (12/8)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan pergantian dan pergeseran menteri  Kabinet Kerja dan pejabat setingkat menteri, dan langsung melantiknya di Istana Negara, Jakarta, Rabu (12/8) siang.

Para menteri yang diganti itu adalah Menko Polhukam Tedjo Edhy Purdijatno, Menko Perekonomian Sofyan Djalil, Menko Kemaritiman Indroyono Soesilo, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Andrinof Chaniago, Menteri Perdagangan Rahmat Gobel, dan Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto.

  • 12 August 2015
  • 20184 Views

Di Istana, Presiden Jokowi Lantik Rano Karno Sebagai Gubernur Banten

Presiden Jokowi melantik Rano Karno sebagai Gubernur Banten, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (12/8)

Presiden Jokowi melantik Rano Karno sebagai Gubernur Banten, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (12/8)

Setelah beberapa saat menjabat sebagai pelaksana tugas (Plt) menyusul penahanan Ratu Atut Chosiyah, Rano Karno resmi dilantik sebagai Gubernur Banten oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), di Istana Negara, Jakarta, Rabu (12/8) sekitar pukul 13.00 WIB.

Pengangkatan Rano Karno sebagai Gub Banten dilakukan berdasarkanKeputusan Presiden Nomor 78/P tahun 2015 tentang Pengesahan Pengangkatan Gubernur Banten sisa masa jabatan tahun 2012-2017, yang ditetapkan di Jakarta 11 Agustus 2015. Keppres ini dibacakan oleh Deputi Bidang Administrasi Aparatur Kementerian Sekretariat Negara Drs. Cecep Sutiawan, M.Si.

  • 12 August 2015
  • 19703 Views

Sebut Sudah ‘Overshot’, Gubernur BI Janji Terus Upayakan Stabilisasi Rupiah

rupiahNilai tukar rupiah yang pada kurs tengah Bank Indonesia (BI) pada Rabu (12/8) ini tercatat di posisi Rp 13.758,00 dinilai Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo sudah mengalami pelemahan telah terlalu dalam (overshoot) sehingga telah berada jauh di bawah nilai fundamentalnya (undervalued).

Menyikapi perkembangan tersebut, menurut Agus Marto, Bank Indonesia telah dan akan terus berada di pasar untuk melakukan upaya stabilisasi nilai tukar rupiah.

  • 12 August 2015
  • 37160 Views

Berlaku Mulai Mei 2015, Inilah Besaran Tunjangan Kinerja Pegawai Kementerian Pertahanan

Ktr KemenhanSelain memberikan peningkatan tunjangan kinerja pegawai di lingkungan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), Presiden Joko Widodo melalui Peraturan Presiden Nomor 88 Tahun 2015 juga memberikan peningkatan tunjangan kinerja untuk pegawai di lingkungan Kementerian Pertahanan.

Menurut Perpres itu, kepada pegawai (PNS, prajurit TNI dan pegawai lainnya yang diangkat dalam jabatan atau ditugaskan dan bekerja secara penuh pada satuan organisasi di lingkungan Kementerian Pertahanan) yang mempunyai jabatan di lingkungan Kementerian Pertahanan, selain diberikan penghasilan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, diberikan Tunjangan Kinerja setiap bulan.

  • 12 August 2015
  • 24511 Views

Berlaku Mulai Mei 2015, Tunjangan Kinerja Pegawai Polri Rp 1,108 Juta – Rp 25,978 Juta

PolriDengan pertimbangan adanya peningkatan kinerja pegawai dalam pelaksanaan reformasi birokrasi yang telah dilakukan di lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), Presiden Joko Widodo melalui Peraturan Presiden Nomor 89 Tahun 2015 yang ditandatanganinya pada 31 Juli 2015 memutuskan meningkatkan tunjangan kinerja pegawai di lingkungan Polri.

Menurut Perpres ini, kepada Pegawai (anggota Polri, PNS, dan pegawai lainnya yang diangkat dalam suatu jabatan atau ditugaskan dan bekerja secara penuh pada satuan organisasi Polri) yang mempunyai jabatan di lingkungan Polri, selain diberikan penghasilan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, diberikan Tunjangan Kinerja setiap bulan.

  • 11 August 2015
  • 25018 Views

Hanya Miliki 1 Pasangan Calon, Pilkada 4 Daerah Terancam Mundur 2017

pilkada12Hingga berakhirnya masa perpanjangan pendaftaran peserta Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang akan digelar 9 Desember mendatang ditutup Selasa (11/8) pukul 16.00 waktu setempat, masih ada 4 (empat) daerah yang hanya memiliki 1 (satu) pasangan calon. Keempat daerah itu adalah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT); Kota Mataram, NTB; Kabupaten Blitar, Jatim; dan Kabupaten Tasikmalaya, Jabar.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Husni Kamil Manik mengemukakan, semula ada 7 (tujuh) daerah yang hanya memiliki 1 (satu) pasangan calon, yaitu keempat daerah tersebut ditambah Kota Samarinda (Kaltim), Kabupaten Pacitan (Jatim), dan Kota Surabaya (Jatim).