web analytics

Kategori : Berita

Berita


  • 13 February 2018
  • 11221 Views

Banyak Gubernur/Bupati Terjerat Korupsi, Mendagri: Masih Banyak Yang Bersih dan Berintegritas

Mendagri Tjahjo Kumolo

Mendagri Tjahjo Kumolo

Meskipun sudah beberapa kepala daerah baik gubernur maupun bupati/wali kota terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena dugaan suap atau gratifikasi, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumo menegaskan, masih banyak kepala daerah yang bersih dan punya integritas.

“Dari 500 lebih kepala daerah yang ada di Indonesia, ada beberapa berbuat lancung, lalu kena kasus. Kebanyakan korupsi. Tapi, masih banyak juga yang bersih dan punya integritas,” kata Tjahjo kepada wartawan usai menghadiri Sidang Kabinet Paripurna tentang Rencana Kerja Pemerintahan di Istana Negara, Jakarta, Senin (12/2) sore.

  • 12 February 2018
  • 16161 Views

Investasi Penting, Menkeu: Agar Ekonomi Tumbuh Sesuai Target dan Komposisi Lebih Merata

Menkeu menjawab pertanyaan wartawan usai mengikuti Sidang Kabinet Paripurna (SKP) di Istana Negara, Jakarta, Senin (12/2) petang. (Foto: Humas/Rahmat).

Menkeu menjawab pertanyaan wartawan usai mengikuti Sidang Kabinet Paripurna (SKP) di Istana Negara, Jakarta, Senin (12/2) petang. (Foto: Humas/Rahmat).

Investasi penting agar ekonomi Indonesia bisa tumbuh sesuai target dan dengan komposisi pertumbuhan ekonomi lebih merata yang tidak didominasi oleh satu mesin pertumbuhan, seperti konsumsi.

Hal tersebut disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu) menjawab pertanyaan wartawan usai mengikuti Sidang Kabinet Paripurna (SKP) di Istana Negara, Jakarta, Senin (12/2) petang. 

  • 12 February 2018
  • 17015 Views

Presiden Jokowi Minta Proyek Strategis Nasional 2017 Yang Belum Selesai Segera Dirampungkan

Presiden Jokowi menyampaikan arahan pada sidang kabinet paripurna, di Istana Negara, Jakarta, Senin (12/2) siang. (Foto: Rahmat/Humas)

Presiden Jokowi menyampaikan arahan pada Sidang Kabinet Paripurna, di Istana Negara, Jakarta, Senin (12/2) siang. (Foto: Humas/Rahmat)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar program prioritas dan juga proyek-proyek strategis nasional yang belum selesai di 2017 agar segera dirampungkan, diselesaikan, dan dituntaskan. Dan program proyek strategis yang direncanakan dan mulai dikerjakan 2018 harus betul-betul dipastikan eksekusinya di lapangan.

“Untuk itu saya minta Menko Perekonomian mengevaluasi lagi program dan proyek yang betul-betul bisa dieksekusi, mana yang memang tidak mungkin bisa dilaksanakan, ini harus diputuskan cepat,” kata Presiden Jokowi saat memberikan arahan pada Sidang Kabinet Paripurna, di Istana Negara, Jakarta, Senin (12/2) siang.

  • 12 February 2018
  • 15788 Views

Trend Pertumbuhan Meningkat, Presiden Jokowi Terus Dorong Perbaikan Iklim Investasi dan Ekspor

Presiden Jokowi didampingi Mensesneg, Seskab, dan KSP memberikan ucapan selamat kepada Menkeu Sri Mulyani yang terpilih sebagai menteri terbaik di dunia, di Istana Negara, Jakarta, Senin (12/2) siang. (Foto: Rahmat/Humas)

Presiden Jokowi didampingi Mensesneg, Seskab, dan KSP memberikan ucapan selamat kepada Menkeu Sri Mulyani yang terpilih sebagai menteri terbaik di dunia, di Istana Negara, Jakarta, Senin (12/2) siang. (Foto: Rahmat/Humas)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengapresiasi momentum pertumbuhan ekonomi yang trennya semakin meningkat. Dari 5,06% di triwulan ketiga  2017, tumbuh menjadi 5,19 di triwulan keempat 2017. Ia menginginkan, agar tren peningkatan pertumbuhan ekonomi ini terus berlanjut di 2018.

“Apalagi saya melihat langkah ekspor kita, terutama di sektor komoditas dan batubara menunjukkan kinerjanya yang semakin meningkat. Begitu pula dengan konsumsi rumah tangga yang kita harapkan semakin membaik sejalan dengan berjalannya program Padat Karya Tunai di beberapa daerah,” kata Presiden Jokowi dalam arahannya pada Sidang Kabinet Paripurna, di Istana Negara, Jakarta, Senin (12/2) siang.

  • 12 February 2018
  • 15929 Views

Sri Mulyani Jadi Menteri Terbaik di Dunia, Presiden Jokowi: Seluruh Masyarakat Bangga

Presiden Jokowi saat acara di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Jakarta, Senin (12/2). (Foto: Humas/Oji).

Presiden Jokowi saat acara di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Jakarta, Senin (12/2). (Foto: Humas/Oji).

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengapresiasi pemberian penghargaan sebagai Menteri Terbaik di Dunia (Best Minister in the World Award) kepada Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati, dalam acara World Government Summit yang diselenggarakan di Dubai, Uni Arab Emirates (UEA), Minggu (11/2) kemarin.

“Itu pengakuan dunia dan penghargaan itu juga diserahkan langsung oleh Sheikh Mohammad bin Rashid Al Maktoum kepada Ibu Menteri Keuangan Sri Mulyani,” kata Presiden Jokowi kepada wartawan usai menghadiri acara pembukaan Rapat Kerja Kepala Perwakilan RI dengan Kementerian Luar Negeri, di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Jakarta, Senin (12/2) pagi.

  • 12 February 2018
  • 10136 Views

Serap Aspirasi, Diaz Hendropriyono Gelar Acara “Dengar Yang Muda”

Staf Khusus Presiden Diaz Hendropriyono berfoto bersama peserta diskusi tema Pemerintah Jokowi-JK di Mata Pemuda, di Gedung III Sekretariat Negara, Jakarta Pusat, Senin (12/2). (Foto: Humas/Deni)

Staf Khusus Presiden Diaz Hendropriyono berfoto bersama peserta diskusi, “Pemerintah Jokowi-JK di Mata Pemuda,” di Gedung III Sekretariat Negara, Jakarta, Senin (12/2). (Foto: Humas/Deni)

Sebagai bentuk komitmen dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk terus mendengarkan aspirasi dan masukan dari kaum muda, Staf Khusus Presiden Diaz Hendropriyono pada hari Senin (12/2) mengadakan sebuah acara “Dengar Yang Muda” dengan mengangkat tema Pemerintah Jokowi-JK di Mata Pemuda, di Gedung III Sekretariat Negara, Jakarta Pusat.

Sebelumnya, acara serupa telah digelar Diaz Hendropriyono di sejumlah tempat, di antaranya di Gandaria City Jakarta, Bandung, dan Palembang, sepanjang tahun 2017.

  • 12 February 2018
  • 12096 Views

Indonesia Sudah Masuk G-20, Presiden Jokowi: Jangan Lagi Cari-Cari Bantuan

Presiden saat memberikan sambutan pada Rapat Kerja Kepala Perwakilan RI dengan Kementerian Luar Negeri, di Gedung Pancasila, Kemenlu, Jakarta, Senin (12/2). (Foto: Humas/Oji).

Presiden saat memberikan sambutan pada Raker Kepala Perwakilan RI dengan Kementerian Luar Negeri, di Gedung Pancasila, Kemenlu, Jakarta, Senin (12/2). (Foto: Humas/Oji).

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan, bahwa Indonesia sudah masuk di negara Group 20 (G-20). Artinya, Indonesia sudah masuk golongan negara besar, jangan lagi ada yang merasa inferior, apalagi merasa menjadi negara kecil.

“Saya sudah sampaikan kepada kepada seluruh Menteri, agar kita ini tidak lagi mencari-cari bantuan-bantuan. Kita ini sudah seharusnya membantu, membantu, membantu,” kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada pembukaan Rapat Kerja Kepala Perwakilan RI dengan Kementerian Luar Negeri, di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Jakarta, Senin (12/2) pagi.

  • 12 February 2018
  • 9126 Views

Presiden Jokowi: Masyarakat Harapkan Diplomat Mampu Perjuangkan Kepentingan Indonesia

Presiden Jokowi berfoto bersama peserta Rapat Kerja Kepala Perwakilan RI dengan Kementerian Luar Negeri, di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin (12/2). (Foto: Humas/Oji)

Presiden Jokowi berfoto bersama peserta Rapat Kerja Kepala Perwakilan RI dengan Kementerian Luar Negeri, di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin (12/2). (Foto: Humas/Oji)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan, menjadi diplomat di zaman sekarang tidak mudah. Ia menyebutkan, tugas diplomat menjadi semakin tidak mudah karena terlalu banyak ketidakpastian yang terjadi saat ini di dunia.

“Konflik perang terjadi di berbagai belahan dunia, krisis kemanusiaan, pengungsi yang jumlahnya mencapai jutaan juga terjadi. Kejahatan lintas batas, ancaman terorisme, perdagangan orang, narkoba, mengancam semua negara, bukan hanya Indonesia,” kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada Rapat Kerja Kepala Perwakilan RI dengan Kementerian Luar Negeri, di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin (12/2) pagi.

  • 12 February 2018
  • 12637 Views

Minta Aparat Tindak Tegas, Presiden Jokowi: Tidak Ada Tempat Bagi Yang Tidak Mampu Bertoleransi

Presiden Jokowi menjawab pertanyaan wartawan usai membuka Rapat Kerja Kepala Perwakilan RI, di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Jakarta, Senin (12/2). (Foto: Humas/Oji)

Presiden Jokowi menjawab pertanyaan wartawan usai membuka Rapat Kerja Kepala Perwakilan RI, di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Jakarta, Senin (12/2). (Foto: Humas/Oji)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan kepada aparat keamanan untuk bertindak tegas terhadap mereka-mereka yang tidak mampu bertoleransi di negara Indonesia, apalagi dengan cara-cara kekerasan.

“Berujar saja tidak boleh, apalagi dengan cara-cara kekerasan,” tegas Presiden Jokowi menjawab pertanyaan wartawan mengenai kasus penyerangan oleh orang bersenjata terhadap pastur dan jemaat Gereja Katholik St Lidwina Bedog, di Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Minggu (11/2) kemarin.

  • 12 February 2018
  • 9471 Views

Beroperasi Mei, Terminal Baru Bandara Ahmad Yani Semarang Tampung 6 Juta Penumpang

Menhub Budi K. Sumadi didampingi Menteri BUMN Rini Soemarni meninjau terminal baru Bandara Ahmad Yani, Semarang, Jateng, Minggu (11/2) siang. (Humas Kemenhub)

Menhub Budi K. Sumadi didampingi Menteri BUMN Rini Soemarni meninjau terminal baru Bandara Ahmad Yani, Semarang, Jateng, Minggu (11/2) siang. (Humas Kemenhub)

Bandar Udara (bandara) Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah, yang akan menjadi bandara di atas air (floating) pertama di Indonesia, akan mulai beroperasi dengan minimum requirements pada Mei 2018 atau sebelum masa angkutan lebaran.

Nantinya, terminal ini akan meningkatkan kapasitas daya tampung penumpang hingga 9 kali lipat menjadi 6 juta penumpang per tahun.