web analytics

Kategori : Berita

Berita


  • 11 November 2018
  • 11087 Views

Presiden Jokowi Saksikan 165 Komunitas Kreatif Deklarasi “Jabar Kondusif”

Presiden Jokowi menyaksikan pembacaan Deklarasi "Jabar Kondusif" oleh 146 Komunitas Kreatif, di Jl. Braga, Bandung, Jabar, Minggu (11/11) sore. (Foto: AGUNG/Humas)

Presiden Jokowi menyaksikan pembacaan Deklarasi “Jabar Kondusif” oleh 165 Komunitas Kreatif, di Jl. Braga, Bandung, Jabar, Minggu (11/11) sore. (Foto: Agung/Humas)

Sebanyak 165 Komunitas Kreatif Jawa Barat menyampaikan Deklarasi “Jabar Kondusif” di hadapan Presiden Joko Widodo (Jokowi), di Jalan Braga, Bandung, Jawa Barat, Minggu (11/11) sore.

Dalam deklarasi yang dihadiri tokoh-tokoh dari semua agama itu, Komunitas Kreatif Jawa Barat menyatakan akan tetap mendorong dan menjaga suasana yang nyaman dan aman di Provinsi ini sehingga persatuan dan kesatuan bangsa tetap terjaga.

  • 11 November 2018
  • 13094 Views

Terima Anugerah Pinisepuh Paguyuban Pasundan, Presiden Merasa Seperti di Rumah Sendiri

Presiden mendapat anugerah Pinisepuh dari Paguyuban Pasundan di Bandung, Jawa Barat, Minggu (11/11). (Foto: Humas/Fitri).

Presiden mendapat anugerah Pinisepuh dari Paguyuban Pasundan di Bandung, Jawa Barat, Minggu (11/11). (Foto: Humas/Fitri).

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima penganugerahan sebagai Pinisepuh dari Paguyuban Pasundan di Gedung Paguyuban Pasundan Universitas Pasundan, Bandung, Jawa Barat, Minggu (11/11).

“Sampurasun, Wilujeng enjing, kumaha damang? Didie singkuring lawasta, Kura lebi wargana hadi budi rangginpasasana,” ujar Presiden menyampaikan rasa senang berada di Kota Bandung dalam bahasa Sunda. 

  • 11 November 2018
  • 13255 Views

Blusukan ke Pasar Cihaurgeulis, Bandung, Presiden Jokowi: Harga-Harga Semua Sama, Stabil

Presiden menjawab pertanyaan wartawan usai mengikuti acara Car Free Day (CFD) di Dago, Bandung, Minggu (11/11). (Foto: Humas/Agung)

Presiden menjawab pertanyaan wartawan usai mengikuti acara Car Free Day (CFD) di Dago, Bandung, Minggu (11/11). (Foto: Humas/Agung)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat blusukan ke Pasar Cihaurgeulis, Minggu (11/11) pagi tadi, membandingkan harga seperti di pasar Tangerang, Bogor, dan Bandung yang ternyata harga-harga semuanya sama.

“Harga-harga semuanya sama. Misalnya beli satu iket, tadi satu iket kangkung Rp2.000. Di Bogor juga Rp2000, di Banten juga Rp2.000. Satu ikat singkong sayur di sini Rp2.000, di Bogor Rp2.000, di Banten juga Rp2.000,” ujar Presiden menjawab pertanyaan wartawan usai mengikuti acara Car Free Day (CFD) di Dago, Bandung.

  • 11 November 2018
  • 12197 Views

Awali Hari Kedua di Bandung, Presiden Jokowi Kunjungi Pasar Cihaurgeulis dan Dago Car Free Day

Presiden Jokowi saat berkunjung ke Car Free Day (CFD) yang berlokasi di Dago, Bandung, Minggu (11/11). (Foto: Humas/Agung).

Presiden Jokowi saat berkunjung ke Car Free Day (CFD) yang berlokasi di Dago, Bandung, Minggu (11/11). (Foto: Humas/Agung).

Mengawali hari kedua kunjungan kerja di Provinsi Jawa Barat, Presiden Joko Widodo (Jokowi) berkunjung ke pasar Cihaurgeulis, Bandung, Minggu (11/11) pagi.

Sebagaimana biasa, Presiden melakukan peninjauan terkait harga-harga sembilan bahan pokok (sembako) maupun barang lainnya di pasar.

  • 11 November 2018
  • 13201 Views

Kalau Diperlukan, Presiden Jokowi: BEKRAF Bisa Saja Loncat Jadi Kementerian

Presiden Jokowi berdialog dengan para pelaku industri kreatif, di Braga, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (10/11) malam. (Foto: AGUNG/Humas)

Presiden Jokowi berdialog dengan para pelaku industri kreatif, di Braga, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (10/11) malam. (Foto: AGUNG/Humas)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, kalau konsisten dengan dengan apa yang dijalankan, dimana kita akan dikenal sebagai negara dengan industri kreatif yang yang kuat dan desainer Indonesia dari kita dan produk dari apa yang lain-lainnya yang mungkin, bisa saja Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) menjadi satu kementerian.

“Kenapa kemarin BEKRAF kita bentuk, salah satunya adalah untuk memberikan peluang itu. Kalau memang nanti ada suatu saat memang diperlukan suatu kementerian ya bisa saja Badan Ekonomi Kreatif itu loncat menjadi satu kementerian,” kata Presiden Jokowi saat berdialog dengan para milenial pelaku industri kreatif, di Braga, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (10/11) malam.

  • 11 November 2018
  • 12858 Views

Presiden Jokowi Sebut Bandung Paling Siap Jadi ‘Creative Hub’ Indonesia

Presiden Jokowi berdialog dengan para pelaku industri kreatif, di Braga, Bandung, Jabar, Sabtu (10/11) malam. (Foto: AGUNG/Humas)

Presiden Jokowi berdialog dengan para pelaku industri kreatif, di Braga, Bandung, Jabar, Sabtu (10/11) malam. (Foto: AGUNG/Humas)

Setelah melihat industri kreatif yang dimilikinya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meyakini kota Bandung, Jawa Barat, paling siap menjadi creative hub Indonesia.

“Semuanya ada. Ada konten kreator, semuanya, sampai waduh, terbuka betul bahwa merespon perubahan global kita ini tidak ketinggalan,” kata Presiden Jokowi saat bertemu para pelaku industri kreatif Bandung di JL. Braga, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (10/11) malam.

  • 10 November 2018
  • 18025 Views

Kenakan Kostum Masa Perjuangan, Presiden Jokowi Gelorakan Semangat Bangun Negara

Presiden kepada wartawan usai mengikuti Gowes Bandung Lautan Sepeda di Kantor Gubernur Jawa Barat, Sabtu (10/11). (Foto: Humas/Agung)

Presiden kepada wartawan usai mengikuti Gowes Bandung Lautan Sepeda di Kantor Gubernur Jawa Barat, Sabtu (10/11). (Foto: Humas/Agung)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan alasan bahwa baju pahlawan seperti Bung Tomo yang dikenakan adalah untuk mengenang suasana sejarah masa-masa perjuangan tahun 1945.

“Ini kan hari Pahlawan, 10 November. Suasana sejarah di tahun- tahun ’45, masa-masa perjuangan. Suasana itu yang tadi kenapa saya pakai pakaian ini,” jelas Presiden kepada wartawan usai mengikuti Gowes Bandung Lautan Sepeda di Kantor Gubernur Jawa Barat, Sabtu (10/11).

  • 10 November 2018
  • 16771 Views

Diikuti Ribuan Peserta, Presiden Lepas Rombongan Gowes Bandung Lautan Sepeda

Presiden melepas rombongan gowes Bandung Lautan Sepeda yang dimulai dari depan Gedung Sate, Bandung, Sabtu (10/11). (Foto: Humas/Fitri)

Presiden melepas rombongan gowes Bandung Lautan Sepeda yang dimulai dari depan Gedung Sate, Bandung, Sabtu (10/11). (Foto: Humas/Fitri)

Usai melakukan ziarah dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) Cikutra, Presiden Joko Widodo (Jokowi) melepas rombongan gowes Bandung Lautan Sepeda yang dimulai dari depan Gedung Sate, Bandung, Sabtu (10/11).

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Jokowi mengikuti gowes Bandung Lautan Sepeda dengan rute dari Gedung Sate – Jln. Diponegoro – Jln. Ir. Djuanda – Jln. Merdeka – Jln. Aceh – Jln. Banda – Pintu Belakang Gedung Sate berjarak 3,7 kilometer (km).

  • 10 November 2018
  • 16455 Views

Diiringi Bunyi Sirine dan Mengheningkan Cipta, Presiden Pimpin Upacara di TMP Cikutra, Bandung

Presiden Jokowi saat melaksanakan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) Cikutra, Bandung, Sabtu (10/11). (Foto: Humas/Agung)

Presiden Jokowi saat melaksanakan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) Cikutra, Bandung, Sabtu (10/11). (Foto: Humas/Agung)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memimpin upacara peringatan Hari Pahlawan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Cikutra, Bandung, Sabtu (10/11) yang dimulai sekira pukul 08.10 WIB.

Acara yang diawali dengan penghormatan kepada pahlawan juga diisi dengan mengenang jasa para pahlawan dalam peristiwa pertempuran 10 November di Surabaya melalui sirine selama 1 menit dan mengheningkan cipta.
  • 10 November 2018
  • 14375 Views

Asal Berkontribusi Untuk Bangsa, Seskab: Sekarang Ini Semua Orang Bisa Jadi Pahlawan

Seskab Pramono Anung dalam wawancara tentang Hari Pahlawan, di ruang kerjanya Gedung III Kemensetneg, Jakarta, kemarin. (Foto: AGUNG/Humas)

Seskab Pramono Anung dalam wawancara tentang Hari Pahlawan, di ruang kerjanya Gedung III Kemensetneg, Jakarta, kemarin. (Foto: AGUNG/Humas)

Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung mengatakan, makna pahlawan pada konteks setiap waktu setiap saat bisa berubah. Dulu diakuinya yang disebut pahlawan adalah founding father, orang yang ikut berperang, orang yang ikut mendirikan Republik ini. Namun sekarang pahlawannya bisa berbeda-beda.

“Menjadi pahlawan kemanusiaan, kemudian pahlawan olahraga, pahlawan kemasyarakatan, kesehatan, bahkan orang yang kemudian terjun langsung secara empati menangani persoalan Palu-Lombok dia juga bisa menjadi pahlawan,” kata Seskab dalam wawancara menyambut Hari Pahlawan 10 November, di ruang kerjanya Gedung III Kemensetneg, Jakarta, kemarin.