web analytics

Kategori : Berita

Berita


  • 13 January 2017
  • 17588 Views

Banyak Salah Sasaran, Presiden Jokowi Minta Subsidi Energi Diintegrasikan Dengan Program KKS

Menteri BUMN Rini Soemarno dan Menkes Nila F. Moeloek sama-sama membaca data di sebuah handphone, sebelum rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (13/1) siang. (Foto: Rahmat/Humas)

Menteri BUMN Rini Soemarno dan Menkes Nila F. Moeloek serius membaca data di sebuah handphone, sebelum rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (13/1) siang. (Foto: Rahmat/Humas)

Pada tahun 2017 ini, pemerintah akan mengalokasikan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan LPG 3 kilo sebesar Rp 32,3 triliun, dan subsidi listrik sebesar Rp 45 triliun.  Presiden Joko Widodo (Jokowi) menekankan, agar subsidi energi yang dimaksudkan untuk masyarakat tidak mampu harus betul-betul tepat sasaran.

“Artinya, memang benar-benar untuk masyarakat yang tidak mampu,” tegas Presiden Jokowi saat memberikan pengantar pada rapat terbatas tentang Integrasi Penyaluran Subsidi Energi dengan Program Kartu Keluarga Sejahtera, di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (13/1) siang.

  • 13 January 2017
  • 17300 Views

Presiden Jokowi Minta Perbankan Arahkan Kredit Untuk Usaha Kecil, Nelayan, dan Petani

Presiden Jokowi menyerahkan penghargaan kepada Gubernur Jatim Soekarwo, di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/1) pagi. (Foto: JAY/Humas)

Presiden Jokowi menyerahkan penghargaan kepada Gubernur Jatim Soekarwo, di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/1) pagi. (Foto: JAY/Humas)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak kepada seluruh industri jasa keuangan terutama perbankan, untuk mencermati pertumbuhan kredit di Indonesia dan mengarahkan kredit tersebut kepada usaha-usaha kecil, usaha-usaha mikro, nelayan, dan petani untuk sisi produktif.

“Lihat rakyat kita yang membutuhkan, salurkan kredit itu kesana. Ya memang cara-cara seperti itu yang bisa meningkatkan kredit kita,” kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada acara Pertemuan Tahunan  Pelaku  Industri Keuangan 2017, di Istana Negara, Jumat (13/1) pagi.

  • 13 January 2017
  • 15160 Views

Serahkan DIPA 2017, Seskab Minta Para Pejabat Lebih Proaktif Selesaikan Masalah

Seskab Pramono Anung menyerahkan DIPA 2017 kepada Staf Khusus Presiden Johan Budi SP, di ruang rapat lantai II Gedung III Kemensetneg, Jakarta, Jumat (13/1) siang. (Foto: AGUNG/Humas)

Seskab Pramono Anung menyerahkan DIPA 2017 kepada Staf Khusus Presiden Johan Budi SP, di ruang rapat lantai II Gedung III Kemensetneg, Jakarta, Jumat (13/1) siang. (Foto: Humas/Agung)

Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung menyerahkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Petunjuk Operasional Kegiatan (POK) Sekretariat Kabinet Tahun Anggaran 2017, di Ruang Rapat Seskab, lantai II Gedung III Kemensetneg, Jakarta, Jumat (13/1) siang.

Dalam sambutannya, Seskab menegaskan, membagikan DIPA bukan berarti kegembiraan, melainkan sebuah tugas dan tanggungjawab yang harus dilakukan. Harapannya, Sekretariat Kabinet bisa memanfaatkan DIPA dengan lebih produktif, efektif, dan yang paling penting bisa memberikan support yang lebih baik kepada Presiden dan Wapres dalam mengambil kebijakan.

  • 13 January 2017
  • 19857 Views

Posisi Indonesia Masih Baik, Presiden Jokowi Berharap 2017 Ini Tidak Ada Kata Pesimis

Presiden Jokowi memberikan sambutan pada Pertemuan Awal Tahun Pelaku Industri Keuangan , di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/1) pagi. (Foto: JAY/Humas)

Presiden Jokowi memberikan sambutan pada Pertemuan Awal Tahun Pelaku Industri Keuangan, di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/1) pagi. (Foto: Humas/Jay)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan rasa syukurnya, karena di tengah melambatnya ekonomi global, ketidakpastian ekonomi dunia, yang pada 2015 ada krisis di Yunani, Brexit (British Exit dari keanggotaan Uni Eropa), penurunan pertumbuhan ekonomi di Tiongkok, dan ketidakpastian karena terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat (AS), pertumbuhan ekonomi Indonesia masih bisa dikatakan baik.

“Alhamdulillah pertumbuhan ekonomi negara kita tahun 2016, data terakhir yang saya peroleh memang masih untuk triwulan 1, triwulan 2, triwulan 3, triwulan 4 belum saya terima. Jadi belum bisa menyampaikan berapa pertumbuhan ekonomi 2016. Tetapi paling tidak pada triwulan yang kedua dan ketiga 5,18 dan 5,02 adalah sebuah angka yang patut kita syukuri,” kata Presiden Jokowi saat mengawali pidatonya pada acara Pertemuan Awal Tahun Pelaku Industri Keuangan, di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/1) pagi.

  • 13 January 2017
  • 20343 Views

PP No. 1 Tahun 2017: Perpanjangan Izin Tambang Bisa Diajukan 5 Tahun Sebelum Berakhir

Menteri ESDM Ignasius Jonan dan Wamen ESDM saat menyampaikan keterangan pers, di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (12/1)

Menteri ESDM Ignasius Jonan dan Wamen ESDM saat menyampaikan keterangan pers, di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (12/1)

Dengan pertimbangan dalam rangka pelaksanaan peningkatan nilai tambah mineral logam melalui kegiatan pengolahan dan pemurnian mineral logam sebagaimana dimaksud dalam UU Nomor 4/2009, Presiden  Joko Widodo pada 11 Januari 2017 telah menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 1 tahun 2017 tentang Perubahan Keempat  atas Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara.

Dalam PP baru itu, pemerintah menegaskan ketentuan bahwa pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) dan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) yang sahamnya dimiliki oleh asing untuk melakukan divestasi saham sampai 51% secara bertahap.

  • 13 January 2017
  • 18871 Views

Soal Tambahan 52.000 Kuota Haji, Menag: Diprioritaskan Untuk Yang Belum Berhaji

haji-indonesia-2016Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin mengemukakan, penambahan kuota haji Indonesia tahun ini sebanyak 52.200 jemaah akan diprioritaskan untuk calon jemaah yang belum pernah menunaikan ibadah haji. Karena itu, Menag meminta berharap jemaah yang sudah pernah berhaji untuk bisa berbesar hati memberikan kesempatan kepada sesama saudaranya yang belum berhaji.

“Prioritas betul-betul ditujukan bagi yang belum berhaji sama sekali,” kata Menag usai menyampaikan sambutan pada acara Halaqah Ulama ‘Refleksi 33 tahun Khittah NU’ yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah, Situbondo, Kamis (12/1).

  • 12 January 2017
  • 22247 Views

Paradigma Baru Gelar Pasukan, Presiden Jokowi Beri Waktu 1 Bulan Panglima TNI Lakukan Pendalaman

Seskab Pramono Anung menjawab wartawan usai rapat terbatas, di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (12/1) sore. (Foto: Deny S/Humas)

Seskab Pramono Anung menjawab wartawan usai rapat terbatas, di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (12/1) sore. (Foto: Humas/Deni)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan waktu satu bulan kepada Panglima TNI untuk melakukan pendalaman dan memantapkan konsep gelar pasukan TNI. “Ini adalah hal yang strategis, baik untuk kepentingan pertahanan jangka panjang,” jelas Sekretaris Kabinet Pramono Anung kepada wartawan usai Rapat Terbatas (ratas) tentang Sinkronisasi Gelar TNI dengan Pembangunan, di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (12/1) sore.

Menurut Seskab, Presiden Jokowi memberikan atensi penuh agar konsep gelar pasukan TNI memperhatikan perubahan paradigma pembangunan nasional yang tidak lagi bersifat Jawasentris, tapi harus Indonesiasentris itu bisa diwujudkan dalam era pemerintahan sekarang ini.

  • 12 January 2017
  • 28455 Views

Ikuti Paradigma Baru, Presiden Jokowi Minta Penggelaran Pasukan TNI Tidak Lagi Jawasentris

Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla berbincang dengan sejumlah menteri sebelum rapat terbatas, di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (12/1) siang. (Foto: Deny S/Humas)

Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla berbincang dengan sejumlah menteri sebelum Rapat Terbatas, di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (12/1) siang. (Foto: Humas/Deni)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan,  sebagai negara kepulauan dengan rentang geografis yang luas, penempatan gelar pasukan TNI, khususnya di titik paling utara sebelah timur, di titik utara sebelah barat, di titik selatan bagian timur, di titik selatan barat dirasa masih kurang. Padahal titik-titik tersebut bukan hanya merupakan wilayah terluar dan terdepan dari NKRI, tapi juga wilayah-wilayah yang sangat potensial untuk tumbuh menjadi pusat-pusat penggerak ekonomi nasional, menjadi pusat pertumbuhan ekonomi nasional.

Untuk itu, Presiden meminta agar gelar pasukan TNI juga memperhatikan perubahan paradigma pembangunan nasional yang tidak lagi bersifat Jawasentris, tapi harus Indonesiasentris.

  • 12 January 2017
  • 18265 Views

Serahkan Surat Kepercayaan, 8 Dubes Baru Negara Sahabat Apresiasi Peran Indonesia di Dunia

Presiden Jokowi bersalaman dengan Dubes Amerika Serikat saat penyerahan surat kepercayaan dari 8 Negara Sahabat di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (12/1). (Foto: Humas/Rahmat)

Presiden Jokowi bersalaman dengan salah satu Dubes saat penyerahan surat kepercayaan di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (12/1). (Foto: Humas/Rahmat)

Delapan duta besar (Dubes) baru negara sahabat menilai, peran Indonesia yang sangat penting bagi kawasan dan dunia internasional. Beberapa Duta Besar secara spesifik menyampaikan apresiasi yang tinggi bagi peran Indonesia di ASEAN dan di isu-isu yang terkait dengan humaniter terkait dengan isu di Rakhine State, Myanmar.

Demikian disampaikan oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi, usai mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima penyerahan surat-surat kepercayaan dari 8 (delapan) dubes baru negara sahabat, di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (12/1) siang.

  • 12 January 2017
  • 14510 Views

Sempat Turun, Menlu: Parlemen Korsel Upaya Tingkatkan Kerja Sama Perdagangan dan Investasi

ParlemenKorsel_1

Delegasi Parlemen Republik Korea menuju Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (12/1) untuk bertemu Presiden Jokowi (Foto: Humas/Rahmat)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menekankan, bahwa Korea Selatan (Korsel) merupakan salah satu mitra penting Indonesia. Bahkan, kalau dilihat dari sisi perdagangan dan investasi kelihatan sekali bahwa Korea Selatan merupakan mitra yang sangat penting bagi Indonesia.

“Selain kerja sama di bidang ekonomi, perdagangan, investasi, Presiden juga menyampaikan bahwa kerja sama di bidang-bidang lainnya itu juga meningkat dengan baik,” kata Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi kepada wartawan usai mendampingi Presiden Jokowi menerima delegasi Parlemen Korsel, di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (12/1) pagi.