web analytics

Kategori : Berita

Berita


  • 8 September 2015
  • 22270 Views

Minta Perbaikan Peralatan, Presiden Jokowi Ingin Kelola Sendiri Ruang Udara Untuk Lalu Lintas

Menhub Ignasius Jonan didampingi Panglima TNI Jend. Gatot Nurmantyo dan Seskab Pramono Anung menyampaikan keterangan pers, di kantor Kepresidenan, Jakarta, Selasa (8/9) siang

Menhub Ignasius Jonan didampingi Panglima TNI Jend. Gatot Nurmantyo dan Seskab Pramono Anung menyampaikan keterangan pers, di kantor Kepresidenan, Jakarta, Selasa (8/9) siang

Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla, Selasa (8/9) siang, memimpin rapat terbatas (Ratas) yang membahas mengenai Flight Information Region (FIR), yaitu ruang udara yang digunakan untuk lalu lintas.

Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan yang didampingi Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung dan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo kepada wartawan mengatakan, rapat terbatas itu membahas mengenai FIR di Blok A, B, C.

  • 8 September 2015
  • 21492 Views

Wakil Seskab Ajak Staf Ahli K/L Beri Kontribusi Positif Penuhi Target Presiden

Waseskab Bistok Simbolon (tengah, nomor 7 dari kiri) berfoto bersama para peserta Rakor Staf Ahli K/L Bidang PMK, di Gedung III Kemensetneg, jakarta, Selasa (8/9)

Waseskab Bistok Simbolon (tengah, nomor 7 dari kiri) berfoto bersama para peserta Rakor Staf Ahli K/L Bidang PMK, di Gedung III Kemensetneg, jakarta, Selasa (8/9)

Wakil Sekretaris Kabinet (Waseskab) Bistok Simbolon menengarai, para Staf Ahli di Kementerian/Lembaga (K/L) yang jumlahnya sekitar 170-200 orang atau hampir 30% dari jumlah seluruh pejabat eselon I, hingga saat ini belum dimanfaatkan dengan maksimal. Padahal, dari segi pengalaman, dari segi kecepatan, ia memastikan keberadaan Staf Ahli itu merupakan suatu aset yang luar biasa.

“Tetapi kalau ini tidak dimanfaatkan, pasti ada yang salah. Itulah alasannya kita melaksanakan rapat koordinasi ini, yang formalnya nanti Bapak/Ibu coba rumuskan bagaimana mengefektikfkan para staf ahli ini,” kata Waseskab saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Staf Ahli Kementerian/Lembaga Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), di Gedung III Kemensetneg, Jakarta, Selasa (8/9).

  • 8 September 2015
  • 20600 Views

Soal Rombongan Presiden Ke Luar Negeri, Mensesneg: Kita Lakukan Perampingan Luar Biasa

Pratikno-1Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno mengemukakan, Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) telah melakukan perampingan luar biasa terkait jumlah rombongan yang menyertai perjalanan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke luar negeri. Perampingan, kata Mensesneg, dimulai dari tim advance, delegasi, kecuali wartawan tetap.

“Tim advance itu kita cut hampir separuh untuk tim advance dibandingkan dengan tradisi selama ini,” kata Mensesneg kepada wartawan sebelum mengikuti rapat terbatas kabinet, di kantor Kepresidenan, Jakarta, Selasa (8/9) siang.

  • 8 September 2015
  • 25820 Views

Rabu, Presiden Jokowi ‘Groundbreaking’ Pembangunan LRT Jakarta

Rel LRTPresiden Joko Widodo (Jokowi) pada Rabu (9/9) besok dijadwalkan meresmikan peletakan batu pertama  (groundbreaking) tahap I proyek pembangunan Kereta Api Ringan/Light Rail Transit (LRT) di Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi (Jabodebek). Peletakan batu pertama proyek LRT tahap I itu akan dilaksanakan di depan kantor Jasa Marga, tol KM 5.400, seberang Taman Angrek Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur.

Sebelum ini, Presiden Jokowi pada tanggal 2 September 2015 telah menandatangani 2 (dua) Peraturan Presiden (Perpres) terkait pembangunan perkeretaapian di Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi, yaitu Perpres Nomor 98 Tahun 2015 tentang Percepatan Penyelenggaraan Kerata Api Ringan/Light Rail Transit (LRT) terintegrasi di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi; dan Perpres Nomor 99 Nomor 99 Tahun 2015 tentang Percepatan Penyelenggaraan Perkeratapian Umum Di DKI Jakarta.

  • 8 September 2015
  • 20389 Views

Soal Pembangunan Pembangkit 35.000 MW, Seskab: Itu Bukan Target, Tapi Kebutuhan

Seskab Pramono Anung

Seskab Pramono Anung

Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung menegaskan, pemerintah tidak pernah menargetkan pembangunan pembangkit listrik 35.000 Mega Watt (MW). Angka 35.000 MW itu, menurut Pramono, merupakan kebutuhan yang mendasar agar kebutuhan listrik di Indonesia bisa terpenuhi dengan baik.

Pernyataan tersebut disampaikan Seskab Pramono Anung menanggapi pernyataan Menko Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli yang menyebutkan, bahwa program pembangunan pembangkit listrik 35.000 MW sulit dicapai sampai tahun 2019.

  • 8 September 2015
  • 22261 Views

Inilah Perpres No. 99/2015 Tentang Percepatan Penyelenggaraan Perkeretaapian Umum Di Jakarta

KomuterSelain menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 98 Tahun 2015 tentang tentang Percepatan Penyelenggaraan Kerata Api Ringan/Light Rail Transit (LRT) terintegrasi di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi, Presiden Joko Widodo pada tanggal 2 September 2015 juga telah menandatangani Peraturan Presiden Nomor 99 Tahun 2015 tentang Percepatan Penyelenggaraan Perkeratapian Umum Di DKI Jakarta.

Dalam diktum menimbang disebutkan alasan penerbitan Perpres No. 98 Tahun 2015 adalah untuk meningkatkan pelayanan transportasi dalam mendukung pembangunan di wilayah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta sebagai ibukota negara, dan dalam rangka mendukung pelaksanaan Asian Games Tahun 2018 di Indonesia.

  • 8 September 2015
  • 21032 Views

Kereta Api Ringan Jakarta – Bogor – Depok – Bekasi Manfaatkan Jalan Tol Dan Jalan Arteri

LRTDalam Peraturan Presiden Nomor 98 Tahun 2015 tentang Percepatan Penyelenggaraan Kerata Api Ringan/Light Rail Transit (LRT) terintegrasi di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi, yang ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 2 September 2015, disebutkan dibangun dengan memanfaatkan ruang jalan tol dan ruang milik jalan arteri.

Menurut Perpres ini, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memberikan persetujuan atas pemanfaatan ruang jalan tol di ruang milik jalan tol dan ruang milik jalan arteri yang dimanfaatkan dalam rangka pembangunan prasarana Kerata Api Ringan (LRT) terintegrasi di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi.

  • 8 September 2015
  • 20040 Views

Inilah Perpres Percepatan Pembangunan Kereta Ringan Jakarta, Bogor, Depok, Dan Bekasi

LRT-2Dengan pertimbangan untuk meningkatkan pelayanan transportasi publik yang baik dalam mendukung pembangunan di wilayah Jakarta, Bogor, dan Bekasi, Presiden Joko Widodo pada tanggal 2 September 2015, telah menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 98 Tahun 2015 tentang Percepatan Penyelenggaraan Kerata Api Ringan/Light Rail Transit (LRT) terintegrasi di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi.

Menurut Perpres ini, penyelenggaraan LRT terintegrasi itu terdiri dari Lintas Pelayanan: a. Lintas Pelayanan Cawang – Cibubur; b. Lintas Pelayanan Cawang – Kuningan – Dukuh Atas; c. Lintas Pelayanan Cawang – Bekasi Timur; d. Lintas Pelayanan Dukuh Atas – Palmerah – Senayan; e. Lintas Pelayanan Cibubur – Bogor; dan f. Lintas Pelayanan Palmerah – Bogor.

  • 8 September 2015
  • 18725 Views

Kepala BNPB Willem Rampangiley Yakin Indonesia Bisa Bebas Bencana Asap

Presiden Jokowi melantik Willem Rampangiley sebagai Kepala BNPB, di Istana Negara, Jakarta, Senin (7/9)

Presiden Jokowi melantik Willem Rampangiley sebagai Kepala BNPB, di Istana Negara, Jakarta, Senin (7/9)

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangiley yang baru dilantik oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggantikan pejabat lama Syamsul Maarif, di Istana Negara, Jakarta, Senin (7/9) menyatakan keyakinannya Indonesia bisa bebas dari bencana asap. Namun ia tidak memastikan, hal itu akan bisa tercapai.

“Kalau tanya berapa tahun, ada berapa parameter. Kalau preventifnya bagus maka tidak akan terjadi kebakaran,” kata Willem kepada wartawan seusai pelantikan dirinya.

Willem menjelaskan, preventif itu pemerintah memberikan pemahaman kepada masyarakat bahaya dari kebakaran itu sendiri, dan dampak yang luar biasa. Bukan hanya kepada dampak ekonomi tapi terutama sekali masalah kesehatan.  “Terutama lagi ibu-ibu yang lagi hamil dan anak-anak balita. Kita tahu asap sangat tidak baik kepada  kesehatan. Kita juga lihat terjadi,” ujarnya.

  • 8 September 2015
  • 18681 Views

Marwan: Problem Keterlambatan Penyaluran Dana Desa Ada Di Kabupaten/Kota

Menteri Desa, PDT, dan Transmigrasi Marwan Jafar

Menteri Desa, PDT, dan Transmigrasi Marwan Jafar

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT), dan Transmigrasi  Marwan Jafar mengemukakan, keterlambatan penyaluran dana desa problemnya bukan di pusat, namun ada di Kabupaten/Kotamadya.

“Pemerintah pusat sudah selesai menyalurkan dana desa kepada seluruh kabupaten/kotamadya. Problemnya adalah sekarang kabupaten kota menyalurkan dana itu ke desa-desa,” kata Marwan kepada wartawan di kawasan Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (7/9).

Marwan menduga, keterlambatan penyaluran dana desa itu karena ada banyak persyaratan, misalnya Peraturan Bupati maupun Peraturan Walikota yang memang disyaratkan harus dipenuhi oleh masing-masing desa. “Ini yang masih menjadi persoalan,” ujarnya.