web analytics

Kategori : Transkrip Pidato

Transkrip Pidato


  • 8 April 2015
  • 26888 Views

Keterangan Pers Presiden Joko Widodo Terkait Program Kelistrikan PLN, Di Kantor Pusat PLN, Jakarta, 7 April 2015

admin-ajax.php_Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Target yang kita berikan kepada PLN, ini bukan target yang ringan. Target yang kita berikan pada PLN ini bukan sebuah target yang ringan. Dalam 5 tahun harus bisa mencapai target 30, yang kemarin saja 8 tahun, tidak kesampaian, ini 35 ribu, sehingga saya perlu datang kesini untuk menyampaikan langsung kepada manjemen, pada general manajer-general manajer, kepada kepala-kepala divisi bahwa target ini bukan target main-main, tetapi target yang realistis tetapi, harus dicapai dengan kerja keras.

  • 7 April 2015
  • 27133 Views

Arahan Presiden Joko Widodo Kepada Pengurus DPP HIPMI, Istana Negara, Jakarta, 6 April 2015

admin-ajax.php_Assalamualaikum Wr. Wb.

Selamat sore, salam sejahtera bagi kita semuanya.

Pak Menko, beserta adik-adikku semuanya, seluruh keluarga besar HIPMI yang pada sore hari ini hadir.

Ada banyak tantangan-tantangan yang harus kita hadapi ke depan yang ini memerlukan kerja keras kita semuanya. Yang pertama, saya kira kita merasakan semuanya tekanan dolar terhadap rupiah, itu yang pertama. Yang kedua, awal tahun nanti akan dibuka Masyarakat Ekonomi ASEAN sehingga ini memerlukan gotong royong, kerja bareng-bareng antara pemerintah dan masyarakat serta dunia usaha. Tanpa itu, jangan berharap kita bisa keluar dari atau bisa menghadapi tantangan-tantangan yang ada.

  • 6 April 2015
  • 27340 Views

Keterangan Pers Presiden RI Seusai Rapat Konsultasi Dengan Pimpinan DPR-RI, 6 April 2015

admin-ajax.php_Assalamualaikum Wr. Wb.
Tadi saya sudah bertemu dengan Ketua dan para Wakil Ketua DPR RI beserta seluruh pimpinan komisi dan alat kelengkapan DPR, juga bersama dengan pimpinan fraksi-fraksi. Ini adalah pertemuan konsultasi, yang merupakan konvensi ketatanegaraan yang baik. Karena melalui forum konsultasi ini, kita bisa membicarakan masalah-masalah kebangsaan dari hati ke hati dalam suasana, tadi suasana kekeluargaan.

Jangan ada yang berpikiran di dalam kami tadi ribut atau rame. Tidak. Suasananya kekeluargaan, sangat kekeluargaan. Dan ini kita harapkan akan memperkuat sinergi antar lembaga negara dalam upaya mempercepat pembangunan, mempercepat kesejahteraan.

  • 31 March 2015
  • 20940 Views

Keterangan Pers Presiden Joko Widodo Seusai Pertemuan Bilateral dengan Perdana Menteri Belanda, Di MGM Grand Sanya Hotel, Hainan, RRT, 27 Maret 2015

admin-ajax.php_Saya menjelaskan mengenai pertemuan ini dengan Perdana Menteri Belanda Mark Rutte. Tadi kita berbicara masalah keinginan kita untuk peningkatan ekspor ke Eropa, karena hampir sebagian besar ekspor kita ke Eropa itu lewat Belanda. Dan tadi kita ingin agar peningkatan itu bisa dinaikan lagi.

Yang kedua, ekspor palm oil kita juga lewat Belanda lah yang terbesar. Jadi kita ingin agar ke depan bisa ditingkatkan lagi. Sekali lagi, memang Belanda menjadi pintu gerbang kita untuk masuk ke Eropa.

  • 31 March 2015
  • 13994 Views

Pidato Presiden Joko Widodo Pada Silaturahim Dengan Sineas Indonesia, di Istana Negara, Jakarta, 30 Maret 2015

admin-ajax.php_Assalamualaikum Wr wb,
Menteri yang hadiri, seluruh insan perfilman ,

Saya sangat bangga sekali malam hari ini bisa bertatap muka dengan Bapak, Ibu dan Saudara-saudara semuanya. Saya jadi ingat masa kecil, saya juga senang nonton film paling tidak dua minggu sekali nonton karena juga nggak punya duit. Dulu saya ingat, di daerah itu ada tiga tempat nonton film: ada yang elit, ada yang rakyat, ada yang misbar. Saya nontonnya yang di rakyat. Jadi kalau di elit itu di bioskop gedenya sudah main bulan Januari, saya nunggunya bulan Juni, 6 bulan setelah itu. Kalau luput, ya nanti nunggu di misbar-nya.

  • 20 March 2015
  • 13121 Views

Sambutan Presiden RI dalam Upacara Tawur Agung Kesanga Tahun Baru Saka 1937 di Candi Prambanan, Yogyakarta, 20 Maret 2015

admin-ajax.php_Oom swastiastu,
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Selamat pagi,
Salam sejahtera bagi kita sekalian,

Yang saya hormati seluruh Menteri yang hadir,
Panglima TNI, seluruh jajaran TNI dan Polri,
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta beserta Ibu,
Gubernur Jawa Tengah beserta Ibu,
Para sulinggih dan para pinandita, seluruh tokoh agama Hindu, Panitia Nasional Peringatan Hari Nyepi yang saya hormati,
Hadirin sekalian yang pada pagi hari ini hadir,

  • 10 March 2015
  • 15567 Views

Sambutan Presiden Joko Widodo Pada Pencanangan Gerakan Ayo Kerja dan Peluncuran Logo dalam rangka 70 Tahun Kemerdekaan RI, di Tugu Nol Kilometer Kota Sabang, Aceh, 10 Maret 2015

admin-ajax.phpAssalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Selamat pagi salam sejahtera bagi kita semua, om swastiasu, hamobudaya.

Saudara-saudara sebangsa, setanah air, hadirin yang saya mulyakan. Hari ini, saya berdiri di titik nol kilometer indonesia. Titik ujung barat indonesia. Dari titik ini, saya ingin mengajak kita semua untuk membayangkan kembali indonesia. Indonesia bukan hanya masa lalu kita melainkan juga hari ini dan masa depan kita. Indonesia adalah harapan kita, tempat kita berlindung di hari tua, tempat akhir menutup mata. Tempat kita untuk menaruh cita-cita dan sekaligus tempat untuk mewujudkannya. 70 tahun indonesia merdeka adalah rahmat yang tak ternilai dari allah Yang kuasa.

Hari ini saya juga meyakini bahwa kemerdekaan adalah anugerah terindah dari Tuhan Yang Maha Pemurah agar kita semua bisa membayangkan indonesia masa depan, serta agar kita masih bisa memiliki harapan tentang Indonesia, tentang tumpah darah kita.

Kemerdekaan adalah kebebasan yang seluas-luasnya bagi kita semua untuk berani menggantungkan cita-cita setinggi langit untuk kejayaan Indonesia. Kemerdekaan adalah kesempatan bagi kita untuk membuat semua harapan itu bisa menjadi kenyataan. Semua harapan kita tentang Indonesia itu hanya bisa dicapai dengan kerja. Sekali lagi dengan kerja. Hanya melalui kerja, sebuah bangsa akan meraih kemakmuran dan kejayaannya. Hanya melalui kerja, bangsa Indonesia akan bisa membangun jiwa dan sekaligus membangun raganya untuk kejayaan indonesia raya. Hanya melalui kerja, Republik Indonesia akan dapat berdiri kokoh untuk selama lamanya dan mampu mewujudkan semua cita-cita mulia yang terkamktub dalam pembukaan UUD 1945.

Kerja yang saya maksud bukanlah bukan semata mata kerja biasa. Kerja dilakukan dengan keinsafan akan kekuatan dari persatuan Indonesia. Kerja yang dilakukan dengan gotong royong. Gotong royong dari seluruh anak bangsa tanpa kecuali. Gotong royong bukan hanya urusan rakyat, tapi para pemimpinlah yang pertama dan terutama harus mampu memberikan contoh bergotong royong dalam kerja. Karena kita yakin bahwa tantangan besar yang dihadapi bangsa Indonesia hari ini dan arah nasional, regional dan global memerlukan upaya bersama yang menyiptakan seluruh rakyat Indonesia dan Sabang sampai Merauke dari Miangas sampai Pulau Rote.

Gotong royong dalam kerja seharusnya menjadi jiwa gerakan perayaan 70 tahun kemerdekaan RI sehingga perayaan kemerdekaan itu benar-benar menjadi perayaan rakyat. Bangkit dalam kehidupannya sehari-hari.

Saudara-saudara sebangsa dan setanah air. Gerakan nasional 70 indonesia merdeka saya canangkan tepat di nol kilometer Indonesia di kota Sabang, dan rencananya akan berakhir di Merauke ujung timur Indonesia pada waktu berikutnya.
Ayo kerja bukanlah slogan semata, melainkan sebuah pergerakan. Pergerakan apa?. Pergerakan seperti halnya yang perbah dibayangkan oleh Bung Karno, bapak bangsa dan proklamator kemerdekaan. Bahwa pergerakan kita janganlah pergerakan yang keci-kecilan. Pergerakan kita haruslah pada hakikatnya suatu pergerakan yang ingin mengubah sama sekali sifat-sifat kita. Suatu pergerakan yang ingin menjebol kesakitan-kesakitan sampai ke sumber-sumbernya, sampai ke akar-akarnya.

Saya memiliki keyakinan yang sama dengan Bung Karno bahwa pergerakan yang ingin kita bangun adalah pergerakan menjebol mentalitas bangsa yang masih berada dalam ketidakadilan, ketidak merdekaan, ketertindasan serta membangun sebuah mentalitas baru sebagai bangsa yang merdeka seratus persen. Makna mendasar yang paling dasar dari kemerdekaan dan makna terdalam dari sebuah perubahan mental, dari sebuah revolusi mental.

Ayo kerja, sesungguhnya ada perwujudan praktis dari gerakan revolusi berfikir, revolusi pola pikir, revolusi karakter dan revolusi mental. Revolusi mental itu bukan hanya untuk rakyat, namun harus menjangkau dan mengikat para penyelenggara negara. Para penyelenggara negara memiliki tanggung jawab, memiliki moral maupun konstitusional untuk bekerja jujur, untuk bekerja tanpa pamrih, untuk bekerja melayani rakyat secara paripurna.

Saudara-saudara sebangsa dan setanah air, pekerjaan kita belum selesai, belum apa-apa, belum apa-apa, belum apa-apa. Sebagai bangsa yang besar, kita pasti akan menghadapi tantangan dan persoalan-persoalan yang besar pula. Kita harus menyiapkan diri untuk menghadapi semua tantangan dengan kekuatan kita sendiri. Kini sudah saatnya kita mengusahakan tekad, mengusahakan semangat, mengusahakan pikiran, mengusahakan perhatian untuk mengatasi berbagai tantangan dan persoalan-persoalan yang kita hadapi. Dan kini saatnya kita untuk bekerja, untuk bekerja, untuk bekerja.

Indonesia bukan hanya tempat untuk kita menaruh harapan, indonesia adalah medan perjuangan kita untuk mewujudkannya. Untuk itu, tugas kita bersama untuk bergerak membuat harapan bisa menjadi kenyataan. Ayo kita kerja.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Om santi santi om.

 

(Humas Setkab)