web analytics

Blog

Economic Cooperation and Development Review Vol. 5 No. 1 April 2012

Oleh: Alfurkon Setiawan ; Diposkan pada: 21 Sep 2014 ; 66101 Views Kategori: Galeri Buku
ISBN :
Author :
Bahasa : English
Penerbit : Organization of Islamic Cooperation, Statisti
Tanggal Terbit : Januari 2012
Jumlah Halaman : 107

Deskripsi:
SESRIC merupakan lembaga pusat penelitian statistik ekonomi dan sosial serta pelatihan di bawah Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) yang secara rutin menerbitkan Jurnal “Economic Cooperation and Development Review”. Pada edisi kali ini, SESRIC menyoroti sejauh mana peran sistem keuangan dan ekonomi Islam dalam memberikan solusi mengatasi krisis keuangan global yang semakin meningkat intensitas maupun cakupannya untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan (sustainable development). Tanpa adanya aksi nyata dalam reformasi sistem keuangan global, maka “sustainable crisis” akan menjadi sebuah fenomena nyata dibanding “sustainable development”.

Berangkat dengan latar belakang ini, Jurnal edisi bulan April 2012 memuat mengenai berbagai forum-forum internasional di bidang sistem keuangan dan ekonomi Islam dimana SESRIC turut terlibat di dalamnya secara aktif . Salah satunya adalah Konferensi Internasional ke-8 tentang Keuangan dan Ekonomi Islam di Doha, Qatar pada 19-21 Desember 2011 yang mengambil tema “Sustainable Growth and Inclusive Economic Development from an Islamic Perspective”. Melalui forum ini, para peneliti, praktisi dan pembuat kebijakan di bidang keuangan dan ekonomi Islam membahas mengenai cara-cara pengembangan sistem keuangan Islam agar tampil dan mengambil peran lebih jauh dalam sistem dan tatanan keuangan global. SESRIC juga berpartisipasi dalam Forum Keuangan Islam ke-10 di Harvard University pada 24-25 Maret 2012, yang mengambil tema “Islamic Finance and Development”.

Isu mengenai pembangunan berkelanjutan juga diangkat melalui artikel dari President Bank Dunia, Robert B. Zoellick, yang berjudul “Why We Still Need the World Bank: Looking Beyond Aid”, serta artikel dari Dirjen ILO, Juan Somavia, yang berjudul “Decent Work for Social Justice and Sustainable Development.

Sebagai tambahan, edisi bulan April 2012 ini juga menampilkan 3 (tiga) laporan SESRIC yang mengkaji mengenai “Disparitas Pendapatan di antara negara-negara OKI”, “Penilaian Risiko Bencana Alam di Negara-negara OKI”, dan “Penilaian atas Kesinambungan dan Insolvency Hutang Luar Negeri Negara-Negara OKI”.

Secara khusus, Jurnal kali ini menampilkan profil dan hasil wawancara SESRIC dengan Presiden RI, Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono. Sosok Presiden SBY dipilih karena keberhasilannya dalam meraih pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif (sustainable and inclusive growth) melalui 4 pilar strategi yang dikenal dengan sebutan 4 track strategy: pro-growth, pro-poor, pro-job, dan pro-environtment. Dengan pertumbuhan ekonomi rata-rata 6,5% per tahun, Indonesia merupakan ekonomi terbesar di kawasan Asia Tenggara, dan masuk peringkat ke-17 negara dengan ukuran ekonomi terbesar.

Peranan Presiden dalam mendorong terwujudnya demokratisasi, pemberantasan korupsi, serta perdamaian dan stabilitas kawasan telah menjadikannya sebagai salah satu role model kepemimpinan di negara-negara Islam. Kontribusi Presiden dalam pengurangan risiko bencana alam juga telah diakui oleh banyak pihak hingga membuatnya dianugerahi “Global Champion for Disaster Risk Reduction” oleh PBB. Selain itu, komitmen dan peran strategis Presiden dalam menjembatani dunia “barat” dengan “Islam” melalui dialog lintas media dan penyusunan draft Piagam OKI mengenai Hak Asasi Manusia dan Demokrasi, menjadikan beliau kandidat yang lengkap dan tepat untuk berbicara mengenai isu-isu pembangunan, demokrasi dan peranan OKI ke depan.

Wawancara SESRIC dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono difokuskan pada pandangan-pandangan beliau terhadap berbagai isu nasional, regional dan global seperti peran Indonesia sebagai salah satu dari 30 negara pendiri OKI dalam meningkatkan kerjasama ekonomi dan pembangunan pada tingkat OKI, serta peran dan kinerja OKI sebagai representasi “suara kolektif” Dunia Muslim terkait dengan tantangan ekonomi dan geopolitik regional dan global.

Artikel lainnya :