Fri, 06-07-2013 14:59 WIB
Malam Kesenian Sulbar Semarakkan Beijing
By : desk informasi
- Read: 983 times



 

Kedutaan Besar RI di Beijing untuk kesekian kalinya kembali menyelenggarakan 'Indonesian Night 2013', bekerjasama dengan ASEAN - China Center (ACC), Beijing, Kamis (6/6).
Dibuka oleh Duta Besar Imron Cotan, malam kesenian Indonesia tersebut menonjolkan budaya Sulawesi Barat yang terdiri dari serangkaian lagu, tari,  serta  juga makanan-makanan khas provinsi tersebut yang terlihat sangat diminati dan dinikmati oleh lebih dari 300 tamu undangan.
Sekitar 40 perwakilan negara sahabat tercatat menghadiri acara tersebut, sebagian diantaranya pada tingkat duta besar. Sekretaris Jenderal ACC Ma Minqiang turut memberikan sambutan yang antara lain mengapresiasi keaktifan KBRI Beijing di dalam memupuk persahabatan antara negara-negara ASEAN dengan China (ASEAN+1) melalui jalur budaya.
Sebelumnya, tim promosi pariwisata, perdagangan, dan investasi yang langsung dipimpin oleh Gubernur Sulawesi Barat Anwar Adnan Saleh, menyelenggarakan suatu forum untuk menarik para turis, pedagang dan investor RRT berkunjung serta melakukan perdagangan dan investasi di provinsi tersebut, terutama di bidang pertambangan, pertanian, dan perikanan.
Dari acara promosi dimaksud terdeteksi adanya minat besar dari para peserta untuk melakukan penjajakan pasar lebih lanjut ke provinsi yang usianya masih relatif muda tersebut. Antusiasme mereka disambut hangat oleh Gubernur Anwar Adnan Saleh yang tampak didampingi dengan setia oleh Ibu Anggreany Anwar.
Suasana meriah dan interaktif terjalin ketika tarian pergaulan Poco-Poco diperkenalkan.  Hampir seluruh undangan turut menari, meliak-liukan badan mereka meniru para peserta dari Indonesia yang sudah tidak asing lagi dengan tarian Poco-Poco.
Terlihat ibu Eni Cotan dan ibu Anggraeny Anwar turut berperan menjadi 'instruktur' tari pergaulan nasional tersebut, sehingga menambah meriahnya suasana.
Malam semakin marak ketika tim Angklung yang dipandu oleh Daeng Udjo secara interaktif mengajarkan serta mengajak para undangan untuk memainkan alat musik tradisional tersebut mengiringi serangkaian lagu nasional dan Mandarin yang sudah tidak asing lagi di telinga para tamu.
Di akhir acara, Sekretaris Jenderal ACC Ma Minqiang menyatakan kepuasannya dengan menekankan bahwa acara yang digelar KBRI Beijing dan Pemerintah Daerah se-Sulawesi tersebut adalah yang terbaik dan termeriah sejauh ini serta berharap acara-acara serupa terus diselenggarakan KBRI Beijing di masa mendatang.
Hal tersebut memang terbukti dari melimpahnya mobil-mobil tamu yang menghadiri acara malam kesenian Indonesia tersebut, sehingga menciptakan kemacetan lalu lintas di sekitar Markas Besar ACC, demikian dilaporkan oleh Dubes RI untuk RRT merangkap Mongolia. (KBRI Beijing/WID/ES)

 

Kedutaan Besar RI di Beijing untuk kesekian kalinya kembali menyelenggarakan 'Indonesian Night 2013', bekerjasama dengan ASEAN - China Center (ACC), Beijing, Kamis (6/6).

Dibuka oleh Duta Besar Imron Cotan, malam kesenian Indonesia tersebut menonjolkan budaya Sulawesi Barat yang terdiri dari serangkaian lagu, tari,  serta  juga makanan-makanan khas provinsi tersebut yang terlihat sangat diminati dan dinikmati oleh lebih dari 300 tamu undangan.

Sekitar 40 perwakilan negara sahabat tercatat menghadiri acara tersebut, sebagian diantaranya pada tingkat duta besar. Sekretaris Jenderal ACC Ma Minqiang turut memberikan sambutan yang antara lain mengapresiasi keaktifan KBRI Beijing di dalam memupuk persahabatan antara negara-negara ASEAN dengan China (ASEAN+1) melalui jalur budaya.

Sebelumnya, tim promosi pariwisata, perdagangan, dan investasi yang langsung dipimpin oleh Gubernur Sulawesi Barat Anwar Adnan Saleh, menyelenggarakan suatu forum untuk menarik para turis, pedagang dan investor RRT berkunjung serta melakukan perdagangan dan investasi di provinsi tersebut, terutama di bidang pertambangan, pertanian, dan perikanan.

Dari acara promosi dimaksud terdeteksi adanya minat besar dari para peserta untuk melakukan penjajakan pasar lebih lanjut ke provinsi yang usianya masih relatif muda tersebut. Antusiasme mereka disambut hangat oleh Gubernur Anwar Adnan Saleh yang tampak didampingi dengan setia oleh Ibu Anggreany Anwar.

Suasana meriah dan interaktif terjalin ketika tarian pergaulan Poco-Poco diperkenalkan.  Hampir seluruh undangan turut menari, meliak-liukan badan mereka meniru para peserta dari Indonesia yang sudah tidak asing lagi dengan tarian Poco-Poco.

Terlihat ibu Eni Cotan dan ibu Anggraeny Anwar turut berperan menjadi 'instruktur' tari pergaulan nasional tersebut, sehingga menambah meriahnya suasana.

Malam semakin marak ketika tim Angklung yang dipandu oleh Daeng Udjo secara interaktif mengajarkan serta mengajak para undangan untuk memainkan alat musik tradisional tersebut mengiringi serangkaian lagu nasional dan Mandarin yang sudah tidak asing lagi di telinga para tamu.

Di akhir acara, Sekretaris Jenderal ACC Ma Minqiang menyatakan kepuasannya dengan menekankan bahwa acara yang digelar KBRI Beijing dan Pemerintah Daerah se-Sulawesi tersebut adalah yang terbaik dan termeriah sejauh ini serta berharap acara-acara serupa terus diselenggarakan KBRI Beijing di masa mendatang.

Hal tersebut memang terbukti dari melimpahnya mobil-mobil tamu yang menghadiri acara malam kesenian Indonesia tersebut, sehingga menciptakan kemacetan lalu lintas di sekitar Markas Besar ACC, demikian dilaporkan oleh Dubes RI untuk RRT merangkap Mongolia. (KBRI Beijing/WID/ES)