Wed, 03-13-2013 08:48 WIB
Dirjen Perikanan Budidaya Panen Bandeng Di Tangerang
By : desk informasi
- Read: 1503 times



Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto, hari Rabu (13/3) melakukan panen bandeng di lokasi tambak percontohan, demfarm (demontration farm), budidaya bandeng di desa Lontar, Kecamatan kemiri, Kabupaten Tangerang.

Slamet menuturkan tambak ini merupakan revitalisasi  oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (Ditjen PB). Tambak demfarm di Kabupaten Tangerang ini merupakan bagian dari 500 ha lokasi revitalisasi tambak bandeng tahun 2012.

Pogram revitalisasi tambak bandeng meliputi 6 Kabupaten yaitu Serang, Tangerang, Karawang, Subang, Indramayu dan Cirebon.

“Panen bandeng kali ini, tentunya merupakan bagian dari rangkaian kesuksesan para pembudidaya dan diharapkan akan diikuti oleh daerah lainnya” urai Slamet. Luas lahan demfarm Bandengn di Kab. Tangerang adalah 100 Ha yaitu di Kecamatan Kronjo 50 Ha dan Kecamatan Kemiri 50 Ha. Panen Bandeng di Desa Lontar, Kecamatan Kemiri sudah dimulai pada tanggal 7 Maret  2013 melalui panen secara partial  dengan hasil produksi sebanyak 9,6 ton di tambak seluas 6 ha.

Menurut Slamet, keberhasilan tambak percontohan budidaya Bandeng kali ini melengkapi keberhasilan Desa Lontar Kecamatan Kemiri sebelumnya yaitu panen udang di tambak percontohan Balai Besar Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara pada tanggal 15 Februari 2013 lalu. “Ini cukup membanggakan, dalam periode kurang dari sebulan, Kabupaten Tangerang berhasil melakukan panen udang dan bandeng sebagai bagian dari program revitalisasi tambak KKP” ujar Slamet.

Pengembangan kawasan budidaya bandeng melalui demfarm budidaya bandeng  diharapkan akan mampu meningkatkan capaian produksi bandeng secara nasional. Sebagai gambaran, target capaian produksi bandeng nasional pada Tahun 2012 sebesar 513.400 ton, dengan capaian pada tahun 2012 sebesar 522.100 ton atau sekitar 103,71 %. “Untuk tahun 2013 ditargetkan adanya peningkatan produksi bandeng nasional sebesar 604.000 ton. Melalui peningkatan teknologi budidaya anjuran yang semula tradisional menjadi semi intensif serta dukungan infrastruktur, dan input produksi berupa benih dan pakan secara nyata diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan mutu hasil produksi budidaya. Tentunya  secara langsung akan meningkatkan pendapatan masyarakat pembudidaya” demikian dikatakan Slamet.

Melalui kegiatan panen bersama bandeng ini, secara langsung akan menunjukkan bahwa usaha budidaya bandeng dapat menjadi alternative usaha yang menjanjikan dan secara nyata mampu meningkatkan pendapatan dan penyerapan tenaga kerja yang signifikan. Disamping itu, keberhasilan tambak percontohan bandeng ini diharapkan akan kembali menumbuhkan minat dan respon masyarakat untuk kembali terjun berbudidaya bandeng serta akan menjadi embrio bagi pengembangan usaha budidaya bandeng khususnya di Pantura Banten dan umumnya di Pantura Jawa. Slamet berharap, aktivitas usaha budidaya ini tidak berhenti pada tataran pelaksanaan program saja, namun harus terus berkelanjutan. Disamping itu kelembagaan kelompok agar senantiasa diperkuat dan dijalankan dengan baik, karena merupakan factor utama dalam membuka peluang dalam mendapatkan akses produksi, pasar dan permodalan.
Pada kesempatan ini, diharapkan dukungan dan kerjasama yang baik dari lintas sektoral, seperti perbankan/lembaga keuangan dan seluruh stakeholders pelaku usaha perikanan, untuk bersama-sama bersinergi dalam mendukung industrialisasi perikanan budidaya dan mewujudkan Indonesia sebagai bangsa yang mandiri, karena mampu memberdayakan dan mengelola segenap potensi sumberdaya perikanan budidaya yang ada secara berkelanjutan demi pergerakan pembangunan ekonomi nasional dan sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat. (Kemen KP/WID/ES)