Tue, 03-29-2011 18:33 WIB
Kondisi Kelistrikan Jawa Timur
By : Massi dan Arief K
- Read: 3162 times



Penyediaan listrik bagi Jawa Timur disuplai oleh jaringan interkoneksi Sistem Jawa Bali (SJB), yang merupakan jaringan terbesar listrik nasional. Kondisi kelistrikan SJB saat ini memiliki daya mampu pembangkit sebesar 21.620 MW, dengan beban listrik mencapai 18.096 MW hingga 19.024 MW atau 83,7% - 87,99% dari daya mampu pembangkit sehingga memiliki cadangan operasi sebesar 286 MW hingga 4.399 MW. Ketersediaan listrik di Jawa Timur ditangani SJB Region Jawa Timur dengan daya 5.174 MW, sementara kebutuhan listrik 3.174 MW sehingga surplus daya sebesar 1.378 MW.

Sampai dengan tahun 2010, PLN Distribusi Jawa Timur memiliki jumlah pelanggan sebesar 7.459.745 pelanggan yang meliputi sekitar 92,63% rumah tangga atau sejumlah 6,9 juta pelanggan, 2,28% sosial atau sejumlah 170 ribu pelanggan, 4,44% usaha atau 331 ribu pelanggan, 0,5% usaha atau sejumlah 37 ribu pelanggan, dan 0,15% industri atau 11 ribu pelanggan.

Jawa Timur merupakan salah satu wilayah yang mampu melampaui target dalam melaksanakan program nasional GRASS (Gerakan Satu Juta Pelanggan). Dari target yang ditetapkan sebanyak 160.000 pelanggan, Jawa Timur mampu melakukan sambungan baru sebanyak  186.000 pelanggan atau 17 persen di atas target. Dengan sambungan baru ini, daftar antrian pemasangan listrik di Jawa Timur berkurang, sehingga hanya tersisa sebanyak 43.473 pelanggan dengan total kebutuhan daya 396.213 KVA.

GI Driyorejo GresikUntuk menuntaskan daftar tunggu ini, pada tahun 2011 PLN Jatim menetapkan target sambungan baru sebanyak 320 ribu pelanggan. Khusus untuk konsumsi rumah tangga, PLN melakukan sambungan listrik dengan sistem prabayar, dengan jumlah akumulasi 2011 sebesar 385 ribu pelanggan prabayar.

Untuk menunjang sambungan baru, PLN akan membangun 2 gardu induk (GI) yaitu GI Brondong – Paciran dan GI Pacitan dan meningkatkan kapasitas sejumlah trafo GI dari 30 MVA menjadi 60 MVA di Sengkaling, 20 MVA menjadi 60 MVA di Banyuwangi dan Probolinggo, 10 MVA menjadi 60 MVA di Tandes, 10 MVA menjadi 30 MVA di Trenggalek. Selain itu PLN Jawa Timur akan membangun sebanyak 2.815 gardu dan penambahan trafo 60 MVA di Lamongan, Pakis, Manyar dan Petrokimia. 

Pelayanan terhadap kebutuhan listrik dikelola melalui Area Pelayanan Jaringan (APJ) PLN, salah satunya APJ Gresik. Dengan luas wilayah seluas 1.158,11 kilometer persegi, APJ Gresik terbagi menjadi 4 unit pelayanan jaringan (UPJ) yakni UPJ Giri, UPJ Benjeng, UPJ Sidayu dan UPJ Bawean. Pada tahun 2010 APJ Gresik mencatat jumlah pelanggan sebanyak 207.067 pelanggan, tumbuh 4,98% dari tahun 2009 sebanyak 197.247. Salah satu indikator keberhasilan pelayanan PLN adalah berkurangnya angka pemadaman. APJ Gresik terus menekan angka pemadaman akibat gangguan penyulang. Pada tahun 2010 kelistrikan Gresik mengalami 131 gangguan, menurun dibanding tahun 2009 sebesar 146 kali gangguan.

GI PaitonRasio elektrifikasi listrik di Gresik juga cukup tinggi mencapai 99,72% dengan cakupan desa mencapai 358 desa/kelurahan dari 359 desa/kelurahan. APJ PLN menyatakan hanya tersisa 1 desa di Kecamatan Sangkapura yang masih belum teraliri listrik. Hal ini disebabkan karena kondisi wilayah yang terletak di Pulau Bawean, sehingga memiliki tantangan yang besar dalam melaksanakan pemasangan jaringan.

Sejalan dengan program nasional GRASS, pada tahun 2010, APJ Gresik telah melakukan rea–lisasi GRASS sebanyak 3.504 pelanggan, sehingga daftar tunggu tersisa sebanyak 2.638 calon pelanggan dengan jumlah daya sebesar 212.668,85 KVA. Kondisi wilayah Gresik yang memiliki bagian kepulauan yaitu Pulau Bawean dan pulau-pulau kecil di sekitarnya merupakan tantangan yang berat bagi PLN dalam memberikan pasokan dan pemeliharaan listrik.

Penyambungan listrik di Gresik mendapat sambutan antusias dari masyarakat, karena selama ini mereka yang bertahun-tahun menggunakan lampu minyak atau genset kini bisa menikmati penerangan listrik. Sambungan listrik baru memberikan kesempatan kepada masyarakat dalam membuka wawasan dan jendela informasi seiring antusiasme masyarakat menyaksikan siaran televisi atau radio. Masyarakat yang sebelumnya tidak bisa menikmati siaran televisi atau radio, kini bisa bebas mencari informasi sekaligus menikmati hiburan.

Penerimaan Sambungan Listrik BaruSalah satu anggota masyarakat yang menerima pemasangan baru melalui GRASS adalah Satri, warga Sumengko RT 14 RW 4, Kecamatan Duduk Sampeyan, Gresik yang mendapat sambungan listrik sebesar 900 watt. Dia mengaku sudah lima tahun menunggu pemasangan listrik di rumahnya dan baru mendapat sambungan tiga bulan lalu. Sebelumnya untuk mendapatkan listrik, terpaksa menumpang sambungan listrik tetangganya dengan kesepakatan biaya pemakaian listrik dibagi rata dengan biaya bulanan rata-rata Rp 80 ribu.

Sambungan listrik yang sekarang tersambung di rumahnya merupakan model pulsa, sehingga dapat mengatur pengeluaran listrik keluarga dengan rata-rata pemakaian per bulan Rp 50 ribu. “Kami sudah mengajukan hampir 2 tahun lebih, bahkan sudah pernah membayar Rp 1,5 juta tetapi uang kembali karena katanya tidak ada jaringan. Pemasangan baru terlaksana bulan Oktober 2010 dengan membayar Rp 3,2 juta meliputi biaya kabel Rp 1 juta dan sisanya untuk memasang listrik,” ujarnya.

Listrik mendukung jendela informasi hiburanWarga lainnya yang mendapat sambungan listrik adalah Masrifa dengan kapasitas 900 watt. “Rumah saya teraliri listrik pada Oktober 2010 dengan biaya Rp 3,5 juta. Saya bersyukur sekarang sudah memiliki sambungan listrik sendiri sehingga dapat menyesuaikan pengeluaran dengan isi kantong. Hanya saja saya agak bingung sebab ada teman saya yang membayar lebih murah pada saat ulang tahun untuk biaya pemasangan 900 watt hanya Rp 1,9 juta dan untuk 450 watt Rp 1,4 juta,”ujarnya.

Berbeda dengan Satri dan Masrifa, Sumaji Agus Salim, warga Sidorejo RT 4 RW 2 Kecamatan Bugah, Gresik yang juga mendapatkan pemasangan sambungan akhir 2010, hanya membayar biaya pemasangan sebesar Rp 1,1 juta untuk daya 900 watt. Sumaji mengaku sudah menempati rumah itu sejak kecil bersama neneknya, akan tetapi baru mendapatkan sambungan listrik tahun 2010. Sebelumnya untuk listrik dia mengikut tetangga dan membayar dengan cara bagi dua rata-rata 90 ribu. “Dengan adanya sambungan listrik semua peralatan bisa digunakan,” ucapnya. (Massi dan Arief K)