Tue, 06-21-2011 20:04 WIB
Revitalisasi Nilai-Nilai Pancasila Dalam Kehidupan Kenegaraan Bangsa Indonesia
By : Desk Informasi
- Read: 7808 times


Reformasi di segala bidang, terutama bidang hukum dan politik yang berhasil kita lakukan dan kita rasakan saat ini, merupakan momentum dan fase penting dalam memantapkan pilihan final terhadap Pancasila sebagai dasar ideologi, pendirian hidup, dan 'khittah' kenegaraan bangsa Indonesia. Konsekuensi atas pilihan terhadap Pancasila tersebut ialah keharusan, kesediaan, dan kemauan setiap elemen bangsa tanpa terkecuali, untuk memahami dan mengimplementasikan nilai-nilai luhur Pancasila dalam aktifitas hidup berbangsa dan bernegara. Namun, kondisi faktual saat ini menunjukkan adanya problem serius dan sistemik yang mengakibatkan nila-nilai Pancasila sedang mengalami "keterpinggiran" sehingga keberadaannya justru teralienasi dari kehidupan masyarakat bangsa Indonesia sendiri.

Berangkat dari pemikiran itulah, forum konsultasi antar pimpinan Lembaga Negara yang di gelar di Mahkamah Konstitusi pada 24 Mei 2011 mengambil tema “Menguatkan Pancasila sebagai Dasar Ideologi Negara”. Pertemuan konsultasi ini dihadiri oleh Ketua MPR Taufiq Kiemas selaku pimpinan rapat, Ketua MK Moh. Mahfud MD, Ketua DPR Marzuki Alie, Ketua DPD Irman Gusman, Ketua BPK Hadi Poernomo,Ketua MA Harifin A. Tumpa, Ketua KY Eman Suparman, serta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono.

Dalam pertemuan ini, semua pihak menyadari bahwa terpinggirkannya nilai-nilai Pancasila di tengah-tengah berbagai capaian kemajuan dan keberhasilan bangsa mengakibatkan munculnya berbagai persoalan kebangsaan yang membawa ancaman terhadap pilar-pilar kekuatan bangsa. Kebhinekaan bangsa ini menjadi demikian mudah terusik. Konflik dan kekerasan sosial dengan mudah terjadi akibat perbedaan latar belakang etnisitas, primordialisme, dan terutama agama. Kesantunan, toleransi, dan tepa selira" yang menjadi karakter orisinil bangsa ini meluntur karena penetrasi pemikiran dan tindakan pragmatis ­individualistik. Semangat kebangsaan semakin memudar seiring munculnya tantangan signifikan globalisasi, materialisme, hedonisme, dan modernisme yang tidak disertai dengan responsi memadai. Keadaan ini tidak boleh dibiarkan terus terjadi, sebab, selain akan menggerogoti kekuatan dan keutuhan bangsa, peminggiran nilai-nilai Pancasila merupakan bentuk pengingkaran atas realitas dan karakter orisinil bangsa Indonesia yang penuh dimensi keluhuran.

Melihat kenyataan bahwa Pancasila semakin terpinggirkan dari pola pikir dan pola tindak masyarakat maka yang diperlukan sekarang ini adalah kesadaran kolektif segenap elemen bangsa untuk merevitalisasi nilai-nilai Pancasila sebagai dasar ideologi negara. Kesadaran kolektif merupakan prasyarat dan modal utama untuk dapat melihat Pancasila secara lebih utuh sebagai tata nilai yang menjadi landasan fundamental bangsa Indonesia dalam membangun kerukunan, keserasian, keharmonisan, keadilan, dan kesejahteraan di antara sesama warga bangsa. Upaya revitalisasi Pancasila penting untuk segera dimulai dan tidak sekadar menjadi wacana belaka seiring dengan realitas filosofis-historis bahwa sebagai dasar ideologi negara, Pancasila merupakan dasar rasional eksistensi negara dan bangsa yang dibangun sekaligus sebagai orientasi yang menunjukkan arah perkembangan peradaban bangsa dan Negara.

Pancasila merupakan cita-cita luhur bangsa Indonesia tentang masyarakat yang baik dan ideal karena mengungkapkan nilai-nilai yang ingin direalisasikan dalam kehidupan bersama bangsa Indonesia. Dan oleh karena itu, Pancasila memuat keharusan-keharusan yang bukan saja dialamatkan kepada warga masyarakat, tetapi yang lebih utama sesungguhnya justru ditujukan kepada penyelenggara negara agar segala aturan dan kebijakan yang ditempuh dalam mengelola negara ini dilandasi dan berorientasi kepada nilai-nilai Pancasila. Untuk itu, nilai-nilai luhur Pancasila yang telah kita sepakati bersama dan menjadi pilihan final sebagai dasar ideologi, dasar rasional, dan orientasi dalam membangun dan mengarahkan negara ini harus direvitalisasi agar selalu menjadi bintang pemandu sekaligus spirit yang mengaliri setiap perilaku dan aktivitas seluruh elemen bangsa dan negara, dalam posisi dan status serta bidang profesi masing-masing.

Persoalan konkrit sekarang ini yang perlu mendapatkan perhatian ialah melemahnya implementasi  nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan keseharian masyarakat. Oleh karena itu, agenda yang sangat penting dan mendesak dilakukan oleh bangsa Indonesia adalah merevitalisasi, menginternalisasi, dan mengimplementasikan nilai‑nilai Pancasila ini ke dalam segenap elemen bangsa. Dalam hal ini, pendidikan kesadaran berkonstitusi yang dijiwai oleh nilai-nilai Pancasila perlu terus-menerus dilakukan secara lebih sistematis, terstruktur dan massive dengan melibatkan lembaga negara di semua cabang kekuasaan negara.

Dalam pertemuan pimpinan lembaga negara kali ini, disepakati mengenai suatu komitmen bersama bahwa semua lembaga negara memiliki kewajiban untuk secara aktif mengambil tanggung jawab dalam upaya menguatkan Pancasila sebagai dasar ideologi negara, sesuai dengan peran, posisi dan kewenangannya masing-masing. Di samping itu, pertemuan pimpinan lembaga negara juga menyepakati bahwa upaya merevitalisasi, menginternalisasi, dan mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila akan dilakukan melalui gerakan bersama yang terstruktur, sistematis, dan massive dengan melibatkan seluruh elemen bangsa melalui upaya menanamkan, menumbuhkembangkan, dan menguatkan semangat kebangsaan nasionalisme, dan patriotisme. Seiring dengan itu, pembudayaan nilai-nilai Pancasila akan dilakukan dan ditempatkan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari Pendidikan Pancasila dan Konstitusi, yang tidak lagi  hanya menekankan pada aspek pengetahuan dan pemahaman kognitif semata, tetapi lebih sebagai metode internalisasi yang terpadu dalam mewujudkan kesadaran berkonstitusi dan ber-Pancasila.(Kedeputian Bidang Persidangan)