Hadap Presiden Jokowi, CEO Chevron Berkomitmen Tetap Berinvestasi di Indonesia

Oleh Humas     Dipublikasikan pada 9 Januari 2015
Kategori: Berita
Dibaca: 126.394 Kali
Presiden Jokowi menerima CEO Chevron, di kantor Presiden, Jakarta, Jumat (9/1) siang

Presiden Jokowi menerima CEO Chevron, di kantor Presiden, Jakarta, Jumat (9/1) siang

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima CEO Chevron Corporation, di Kantor Presiden, Jakarta,  Jumat (9/1) siang. Kedatangan para petinggi Chevron dimaksudkan untuk menyatakan komitmen mereka yang akan tetap berinvestasi dalam infrastruktur migas di Indonesia.

Rombongan Chevron yang datang dipimpin langsung oleh Chief Executive Officer (CEO) mereka John S Whatson. John sendiri secara langsung memperkenalkan dirinya dan jajarannya kepada Jokowi.

“Terima kasih, karena bapak Presiden sudah mau menerima kami,” ujar john kepada Jokowi.

Ada enam perwakilan Chevron yang datang, termasuk John. Mereka diantaranya adalah Senior Vice President Upstream Jay Johnson, presiden Chevron Asia Pacific Exploration and Production Melody Meyer, managing DIrector Chevron IndoAsia business unit Chuck Taylor. Selain itu juga tampak hadir Presiden Director PT Chevron Pacific Indonesia (CPI), dan Senior Vice Presiden PGPA Chevron IndoAsia Bussines unit Yanto Sianipar.

Sementara Presiden Jokowi sendiri dalam kesempatan itu didampingi oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil, dan Menteri ESDM Sudirman Said, dan Sekretaris Kabinet (Seskab) Andi Wijayanto.

Tunggu SKK Migas

Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Jalil dalam keterangan pers usai mendampingi Presiden Jokowi mengatakan, bahwa kedatangan CEO Chevron untuk menyatakan komitmennya tetap berinvestasi dalam infrastruktur migas di Indonesia.

“Saat ini Chevron memiliki ladang di Duri, Riau, yang memproduksi lebih dari 300 ribu barel minyak per hari. Chevron juga tengah mengembangkan ladang gas di Laut Makassar, Sulawesi Selatan, yang disebut dengan IDD,” kata Sofyan Jalil yang didampingi Yanto Sianipar (Senior Vice Presiden PGPA Chevron IndoAsia Business Unit).

Menurut Sofyan, mestinya IDD tersebut sudah dikembangkan namun Chevron gagal memperoleh izin permit. Padahal tahun lalu perusahaan ini telah menyewa drilling dll.

“Jhon Watson mengatakan komitmennya yang sesuai dengan aspirasi pemerintah untuk meningkatkan produksi minyak dan gas, mengingat cadangan minyak kita tinggal 11 tahun lagi dan gas tinggal 18 tahun lagi,” kata Sofyan.

Chevron, lanjut Menko Perekonomian, saat ini menunggu keputusan dari SKK Migas mengenai ladang di Laut Makassar.

Kepada Presiden Jokowi, Prresiden Chevron juga mengatakan bahwa pihaknya tengah menangani kasus hukum karyawan Chevron.

Sementara Presiden Jokowi mengatakan bahwa pemerintah akan mempelajari sejauh mana kasus hukum tersebut dapat diselesaikan. (Humas Setkab/WID/ES)

Berita Terbaru