web analytics

Blog

Ini Alasan Presiden Jokowi Nonton We The Fest, Kodaline, Linkin Park, atau Metallica

Oleh: Humas ; Diposkan pada: 12 Aug 2017 ; 12466 Views Kategori: Berita
Presiden Jokowi didampingi Menko Polhukam dan artis Giring Nidji senam bersama peserta peluncuran Program Penguatan Pendidikan Pancasila di Istana Bogor, Jawa Barat, Sabtu (12/9) pagi. (Foto: Rahmat/Humas)

Presiden Jokowi didampingi Menko Polhukam dan artis Giring Nidji senam bersama peserta peluncuran Program Penguatan Pendidikan Pancasila di Istana Bogor, Jawa Barat, Sabtu (12/9) pagi. (Foto: Rahmat/Humas)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan alasannya menonton The Fest hingga jam 12 malam pada Jumat (11/8) malam, demikian juga dengan Zurich, Kodalina, Linkin Park, Metallica, Lamb of God, Judas Priest, dan sebagainya.

“Saya nonton. Tapi untuk apa harus tahu, untuk apa kita nonton. Untuk membandingkan posisi kita ada dimana, kekalahan ada dimana, kemenangan kita ada dimana,” kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada peluncuran Program Penguatan Pendidikan Pancasila di Istana Bogor, Jawa Barat, Sabtu (12/9) pagi.

Dalam acara yang dihadiri oleh ratusan dosen dan mahasiswa dari seluruh Indonesia itu, Presiden Jokowi mengingatkan, Jangan sampai kita tergerus oleh itu. “Seneng nggak apa-apa. Tapi jangan berikan kesenangan kita semuanya pada dia,” tutur Presiden seraya menambahkan, bahwa bulan Oktober nanti musisi Ed Sheeren juga akan ke Indonesia. Ini pasti disenangi anak-anak muda semuanya.

Kepala Negara merasa perlu mengingatkan, kita sendiri memiliki sebetulnya punya seperti Giring Nidji. Kita juga punya misalnya yang seneng rock ada Superman Is Dead, juga Slank.

“Ngapain lihat-lihat yang itu. Ya untuk membandingkan. Tahu bagaimana mereka menata lightingnya seperti apa manajemen panggungnya seperti apa, pengelolaan penontonnya seperti apa. Itu yang ingin saya lihat,” terang Kepala Negara.

Menurut Presiden Jokowi, kita memiliki semuanya. Budaya kita, coba yang namanya tarian dari Sabang sampai Merauke, entar berapa puluh ribu kita memiliki, jenis-jenis tarian yang kita miliki.

“Ini hanya ingin mengingatkan kepada kita semuanya, sekali lagi bahwa ideologi Pancasila itu bisa mengarahkan kita kembali kepada cita-cita kemerdekaan bangsa Indonesia,” tutur Presiden Jokowi. (RMI/RAH/ES)

 

Artikel lainnya :