web analytics

Blog

Keterangan Pers Presiden Joko Widodo setelah Peninjauan Penanganan Pasca Bencana Gempa Bumi dan Tsunami di Sulawesi Tengah, 30 September 2018 Pukul 17.00 WITA, di Bandar Udara Mutiara Sis Al Jufri, Palu, Sulawesi Tengah

Oleh: Humas ; Diposkan pada: 30 Sep 2018 ; 1655 Views Kategori: Transkrip Pidato

Logo-Pidato2-8Jadi tadi setelah kita melihat di lapangan secara langsung kondisi-kondisi riil yang ada, memang semuanya masih dalam keadaan darurat semuanya.

Yang pertama, yang paling penting tadi saya tekankan kepada seluruh kementerian, TNI, Polri, juga Pak Gubernur Provinsi (Sulawesi Tengah) agar penanganan yang dilakukan pertama adalah yang berkaitan dengan evakuasi. Tadi baru saja telah ditemukan kembali kurang lebih 30 korban yang tewas lagi,  sehingga sekarang berjumlah kurang lebih 610. Dan ada beberapa desa yang karena alat beratnya belum ada juga belum dilaksanakan evakuasinya. Besok pagi insyaallah tadi Pak Menteri PU sudah mengerahkan alat berat dari Mamuju, dari Gorontalo, dari Poso menuju ke sini. Insyaallah nanti malam ini datang, kemudian besok pagi mulai evakuasi di tempat-tempat yang masih kita perkirakan ada korban yang belum bisa kita ambil. Jadi tahapan yang pertama adalah evakuasi.

Kemudian yang kedua yang berkaitan dengan korban-korban yang luka-luka. Sebagian ditangani di rumah sakit di Palu tetapi sebagian besar, tadi hitungan kita hampir 900 orang dibawa ke Makassar untuk ditangani di sana.

Yang ketiga yang berkaitan dengan BBM. Kita melihat tadi di lapangan memang SPBU-SPBU penuh dengan masyarakat yang ingin mendapatkan BBM. Memang masih masalah karena kita tahu jalan menuju ke sini masih banyak terkendala karena jembatan runtuh, karena longsoran, dan lain-lain. Tapi baru saja, 1 jam yang lalu saya perintahkan kepada Menteri ESDM, juga langsung ke Menteri BUMN untuk membawa BBM dengan pesawat, entah dari Makassar, entah dari Balikpapan, maupun dari Jawa, pesawat khusus BBM. Sehingga kita harapkan besok urusan BBM sudah bisa kita selesaikan.

Yang keempat yang berkaitan dengan listrik. Ada 7 gardu listrik yang ada di sini, yang berfungsi hanya 2, yang 5 masih ada masalah besar sehingga ini juga perlu penanganan khusus. Tidak mudah karena gardunya. Tapi saya tadi sudah telepon kepada Menteri BUMN, Menteri ESDM agar ini diselesaikan dengan gardu yang mobile. Ini masih akan dikirim dari Jawa menuju ke Palu. Ini moga-moga juga bisa cepat menyelesaikan urusan yang berkaitan dengan listrik.

Kemudian makanan dan air juga masih ada masalah karena memang banyak toko yang belum buka. Sehingga masyarakat ingin membeli itu memang yang jualan belum ada. Kita harapkan kalau darurat ini segera bisa kita atasi, hal-hal yang tadi saya sampaikan akan bisa terselesaikan dengan baik.

Banyak masyarakat yang ingin dievakuasi keluar dari Palu, Pak?

Masyarakat agar tetap bisa menjalankan ekonominya di Palu sehingga bisa segera pulih dan normal kembali. Bahwa memang masih ada gempa-gempa kecil susulan, ya kita harapkan masyarakat tetap waspada. Kita harapkan masyarakat tetap tinggal di Palu, kemudian juga segera bisa menjalankan aktivitas ekonomi sehari-hari sehingga bisa berjalan normal kembali.

Tanggap darurat berapa lama, Pak?

Kita harapkan masa darurat ini bisa diselesaikan secepat-cepatnya sehingga kita bisa masuk ke masa rehabilitasi dan rekonstruksi, baik untuk fasilitas umum (rumah sakit, sekolah, jembatan) dan juga untuk rumah-rumah warga.

Terima kasih,
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Artikel lainnya :