web analytics

Blog

KUR Mengembangkan UMKM Di Kabupaten Sragen

Oleh: Alfurkon Setiawan ; Diposkan pada: 16 Dec 2014 ; 474172 Views Kategori: Pro Rakyat

usaha peternakan sapi yang dibiayai KURProgram Kredit Usaha Rakyat (KUR) membuka akses permodalan bagi pelaku usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. Dengan program ini, kendala permodalan yang selama ini mereka alami pelan-pelan mulai terpecahkan. Sejak digulirkan pada 5 November 2007, banyak cerita sukses di balik penyaluran KUR kepada usaha kecil di berbagai daerah. Melalui skema kredit atau pembiayaan tanpa agunan khususnya di bawah  Rp 20 juta, masyarakat di akar rumput pun percaya diri untuk mengembangkan usaha dan meningkatkannya menjadi unit usaha yang lebih besar.  Perkembangan usaha kecil pasca mendapatkan  KUR salah satunya bisa dilihat di Kabupaten Sragen, Provinsi Jawa Tengah. Penyaluran KUR di Sragen sebagian besar dilaksanakan melalui Kantor BRI setempat. Jumlah KUR yang disalurkan sampai tahun atau per Agustus 2014  mencapai Rp 535 miliar yang diberikan kepada 24.234 nasabah dengan bidang meliputi Pertanian, perburhan, dan sarana pertaninan, pertambangan, perindustrian, lisyrik dan gas, perdagangan, pergudangan, dan komunikaasi, jasa dunia usaha, jasa sosial masyarakat, dan lain-lain.

Cerita sukses pelaku usaha kecil penerima manfaat program KUR terasa di Kabupaten Sragen, meskipun, memang tidak banyak terlihat usaha dalam skala besar, apalagi yang melibatkan korporasi. Meskipun demikian, ekonomi masyarakat kecil di daerah ini terus bergeliat. Suparno warga Ngoncol RT 001 RW 007 Nglorog Sragen yang merasakan kucuran KUR. Lelaki kelahiran 1967 ini merupakan petani bawang dan syuran yang lama yakni 9 tahun. pertama kali mendapatkan KUR mendapatkan Rp 20juta yang digunakan untuk menyewa tanah, biaya buruh, pembelian pupuk, bibit lainnya. Suparno merupakan nasabah yang mendapat KUR dengan kriteria khusus yaitu membayar cicilan dengan sistem musim, maksudnya pembayaran dilakukan dengan sistim musim yaikni dalam satu tahun pembayaran dengan pembayarn selama 4 kali, atau 3 bulan sekali. Suparno mengaku terbantu dengan adanya program KUR. Sehingga usaha pertaniannya itu semakin maju. Suparno bercerita jika pernah dari modal Rp 20 juta dia mendapatkan keuntungan bersih Rp 40juta dalam sekali panen.  Suparno dalam sekali musim mempekerjakan sebanyak 10 pekerja yang diupah secara harian. Namun menurutnya tetap mendapat keuntungan dan dapat membayar pinjaman sesuai dengan waktu yang ditetapkan pihak bank. “Semuanya saya lakukan dengan cermat, Alhamdulillah sampai saat ini sudah mendapat banyak berkah dan KUR sangat membantu saya,”kata Suparno.

BRI Cabang Sragen juga memberikan KUR kepada Sumardi bersama istrinya Sri Suparni Mendapatkan KUR pertama kali pada bulan bulan Agustus 2011 sebesar Rp 5juta dengan cicilan sebesar Rp 1,9 perbulan selama 12 bulan. Pinjaman kedua pada 03 Agustus 2012 sebesar Rp 10juta dan berlanjut pada 20 Agustus 2013 dengan pinjaman sebesar Rp 10juta dibayar secara musiman selama setahun. Terakhir Sumardi mendapat KUR pada bulan Agustus 2014 sebesar Rp 10juta. Suamrdi mendapat KUR untuk mengembangkan usahanya di bidang hasil bumi, tani padi, dan ternak sapi. Sumardi mengaku usahanya semakin berkembang dan maju berkat pinjaman yang diterimanya. Sumardi mendapat keuntungan yang lumayan untuk tiap musim penjualan sapinya. Angsuran dibayarkan secara berkala yaitu tiap 4 bulan dapat rutin dibayar oleh Sumardi dari hasil penjualan sapinya. “Waktu mendapatkan modal saya langsung belikan sapi dan Alhamdulillah berkembang usaha saya sampai sekarang,” kata Suamrdi yang ditemui di ruamhnya.

Sumardi mengaku mendapatkan info KUR dari tetangganya, kemudian Sumardi mencoba bertanya lebih lanjut ke kelurahan. Berbekal informasi yang diterimanya, Sumardi ke BRI mencoba mengajukan Kredit Usaha Rakyat. Dari ceritanya Sumardi mengaku mendapatkan penjelasan yang memuaskan dari pihak mantri KUR. Hanya berselang tiga hari dari waktu pengajuan, kredit yang diajukannyapun cair, Sumardi senang sekali dan ayah 2 anak inipun mengajak teman-temannya untuk ikut mengajukan KUR. “Prosesnya cepat sekali hanya tiga hari sudah langsung cair, rencananya saya akan mengajukan lagi, semoga bisa bertambah besar jumlahnya,”kata Sumardi.

foto utama 2BRI Sragen juga memberikan dukungan kepada pelaku usaha kecil lainnya seperti Mulyono dan istrinya Paryanti pengusaha bata merah di Sukorejo Rt26/RW 09.. Mulyono mendapatkan KUR sejak tahun 2010 sampai saat ini telah 5 kali mendapat pinjaman yaitu yang terakhir pada bulan April 2014. Mulyono mendapatkan informasi KUR dari tetangganya. Dana yang didapatnya dipakai untuk menambah modal usahanya yaitu membuat batu bata merah dan dijual ke pasaran. Mulyono mengaku petugas BRI tidak mempersulit ketika dia mengajukan KUR. KUR yang diterimanya sangat membantu dan membuat usahnya semakin maju. “Petugas atau mantra KUR sangat membantu, mempermudah, dan banyak memberi masukan agar usaha semakin maju,”kata Mulyono. Dari pengakuannya, Mulyono bercerita bahwa proses pencairan KUR juga relatif cepat hanya dua hari langsung cair. “Tidak ribet dan sangat mudah, hanya dalam dua hari kerja langsung cair, kata Mulyono. Usaha Mulyono sejak pinjaman pertama sampai kelima kali ini mengalami perkembangan yang sangat pesat. Saat ini Mulyono dapat dengan mudah membeli bahan untuk pembuatan batu bata merah. Menurutnya usaha pembuatan batu bata merah kadang sangat membutuhkan biaya yang sangat besar karena kadang pesanan sangat tinggi. Awalnya Mulyono tidak berani mengambil pesanan yang banyak karena terkendala modal, belum lagi Mulyono takut jika meminjam akan kena bunga yang tinggi. beruntung usaha yang dikelola bersama istrinya tersebut  mengetahui info tentang KUR sehingga pasangan suami istri dengan dua anak ini dapat menambah modal dan tidak takut menerima pesanan yang besar lagi.

usaha salon yang mendapat KURNasabah KUR lainnya adalah Sri Lestari, mendapatkan pinjaman KUR sejak Januari 2014 sebesar Rp 10juta yang dia gunakan untuk merenovasi dan membuat nyaman salon yang dikelolalnya. Saat ini Sri Lestari memiliki usaha salon dibantu satu pegawai. Usaha salonnya lancar dan banyak pelanggan, jika lancar Sri berniat untuk mengajukan KUR pada waktu berikutnya agar memperkuat permodalannya. “Uangnya saya buat untuk buat nyaman usaha salon saya, biar makin ramai dan nyaman,”kata Sri Lestari yang ditemui di salonnya.  “Dulu saya bingung bagaimana memodali usaha saya yang kecil, lalu waktu itu ada saudara, untuk meminjam KUR ke BRI tanpa jaminan saya langsung mencoba dan akhirnya mendapat KUR awal tahun kemarin,” tambahnya.

Tanpa KUR, ia belum tentu bisa mendapatkan modal cukup besar. Sebab, dirinya tidak memiliki jaminan yang memenuhi syarat untuk mendapat pinjaman jika melalui skema kredit biasa.

Modal sangat penting dalam menjalankan suatu usaha. Banyak usaha yang berkembang karena didukung modal yang kuat. Tidak sedikit usaha yang berprospek bagus dan memiliki nilai jual yang tinggi, namun karena keterbatasan modal menyebabkan para pelaku UMKM mengalami kesulitan mengembangkan usahanya. Masalah permodalan tersebut  lalu teratasi ketika pemerintah  melaksanakan  program KUR, yakni pinjaman dana untuk  para pelaku UMKM yang disalurkan oleh bank-bank milik pemerintah. KUR terbukti mujarab memacu perkembangan UMKM di seluruh daerah di Indonesia.

usaha tempe yang mendapat KURKUR merupakan Program Pro Rakyat Klaster 3 yang diluncurkan Presiden SBY di Gedung BRI, Jakarta, tanggal 5 November 2007. Pemerintah memberikan jaminan melalui PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) Rp 2 triliun/tahun. KUR terdiri dari KUR mikro Rp 5 juta hingga Rp 20 juta, dan KUR ritel di atas Rp 20 juta hingga Rp 500 juta.  KUR diberikan kepada pelaku UMKM yang mempunyai usaha minimal berjalan enam bulan. Layak atau tidaknya pelaku UMKM memperoleh KUR adalah wewenang pihak perbankan setelah dilakukan survei ke lokasi usaha. Jika dari hasil survei dan analisa usaha tersebut memiliki prospek yang bagus, maka pihak perbankan memberikan KUR. Selain kelayakan usaha, persyaratan memperoleh KUR adalah melampirkan KTP, KK, foto, dan surat keterangan usaha. Proses pencairan KUR 3 – 7 hari, dan bunganya kecil di bawah 1% yakni 0,57% – 0,95% per bulan.

(Diana Saragih & E.S.Dalimunthe)

Artikel lainnya :