Rabu, 01 Mei 2013 - 15:54 WIB
Pemerintah Prioritaskan 40 Proyek Infrastruktur MP3EI untuk Dorong Pertumbuhan Kawasan Timur Indonesia
Oleh : DESK INFORMASI
- Dibaca: 4284 kali


Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Hatta Rajasa mengatakan percepatan realisasi pembangunan infrastruktur yang tercantum dalam Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembagunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di Kawasan Timur Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari rencana pengembangan dan pembangunan 20 bandara baru, serta pemberian insentif bagi investor swasta yang ingin membangun di Kawasan Timur Indonesia. 

Selain itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian juga menyampaikan bahwa, pembangunan proyek MP3EI bermanfaat untuk meningkatkan konektivitas, dan untuk jangka panjang berfungsi untuk menjadikan kawasan Asia Tenggara sebagai wilayah basis produksi.

Sebelumnya, menurut Deputi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Daerah, Lucky Eko Wiryanto, Pemerintah memprioritaskan 40 proyek infrastruktur MP3EI yang akan di groundbreaking pada tahun 2014-2017, dengan total investasi sebesar Rp. 337 triliun. Ke-40 proyek itu terdiri dari  15 proyek dengan total investasi sebesar  Rp. 36,2 triliun yang akan di groundbreaking pada tahun 2014, dan sebanyak 25 proyek dengan total investasi sebesar Rp. 300,8 triliun maksimal akan di groundbreaking pada tahun 2017, dengan perincian sebagai berikut:

No.

Koridor

Jumlah Proyek

Total Biaya

Tahun

Groundbreaking

1.

Jawa

10

Rp. 113 triliun

-    4 proyek tahun 2014

-    6 proyek tahun 2017

2.

Sumatera

12

Rp. 111 triliun

-    3 proyek tahun 2014

-    9 proyek tahun 2017

3.

Sulawesi

7

Rp. 61 triliun

-    2 proyek tahun 2014

-    5 proyek tahun 2017

4.

Kalimantan

5

Rp. 41 triliun

-    2 proyek tahun 2014

-    3 proyek tahun 2017

5.

Bali-Nusa Tenggara

3

Rp. 41 triliun

-    2 proyek tahun 2014

-    1 proyek tahun 2017

6.

Papua-Kepulauan Maluku

2

Rp. 3,3 triliun

-    1 proyek tahun 2014

-    1 proyek tahun 2017

Proyek infrastruktur pada koridor Jawa yang dibangun, antara lain Pelabuhan Cilamaya, Bandara Kertajati, Bandara Karawang, Kereta Api Solo-Madiun dan Madiun-Surabaya, Jalan akses menuju kawasan industri Purwakarta, Jalan tol Panimbang-Serang, PLTU Indramayu, SPAM Jatiluhur, Sistem pembangunan air limbah Jakarta, dan SPAM Umbulan.

Sedangkan untuk koridor Sumatera meliputi, Pelabuhan Hub. Internasional Kuala Tanjung, Pelabuhan Tanjung Sauh (Batam), Kerata Api Medan-Kualanamu, Jalan tol Medan-Kualanamu, Jalan tol Kualanamu-Tebing Tinggi, Jalan tol Medan-Binjai, dan Jalan tol Palembang-Indralaya, Jalan tol Pekanbaru-Kandis-Dumai, Jalan tol Bakauheni-Terbanggi Besar, Jalan tol Tebing Tinggi-Kisaran-Rantau Prapat, Jalan tol Lubuk Pakam-Tebing Tinggi, dan PLTU Pangkalan Susu.

Selanjutnya untuk koridor Sulawesi proyek infrastruktur tersebut yakni Pelabuhan Hub. Internasional Bitung-Makassar New Port, Kereta Api Makassar-Pare-Pare, Jalan Palu-Parigi, Jalan Tol Manado-Bitung, PLTA Karama, dan PLTU Takalar.

Sementara untuk koridor Kalimantan proyek infrastruktur dimaksud adalah Pelabuhan Maloy, Pembangunan Jalur Kereta Api Purukcahu-Bangkuang-Mangkatip, Jembatan Pulau Balang, Jalan tol Balikpapan-Samarinda, dan PLTU Asam-Asam. 

Untuk koridor Bali-Nusa Tenggara adalah SPAM Bali Selatan, Pelabuhan Teluk Lembar, dan Dam Kolhua-Raknamo. Sedangkan untuk koridor Papua-Kepulauan Maluku proyek infrastruktur pada koridor tersebut adalah Pelabuhan Sorong di Seget, dan Jalan Enarotali-Tiom.

Selain itu, ada 1 proyek nasional yakni proyek Palapa Ring (pembangunan Broadband fiber optik di koridor Papua-Maluku, Sumatera, Sulawesi, dan Bali-Nusa Tenggara).

(Keasdepan Bidang Industri, UKM, Perdagangan, dan Ketenagakerjaan, Deputi Bidang Perekonomian)