Selasa, 02 Oktober 2012 - 08:52 WIB
ADB Bantu 90 SMK di Indonesia Rp 1,1 Triliun
Oleh : DESK INFORMASI
- Dibaca: 1491 kali



Asian Development Bank (ADB) melalui Pemerintah Indonesia memberikan bantuan kepada 90 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Indonesia senilai sekitar Rp1,1 triliun. Bantuan tersebut sebagai upaya meningkatkan mutu dan perluasan pendidikan di SMK, melalui Proyek Penguatan Pendidikan Menengah Kejuruan di Indonesia atau disebut Indonesia Vocational Education Strengthening Project (INVEST).

Perwakilan Direktur ADB di Indonesia Jon D. Lindborg pada Jumat (28/9)  melakukan kunjungan ke SMK 2 Kasihan atau lebih dikenal dengan nama Sekolah Menengah Musik (SMM) Yogyakarta, yang merupakan salah satu Sekolah Model INVEST. Kunjungan di SMK 2 Kasihan tersebut sekaligus sebagai momentum peresmian 90 SMK model INVEST.

Nilai investasi proyek ini mencapai 115 juta dollar AS atau sekitar Rp 1,1 triliun selama lima tahun (2008-2013). ADB mendukung pemerintah dalam pendanaan proyek ini dengan pinjaman lunak sebesar 80 juta dollar AS. Melalui Proyek ini, 90 SMK  di 33 provinsi mendapatkan hibah (block grant) berkisar antara Rp 3-6 miliar per sekolah.

“Dana tersebut dimanfaatkan untuk rehabilitasi atau perluasan bangunan seperti ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, dan kantor sekolah.  Selain itu, dana proyek ini juga dimanfaatkan untuk membeli peralatan praktikum siswa, pelatihan guru, dan pengembangan kewirausahaan siswa,” kata Lindborg.

Menurut Kepala Perwakilan ADB di Indonesia itu,  pengelolaan proyek cukup baik dan efisien, serta relatif tepat waktu. Pencapaian ini diperoleh berkat adanya sinergi dan kerjasama yang baik antara pengelola proyek di Kemdikbud dan ADB.

Hadir pada acara ini 90 Kepala SMK model INVEST dari seluruh Indonesia, para pejabat Kemendikbud Yogyakarta, pengelola proyek, serta para guru dan siswa SMK di Yogyakarta. Dalam kesempatan itu, para siswa SMK menunjukkan kebolehan mereka dengan menampilkan pentas seni berupa orchestra, tarian tradisional, seni gamelan, serta memamerkan beberapa karya.

Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah memberikan perhatian khusus kepada SMK. Salah satunya ditunjukan dengan menambah anggaran secara signifikan yaitu dari Rp 1.7 trilyun di tahun 2008 hingga menjadi Rp 3,1 triliun di tahun 2011. hal tersebut diharapkan dapat menaikkan citra pendidikan SMK agar tidak dipandang sebagai pendidikan “kelas dua”.(Humas Kemenkeu/WID)