Rabu, 10 Oktober 2012 - 19:43 WIB
Pesta Adat Birau Ramaikan Hari Jadi Kabupaten Bulungan
Oleh : Desk Informasi
- Dibaca: 1929 kali



Perhelatan pesta budaya adat rakyat kabupaten Bulungan bertajuk Birau dipandang Gubernur Kaltim, H Awang Faroek Ishak, penting untuk terus dilaksanakan dan dilestarikan.  Terlebih,  jika even budaya ini  dijadikan sebagai salah satu even kebudayaan Kaltim, selain pekan budaya kabupaten/kota lainnya. 

"Saya berharap kegiatan Birau ini  bisa menjadi kalender pekan budaya Kaltim.   Semua daerah lain juga harus punya pekan budaya seperti ini,"  ucap Faroek sesaat sebelum membuka pekan budaya Birau yang digelar bersamaan dengan puncak  hari jadi  Kabupaten Bulungan ke-52 dan Kota Tanjung Selor ke-222, di Lapangan Agathis, Tanjung Selor,  Rabu (10/10).

Faroek menandai opening ceremony  Birau 2012  dengan pelepasan balon ke udara. Ia ditemani  Bupati Bulungan, H  Budiman Arifin, dan Ketua DPRD Kaltim, H Mukmin Faisyal.  Turut menyaksikan pembukaan gelar budaya adat rakyat Bulungan ini  Menteri Pemberdayaan Perempuan, Linda Agum Gumelar,  mantan Menteri Urusan Perempuan, Sri Rezeky,   Bupati Malinau Yansen TP,  Bupati Berau  H Makmur HAPK,   Walikota Tarakan H Udin Hianggio, dan pejabat lainnya.

Pembukaan Birau juga dirangkai dengan peresmian sembilan proyek pembangunan infrastruktur di Bulungan.    Menariknya, pesta adat Birau kali ini diramaikan  aksi pemecahan rekor MURI  kategori pemain Sampe – salah satu alat musik tradisional khas Kalimantan –  dengan  melibatkan 222 pemain Sampe dan didukung 52 penari yang bermakna sesuai hari jadi kabupaten dan kota itu.

Gubernur Faroek sendiri  mengimbau Pemkab Bulungan untuk terus mengembangkannya agar semakin menarik dan diminati. Bahkan,  budaya adat Birau ini diharapkannya menjadi ciri khas tersendiri bagi pekan kebudayaan daerah  Bulungan, dan Kaltim pada umumnya.

Menurut dia,  pekan budaya adat seperti ini akan memberi khasanah tersendiri bagi daerah.  Sebab, pengembangan pekan budaya daerah menjadi bagian dari upaya mendukung suksesnya tahun kunjungan wisata Kaltim yang dicanangkan 2009 lalu.  Inti  pencanangan Kaltim Visit Year 2009  adalah menjadikan Kaltim sebagai salah satu DTW menarik bersama 14 provinsi lainnya di Tanah Air.

Ia menambahkan,  kekhasan budaya daerah ini akan  mampu menjadi daya tarik tersendiri dalam menarik minat wisatawan berkunjung ke Kaltim. Karena itu, ia juga patut mengapresiasi  kehadiran  Sultan maupun Raja -- baik di Indonesia sendiri maupun  negara tetangga Malaysia – pada setiap penyelenggaraan pekan kebudayaan daerah di Kaltim.

Sementara  Bupati  Budiman Arifin, menyatakan, Birau merupakan pesta adat tradisinal rakyat Bulungan  yang selalu digelar setiap dua tahun sekali.  Ini merupakan pekan budaya sekaligus sebagai  ajang menampilkan parade budaya khas daerah.

Birau  ini merupakan refleksi kegembiraan atas keberhasilan pencapaian sesuatu. Untuk itu, pada  2012 ini, Birau  dilaksanakan berbarengan dengan peringatan hari jadi  Kota Tanjung Selor dan Kabupaten Bulungan,  sebagai wujud rasa syukur atas keberhasilan pelaksanaan pembangunan daerah,” katanya.  (diskominfo kaltim/es)