Kamis, 25 Oktober 2012 - 14:15 WIB
Produksi Padi Gunung Kidul Capai 12,3 Ton/Hektare
Oleh : Desk Informasi
- Dibaca: 2026 kali



Hasil panen padi lahan pegunungan di Kecamatan Semin, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, meningkat dari 10,4 ton gabah kering panen per hektare menjadi 12,3 ton per hektare.

"Kami pada awal 2012 bekerja sama dengan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) melakukan uji coba pengolahan lahan di Sendono yang merupakan wilayah perbukitan. Produksinya memuaskan karena mencapai 10,4 ton per hektare gabah kering panen (GKP) dengan lahan seluas 15 hektare," kata Camat Semin, Agus Kamtono di Gunung Kidul, Kamis (25/10).

Agus Kamtono menambahkan kini produksinya sudah mencapai 12,3 ton GKP per hektare. Hasil produksi padi tersebut dipanen saat musim kemarau dengan menggunakan lahan perbukitan sehingga petani di Desa Pundungsari mampu menanam padi sebanyak tiga kali dalam satu tahun.

Dia mengatakan, untuk membuat lahan sawah di perbukitan, pemerintah kecamatan memanfaatkan sumber-sumber air kecil yang disatukan kemudian dialirkan ke lahan pertanian yang dibuat secara terasering.

 Luas lahan pertanian di perbukitan pada 2012 semakin luas, yakni mencapai 20 hektare. Hasil panen rata-rata di atas lahan seluas 20 hektare ini mencapai 12,3 ton GKP per hektare .

"Kami terus mendorong masyarakat untuk menciptakan lahan pertanian baru karena fasilitas pertanian berupa embung telah dibangun pada 2012 dengan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2012 baik dari provinsi dan kabupaten," kata Agus.

Ia mengatakan, bantuan APBD telah dimanfaatkan untuk membangun embung, salah satunya Embung Thukul Dadi. Adanya embung diharapkan bisa mengaliri ladang petani dengan jangkauan yang lebih luas.

Ketua Kelompok Tani Thukul Dadi, Suroto mengatakan penggunaan sistem SRI Jajar Legowo hasil panen padi mampu meningkatkan hasil produksi pertanian, khususnya padi.

Hal ini dapat terlihat hasil panen Kelompok Tani "Thukul Dadi" mampu memproduksi 12,3 ton GKP per hektare yang biasanya hanya 10,4 ton GKP per hektare.

"Untuk mencapai hasil produksi yang maksimal, diimbangi dengan penggunaan pupuk organik sehingga lebih menyuburkan tanaman dan hasilnya lebih baik," katanya. (An/WID)