Minggu, 23 Desember 2012 - 20:54 WIB
Pengembangan Tiga Bandara Perbatasan Gunakan Rp400 Miliar
Oleh : desk informasi
- Dibaca: 1471 kali



 

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kaltim H Zairin Zain mengatakan pengembangan tiga bandara di perbatasan antara Indonesia dan Malaysia menggunakan total dana senilai Rp400 miliar mulai 2012 hingga 2013.
"Anggaran Rp400 miliar dari APBD Kaltim secara tahun jamak 2012-2013 itu untuk pengembangan landasan pacu di tiga bandara, sedangkan masing-masing bandara dianggarkan dengan nilai berbeda karena disesuaikan dengan kebutuhan dan lokasinya," ujar Zairin Zain di Samarinda, Sabtu (22/12).
Rincian dana yang Rp400 miliar itu adalah, untuk Bandara Long Bawan di Kabupaten Nunukan dialokasi sebesar Rp120 miliar, Bandara Long Ampung di Kabupaten Malinau Rp130 miliar, dan Bandara Datah Dawai di Kabupaten Kutai Barat dialokasikan Rp150 miliar. 
Masing-masing bandara akan diperpanjang landasannya menjadi 1.600 meter. Sementara kondisi existing saat ini di tiga bandara tersebut, untuk Bandara Long Bawan memiliki panjang landasan pacu (run way) 900 meter dengan lebar 23 meter yang menggunakan konstruksi aspal kolakan.
Kemudian Bandara Long Ampung dengan panjang 840 meter dan lebar 23 meter dengan konstruksi aspal kolakan. Selanjutnya Bandara Datah Dawai dengan panjang 750 meter dan lebar 23 meter kondisi fisik aspal kolakan.
Jika ketiga bandara itu memiliki panjang 1.600 meter dan lebar 30 meter, maka minimal dapat didarati pesawat jenis Hercules, sehingga perkembangan ekonomi di tiga kawasan itu akan dapat tumbuh lebih baik dari saat ini.
Menurut Zairin, saat ini ketiga bandara itu sedang dikerjakan dengan kerja sama TNI AD yang ditargetkan tuntas pada 2013. 
Sedangkan penanggung jawab pekerjaan, untuk Bandara Long Bawan adalah Kementerian Perhubungan, Dinas Perhubungan Kaltim, dan Pemkab Nunukan. 
Sementara capaian pembangunan hingga 10 Desember 2012, ujarnya, sudah 55 persen dan pekerjaan tanah sudah 100 persen, sehingga pada 2013 dilanjutkan pembangunan run way mencapai 1.600 meter.
Pada Bandara Long Ampung dengan penanggung jawab Kementerian dan Dinas Perhubungan Kaltim serta Pemkab Malinau. Capaian hingga 10 Desember 2012 mencapai 35 persen.
Ia mengatakan, masalah yang dihadapai di Long Ampung saat ini adalah pengalihan trase jalan pada lokasi rencana perpanjangan run way. Sedangkan pekerjaan tanah sudah mencapai 100 persen.
Untuk Bandara Data Dawai, lanjut dia, penanggung jawabnya adalah Kementerian dan Dinas Perhubungan Kaltim serta Pemkab Kutai Barat. 
"Capaian hingga 10 Desember sebesar 30 persen dengan pekerjaan tanah sudah 100 persen," katanya.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kaltim H Zairin Zain mengatakan pengembangan tiga bandara di perbatasan antara Indonesia dan Malaysia menggunakan total dana senilai Rp400 miliar mulai 2012 hingga 2013.

"Anggaran Rp400 miliar dari APBD Kaltim secara tahun jamak 2012-2013 itu untuk pengembangan landasan pacu di tiga bandara, sedangkan masing-masing bandara dianggarkan dengan nilai berbeda karena disesuaikan dengan kebutuhan dan lokasinya," ujar Zairin Zain di Samarinda, Sabtu (22/12).

Rincian dana yang Rp400 miliar itu adalah, untuk Bandara Long Bawan di Kabupaten Nunukan dialokasi sebesar Rp120 miliar, Bandara Long Ampung di Kabupaten Malinau Rp130 miliar, dan Bandara Datah Dawai di Kabupaten Kutai Barat dialokasikan Rp150 miliar. 

Masing-masing bandara akan diperpanjang landasannya menjadi 1.600 meter. Sementara kondisi existing saat ini di tiga bandara tersebut, untuk Bandara Long Bawan memiliki panjang landasan pacu (run way) 900 meter dengan lebar 23 meter yang menggunakan konstruksi aspal kolakan.

Kemudian Bandara Long Ampung dengan panjang 840 meter dan lebar 23 meter dengan konstruksi aspal kolakan. Selanjutnya Bandara Datah Dawai dengan panjang 750 meter dan lebar 23 meter kondisi fisik aspal kolakan.

Jika ketiga bandara itu memiliki panjang 1.600 meter dan lebar 30 meter, maka minimal dapat didarati pesawat jenis Hercules, sehingga perkembangan ekonomi di tiga kawasan itu akan dapat tumbuh lebih baik dari saat ini.

Menurut Zairin, saat ini ketiga bandara itu sedang dikerjakan dengan kerja sama TNI AD yang ditargetkan tuntas pada 2013. 

Sedangkan penanggung jawab pekerjaan, untuk Bandara Long Bawan adalah Kementerian Perhubungan, Dinas Perhubungan Kaltim, dan Pemkab Nunukan. 

Sementara capaian pembangunan hingga 10 Desember 2012, ujarnya, sudah 55 persen dan pekerjaan tanah sudah 100 persen, sehingga pada 2013 dilanjutkan pembangunan run way mencapai 1.600 meter.

Pada Bandara Long Ampung dengan penanggung jawab Kementerian dan Dinas Perhubungan Kaltim serta Pemkab Malinau. Capaian hingga 10 Desember 2012 mencapai 35 persen.

Ia mengatakan, masalah yang dihadapai di Long Ampung saat ini adalah pengalihan trase jalan pada lokasi rencana perpanjangan run way. Sedangkan pekerjaan tanah sudah mencapai 100 persen.

Untuk Bandara Data Dawai, lanjut dia, penanggung jawabnya adalah Kementerian dan Dinas Perhubungan Kaltim serta Pemkab Kutai Barat. 

"Capaian hingga 10 Desember sebesar 30 persen dengan pekerjaan tanah sudah 100 persen," katanya. (An/WID)