Kamis, 14 Maret 2013 - 09:33 WIB
Cilacap Sukses Panen Padi 10 Ton/Hektar
Oleh : DESK INFORMASI
- Dibaca: 2223 kali



Wakil Menteri Pertanian Rusman Heriawan mengapresiasi kinerja para petani di Kabupaten Cilacap, khususnya di   Desa Bojong, Kecamatan Kawunganten terkait dengan keberhasilan program Gerakan Tanam Serentak 1000 Hektar di Kawasan Ini.
 
Program Tanam Serentak ini, petani di Cilacap mampu memanen padi jenis inpari hingga 10 – 11 ton per hektar. Hasil ini lebih tinggi dari rata – rata panen padi nasional yang hanya sebanya 5 ton/ hektar.  Kabupaten Cilacap memiliki lahan paling luas di Jawa Tengah yakni sekitar 63.000 hektar lebih.

Pemerintah berupaya untuk menjadikan Cilacap sebagai sebagai kawasan percontohan dalam hal manajemen pertanian. Desa Bojong, bersama Kabupaten Grobogan, Jateng, akan dijadikan percontohan manajemen.

"Gerakan tanam serentak, panen serentak nanti akan dikemas dalam manajemen yang sama, farming. Jadi, nantinya jika perlu bibit bisa bersama-sama, panen bersama-sama sehingga dalam penanganan persoalan seperti hama dapat dilakukan bersama-sama,"  kata Rusman.

Wamentan menjelaskan hingga saat ini Jawa Tengah memiliki kontribusi besar dalam memenuhi target-target produksi pertanian secara nasional. Bahkan produksi padinya paling tinggi karena hampir mendekati 9 persen (nasional hanya 5 persen).
 
"Ini konsisten dilakukan dalam lima tahun terakhir. Saya atas nama Kementerian Pertanian menyampaikan terima kasih kepada Jawa Tengah," kata Rusman Heriawan.
 
Sementara itu Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo mengatakan bahwa kawasan Cilacap sangat cocok ditanami padi jenis inpari sehingga hasil padinya maksimal dimana dari hasil ubinan, dalam satu hektar mampu menghasilkan 10 – 11 ton padi.

Kepada para petani di Cilacap, Gubernur Jateng mengajak untuk manfaatkan lahan ini dengan sebaik – baiknya dengan menanam padi jenis inpari untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga. (Kementan/WID/ES)