web analytics

Blog

Pembangunan Infrastruktur oleh PNPM Mandiri di Kabupaten Bandung Barat

Oleh: Pusdatin ; Diposkan pada: 2 Dec 2014 ; 618567 Views Kategori: Pro Rakyat

jalan pnpmProgram Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri di Kabupaten Bandung Barat mendapat sambutan yang  hangat dari masyarakat. Mereka bergotong royong membangun berbagai infrastruktur yang meliputi jalan, drainase/ talud, jembatan, sarana air bersih dan  sarana pendidikan. Sumber utama PNPM mandiri  berasal dari APBN dan APBD serta partisipasi dari warga yang memberikan secara sukarela. PNPM Mandiri dilaksanakan sejak tahun 2009. Dana yang dikucurkan pada periode 2008 – 2014 telah mencapai Rp 143,2 miliar yang terdiri dari APBN sebesar Rp 123,4 miliar  dan  APBD sebesar Rp 19,8 miliar dengn tambahan berasal dari swadaya masyarakat sebesar Rp 8,4 milyar. Adapun tenaga kerja yang terserap sejak 2008-2014 sebanyak 57.611 orang.

Berbagai program yang dilakukan oleh PNPM Mandiri  di  Kabupaten Bandung Barat yang sudah menjangkau 12 kecamatan serta 121 desa dari tahun 2008 hingga tahun 2014 antara lain pembangunan jalan sepanjang, pembuatan drainase/talud, pembangunan sarana irigasi, pembuatan jembatan, pembangunan sarana kesehatan,  pembangunan sarana air bersih baik pembuatan bak penampungan atau mesin pompa air,  pembangunan gedung untuk pendidikan anak usia dini (PAUD), pembangunan pasar desa. Berbagai pembangunan ini telah dirasakan oleh masyarakat penerima manfaat se kabupaten Bandung Barat sekitar 57.611 warga yang tersebar di 12 kecamatan.

pipanisasi air kerumah warga melalui pnpmDesa Padaasih, kecamatan Cisarua  salah satu yang mendapatkan bantuan pembangunan yang dibangun oleh PNPM Mandiri Perdesaan, yaitu pembangunan sarana air bersih berupa pembangunan tower dan perpipaan dengan jumlah penerima manfaat sekitar 1.345 warga. Untuk pembangunan tower dan perpipaan yang dibangun tahun 2013 tersebut dana yang dikeluarkan adalah Rp 271 juta berasal dari PNPM Mandiri sedangkan swadaya masyarakat sebesar Rp 58.2 juta Tahun sebelumnya juga telah dibangun pipanisasi dengan volume 7.940 meter.

Selain membangun jalan dan sarana air bersih, PNPM Mandiri Perdesaan di Kabupaten Bandung Barat juga membangun sarana kesehatan berupa gedung Posyandu di desa Kertawangi, kecamatan Cisarua dengan dana sekitar Rp41,juta desa tersebut dihuni 500 warga.

Pembangunan lainnya adalah pembangunan jalan rabat beton di desa Padaasih dengan dana Rp 285, 6 juta dengan dana swadaya dari masyarakat sebesar Rp 34 juta dengan volume jalan sepanjang 2,5 x 1625 m / 2,5 m x 760 m. Jalan rabat beton yang awalnya hanyalah jalan berbatu yang menghubungkan ladang dengan perkampungan sulit dilalui ketika musim hujan karena becek dan licin, dengan adanya pembangunan rabat beton sepanjang desa tampak lebih teratur. Salah satu yang merasakan manfaat pembangunan rabat beton ini, temenyatakan bahwa pemilihan rabat beton merupakan usulan masyarakat, karena jalan merupakan hal utama dalam pengembangan perekonomian karena masyarakalaht disini merupakan petani ladang sehingga mudah membawa barang dagangannya kepasar, “ berharap agar progam PNPM dapat terus dilaksanakan siapapun presidennya karena sangat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat, karena kami bangga membangun desa” ujarnya.

posyandu pnpmMariana  adalah salah satu penerima manfaat dibangunnya Posyandu tersebut, menurutnya sebelum dibangun warga harus ke desa sebelah untuk memeriksakan kesehatan, namun sejak dibangunnya Posyandu di desa mereka. Akses terhadap sarana kesehatan yang memadai dan gratis menjadi semakin mudah.

Senada dengan Mariana  yang merasakan manfaat pembangunan oleh PNPM Mandiri, Suharta warga RT 01/02 desa Kertawangi saat ini tidak perlu lagi ke rawa untuk mandi, semenjak dibangunnya sarana air bersih oleh PNPM Mandiri tahun 2013 kini air bersih sudah mengalir sampai ke rumahnya. Selama bertahun-tahun  harus mandi dan mencuci di rawa-rawa desa yang airnya sangat tidak layak pakai, ketika ada kesempatan untuk mengajukan pembangunan sarana air bersih di dusunnya difasilitasi kepala desa, warga mengajukan pembangunan yang direalisasikan pada September 2013 dengan dana sebesar Rp 271 juta serta swadaya masyarakat sebesar Rp 50 juta. Saat ini pipa air yang dibangun tersebut mampu mengairi sampai ke rumah warga.”Sekarang lebih enak, lebih sehat, tidak perlu ke rawa untuk buang air dan mandi,” ujar Danang.

Selain membangun infrastruktur, PNPM Mandiri  juga  menyalurkan dana bergulir kepada kaum perempuan  untuk tambahan modal berdagang melalui program Simpan Pinjam untuk  Perempuan (SPP) dan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) untuk masyarakat umum. Tercatat sejak tahun 2008 – 2014 dana untuk kegiatan usaha yang digulirkan mencapai Rp 13,98 milyar dengan jumlah kelompok sebanyak 1.318 kelompok yang bergerak dibidang kerajinan, konveksi, perdagangan , peternakan dan jasa lainnya. Sebanyak 12 kecamatan di Kabupaten Bandung Barat menerima manfaat SPP tersebut, yaitu kecamatan Gununghalu yang terdiri 9 desa, Kecamatan Rongga dengan 8 desa, Kecamatan Sindnagkarta dengan 11 desa, Kecamatan Cipongkor meliputi 14 desa, Kecamatan Cililin menjangkau 11 desa, Kecamatan Cipatat dengan 12 desa, Kecamatan Cikalongwetan dengan 13 desa, Kecamatan Cipeundeui sebanyak 12 desa, Kecamatan Batujajar sebanyak 7 desa, Kecamatan Cihampelas sebanyak 10 desa, Kecamatan Cisarua sebanyak 8 desa, dan Kecamatan Saguling sebanyak 6 desa.

Salah satu penerima kegiatan SPP tahun 2014 adalah Lilis dengan usaha yang dikelola berupa pengembiakan jamur , dimana mendapatkan bantuan kredit usaha yang digunakan untuk menambah modal untuk mengembangkan usahanya. “Dengan adanya pinjaman ini kami masyarakat bisa menambah modal, kami berharap agar program PNPM ini dapat terus dilanjutkan, karena sangat membatu masyarakat di desa yang tidak mendapatkan akses ke bank,” harapnya.

Pemanfaat lainnya adalah Nirina, yang mendapat pinjaman Rp 5 juta yang digunakannya untuk menambah modal usaha warungnya. Ibu dua ini mengaku senang dan terbantu dengan adanya pinjaman dari PNPM Mandiri Perdesaan. Menurutnya pinjaman yang diterimanya snagat membantu dan tidak memberatkan, selian itu pendamping dari PNPM juga banyak membantu berupa masukan dan pelatihan-pelatihan. Semuanya dimudahkan, adanya bantuan membuat barang dagangan saya semakin ramai,” katanya.

Secara  nasional anggaran PNPM Mandiri tahun 2007 sebesar Rp 3,88 triliun, menjangkau 33 provinsi, 424 kabupaten/kota, dan 3.349 kecamatan. Tahun 2008 anggarannya Rp 6,56 triliun, menjangkau 33 provinsi, 454 kabupaten/kota, dan 3.988 kecamatan. Tahun 2009 anggarannya Rp 11,01 triliun, menjangkau 33 provinsi, 465 kabupaten/kota, dan 6.408 kecamatan. Tahun 2010 anggarannya Rp 11,83 triliun, menjangkau 33 kecamatan, 495 kabupaten/kota, dan 6.321 kecamatan. Tahun 2011 anggarannya Rp 10,31 triliun, menjangkau 33 provinsi, 497 kabupaten/kota, dan 6.622 kecamatan. Tahun 2012 anggarannya Rp 9,94 triliun, menjangkau 33 provinsi, 495 kabupaten/kota, dan 6.680 kecamatan. Tahun 2013 anggarannya Rp 9,70 triliun, menjangkau 33 provinsi, 496 kabupaten/kota, dan 6.752 kecamatan. Tahun 2014 anggarannya Rp 9,33 triliun, menjangkau 34 provinsi, 505 kecamatan, dan 6.724 kecamatan. Dengan demikian total dana PNPM Mandiri sepanjang 2007 – 2014 sebesar Rp 72,56 triliun.

pnpm air bersihSepanjang  tahun  2007 – 2013 PNPM Mandiri   Perdesaan membangun  520.878  unit  jalan  sepanjang  650.978  km,  314.315 unit jembatan, 319.463 unit irigasi,  350.000  unit sarana air bersih,  236.977 unit mandi cuci kakus (MCK), 2.733 unit pasar desa, listrik untuk  3.666 desa,  80.224  unit sekolah, 12.884  unit polindes/posyandu, dan lain sebagainya. Sedangkan PNPM  Mandiri Perkotaan telah membangun 125.988 unit jalan sepanjang 479.900 km,  77.555  unit  drainase,  7.987  unit  jembatan, 15.567  unit MCK,  8.438  unit sarana air bersih,  989 unit penerangan umum,  3.289 unit gerobak sampah, 13.456  unit  rumah,  393  sarana  pendidikan,  1.200 unit sarana kesehatan, 1.232 unit sarana perdagangan, 355 unit irigasi,  4.500 unit pembuangan limbah, dan lain-lain.

Selain membangun infrastruktur, PNPM Mandiri  juga  menyalurkan dana bergulir kepada kaum perempuan  untuk tambahan modal berdagang melalui program Simpan Pinjam untuk  Perempuan (SPP) dan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) untuk masyarakat umum. Pada periode 2007 – 2013 dana untuk kegiatan usaha yang digulirkan mencapai Rp 12,5 triliun yang dimanfaatkan oleh sekitar 6 juta orang. (Fajar Ilham & E.S Dalimunthe)

Artikel lainnya :