web analytics

Blog

Pengantar Presiden dalam Rapat Terbatas mengenai Masalah Pertembakauan, di Kantor Presiden, Jakarta, 14 Maret 2017

Oleh: Humas ; Diposkan pada: 14 Mar 2017 ; 1667 Views Kategori: Transkrip Pidato

Logo-Pidato2-8Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Selamat sore,
Salam sejahtera buat kita semuanya.

Rapat terbatas siang hari ini akan dibahas mengenai masalah pertembakauan.

Saya ingin mengingatkan lagi apa yang sudah saya sampaikan pada ratas sebelumnya, di 14 Juni 2016, bahwa masalah pertembakauan harus dipandang dari 2 (dua) aspek.

Yang pertama, yang berkaitan dengan kepentingan melindungi rakyat kita, warga kita, dari gangguan kesehatan dan tentu saja juga melindungi kepentingan masa depan generasi penerus, masa depan anak-anak kita. Informasi yang saya terima, rokok menempati peringkat 2 (dua) konsumsi rumah tangga miskin, dan rumah tangga miskin lebih memilih belanja rokok daripada belanja makanan bergizi. Dana yang dikeluarkan untuk konsumsi produk tembakau 3,2 kali lebih besar dari pengeluaran untuk telur dan susu; 4,2 kali dari pengeluaran untuk beli daging; 4,4 kali dari biaya pendidikan; dan 3,3 kali lebih besar dari biaya kesehatan. Tentu saja hal ini akan berdampak pada kualitas SDM di masa yang akan datang.

Konsumsi produk tembakau dengan jumlah yang tinggi juga menyebabkan tingginya biaya kesehatan yang harus ditanggung oleh negara dan juga yang ditanggung oleh masyarakat. Berdasarkan data dari BPJS Kesehatan tahun 2015, lebih dari 50 persen biaya pengobatan dihabiskan untuk membiayai penderita penyakit tidak menular yang salah satu faktor risikonya disebabkan oleh konsumsi rokok dan paparan asap rokok.

Aspek yang kedua yang perlu kita perhatikan adalah kelangsungan hidup para petani tembakau. Ini juga penting. Kemudian pekerja pertembakauan yang hidupnya sangat bergantung pada industri hasil tembakau. Untuk itu saya minta laporan dari Menteri Pertanian mengenai langkah-langkah konkret yang telah dilakukan dalam peningkatan kesejahteraan petani tembakau dan upaya perbaikan.

Dan terakhir saya juga minta laporan dari Menteri Tenaga Kerja mengenai kondisi ketenagakerjaan dan perlindungan bagi pekerja pabrik di industri hasil tembakau.

Saya kira itu sebagai pengantar yang bisa saya sampaikan. Saya persilakan Menko atau Menteri untuk menyampaikan.

Artikel lainnya :