web analytics

Blog

Pengantar Presiden Joko Widodo pada Rapat Terbatas mengenai Pengembangan Program Tol Laut dengan Pos Logistik dan Jembatan Udara, 5 Januari 2017, di Kantor Presiden, Jakarta

Oleh: Humas ; Diposkan pada: 5 Jan 2017 ; 3115 Views Kategori: Transkrip Pidato

Logo-Pidato2Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Agenda Rapat Terbatas sore hari ini akan dibahas mengenai Pengembangan Program Tol Laut dengan Pos Logistik dan Jembatan Udara.

Memasuki tahun 2017, saya ingin menegaskan kembali mengenai prioritas pembangunan infrastruktur transportasi yang menjalin konektivitas antar kota, antar kabupaten, antar provinsi, antar pulau, dan antar wilayah,  khususnya untuk daerah-daerah yang masih sulit terjangkau. Tujuan utamanya adalah pemerataan pembangunan serta mempersempit ketimpangan antar kota dengan desa, antar daerah dengan daerah, antar wilayah dengan wilayah di seluruh pelosok tanah air.

Saya ingin mengingatkan lagi bahwa membangun konektivitas bukan hanya semata-mata membangun infrastruktur transportasi, tapi juga dikaitkan dengan sistem logistik dan distribusi multimoda. Itu artinya, kita tidak cukup hanya membangun pelabuhan dan bandara. Dan tidak cukup hanya menyediakan angkutan barang di laut maupun di udara dengan kewajiban mengangkut barang-barang kebutuhan pokok dari dan ke daerah tertinggal, terpencil, terluar, dan daerah perbatasan.

Kita juga harus memastikan barang yang diangkut melalui tol laut maupun jembatan udara bisa sampai ke daerah-daerah pedalaman, daerah-daerah terpencil, dan pulau-pulau terluar. Karena saudara-saudara kita di daerah tersebut bukan hanya harus membayar dengan harga yang berlipat, berpuluh kali lipat lebih mahal dengan yang ada di Jawa, namun juga sering mengalami kesulitan dalam mendapatkan barang-barang kebutuhan pokok.

Untuk itu, saya minta agar moda tol laut maupun jembatan udara ini harus betul-betul terintegrasi bukan hanya dengan kawasan industri, namun juga dengan sentra-sentra logistik. Saya juga mengingatkan agar program tol laut dan jembatan udara harus mampu menggerakkan ekonomi daerah. Sehingga lancar konektivitas antar daerah, tidak hanya membawa barang ke daerah pedalaman, terpencil, dan terdepan tapi sebaliknya, juga harus mampu mengangkut balik barang-barang yang dihasilkan daerah-daerah tersebut ke daerah-daerah yang lain di seluruh pelosok tanah air.

Saya kira itu yang bisa saya sampaikan sebagai pengantar.

Artikel lainnya :