web analytics

Blog

Pengantar Presiden Republik Indonesia pada Sidang Kabinet Paripurna mengenai Capaian Tahun ke-4 RPJMN 2015-2019 dan Evaluasi Belanja Kementerian/Lembaga, 5 Desember 2018, di Istana Negara, Jakarta

Oleh: Humas ; Diposkan pada: 5 Dec 2018 ; 1346 Views Kategori: Transkrip Pidato

Logo-Pidato2Bismillahirrahmanirrahim.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Selamat sore,
Salam sejahtera bagi kita semuanya,
Om Swastiastu,
Namo Buddhaya,
Salam kebajikan. 

Yang saya hormati para menteri Kabinet Kerja, seluruh kepala lembaga yang hadir,
Seperti yang sudah saya sampaikan pada baik Rapat Terbatas maupun Rapat Paripurna, bahwa di 2019 kita akan melakukan pergeseran strategi untuk masuk ke program pembangunan sumber daya manusia secara besar-besaran. Untuk itu, saya minta semua menteri, rencana kerjanya memasukkan program ini sebanyak-banyaknya, di semua Kementerian mengenai pembangunan sumber daya manusia.

Misalnya di Kementerian Ketenagakerjaan, saya minta nanti di bulan Januari yang namanya Balai Latihan Keterampilan, Balai Latihan Kerja di pondok pesantren sudah bisa dimulai, karena kita tahu akan dibangun kurang lebih di 1.000 pondok pesantren. Ini Januari harus bisa dimulai. Kemudian mungkin untuk kementerian-kementerian yang lain, yang berkaitan misalnya di Kementerian PU mengenai sertifikasi untuk tenaga-tenaga teknik yang ada di lapangan, saya kira itu juga sesuatu yang bisa dimulai lebih awal.  Mungkin juga misalnya Kementerian Pertanian saya minta beberapa ratus dari PPL kita bisa di-training-kan ke luar. Dan saya kira hubungan di Kementerian Pertanian dengan Taiwan juga bagus, di sana saya kira sisi pertanian juga baik. Memulai itu, sehingga kita nanti di pertengahan tahun bisa evaluasi secara cepat mana yang efektif untuk meningkatkan skill, upgrading skill,  meningkatkan produktivitas. Dan juga di Kementerian BUMN, saya kira ini bisa menyangkut jumlah yang sangat besar, bukan hanya di pegawai BUMN tapi kalau bisa juga mengikutkan masyarakat yang ada di lingkungan BUMN itu.

Saya kira kementerian-kementerian lain model-model yang sudah sering saya sampaikan itu bisa diadopsi dan dikerjakan.  Juga Kementerian Pariwisata misalnya, saya kira di daerah-daerah yang memiliki potensi pariwisata yang bagus, baik yang berkaitan dengan vocational training, yang berkaitan dengan sekolah vokasi, yang berkaitan dengan training-training dengan kelas-kelas terbuka saya kira bisa kita adakan dan kita lakukan. Saya kira kerja sama yang dilakukan oleh industri dengan SMK yang telah dilakukan di Kementerian Perindustrian dan Kemendikbud sesuatu juga yang harus ditingkatkan besar-besaran. Dengan catatan, memang ada super deduction tax untuk melakukan training-training itu.

Saya kira kementerian yang lain banyak sekali, mungkin di Kementerian Dikti, di Kementerian ESDM, semuanya, Kementerian Perhubungan, yang berkaitan dengan training-training dalam rangka pengembangan sumber daya manusia utamanya di kementerian itu sendiri dan juga melibatkan masyarakat, ini yang harus di awal-awal tahun mulai dikerjakan .

Saya rasa itu mungkin sebagai pengantar yang bisa saya sampaikan pada kesempatan yang baik ini.

Artikel lainnya :