web analytics

Blog

PNPM MANDIRI Membantu Membangun Infrastruktur Perdesaan

Oleh: Alfurkon Setiawan ; Diposkan pada: 19 Nov 2014 ; 646583 Views Kategori: Pro Rakyat

jalanjembatan1Kabupaten Sragen Provinsi Jawa Tengah turut merasakan manfaat program PNPM Perdesaan. Berbagai infrastruktur desa dibangun untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan rakyat. Alokasi dana Bantuan Langsung Masyarakat ( BLM ) untuk PNPM mulai awal program tahun 2009 hingga 2014  di 18 kecamatan  yang ada di Sragen mencapai total Rp127,8 miliar. Pemerintah melalui PNPM Mandiri menyalurkan dana dengan “mandat penuh” untuk didayagunakan oleh masyarakat sehingga memberikan manfaat yang maksimal. Selain penyaluran dana, pemerintah juga memberikan pendampingan dan fasilitasi baik dari sisi teknis pembangunan, pembuatan RAB serta pengelolaan dan lapora keuangannya. Para pendamping PNPM Mandiri ini rata-rata berpendidikan sarjana yang ditempatkan di setiap kecamatan dengan tugas mendampingi warga di seluruh desa yang ada di kecamatan binaannya. Para tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh perempuan juga diajak berembug, sehingga hasilnya bisa dipertanggungjawabkan dan diterima semua pihak.

PNPM Mandiri Perdesaan membantu meningkatkan infrastruktur perdesaan yang sangat dibutuhkan masyarakat. Penentuan infrastruktur yang akan dibangun murni merupakan aspirasi masyarakat desa sendiri, bukan keinginan pimpinan daerah, pimpinan ormas, pimpinan LSM atau pimpinan lainnya. Semuanya hasil musyarawah bersama, atau dengan kata lain semua usulan masyarakat dimusyawarahkan untuk kemudian dibangun secara bersama-sama. Dalam konteks ini, PNPM Mandiri telah mengajarkan masyarakat desa berdemokrasi secara sehat dengan mengedepankan musyawarah mufakat. Semua warga masyarakat mememiliki kedudukan dan posisi yang sama atau sederajat, sama memiliki hak untuk bersuara.

Berbagai pembangunan infrastruktur oleh PNPM Mandiri telah mengubah wajah desa yang sebelumnya didominasi jalan tanah, kini banyak yang sudah jalan beton, sehingga lebih bersih, lebih nyaman, lebih kuat dan lebih memperlancar lalu lintas masyarakat. Jalan desa yang sebelumnya hanya bisa dilewati pejalan kaki dan sepeda ontel, kini bisa bisa dilewati sepeda motor dan mobil, sehingga sangat membantu masyarakat desa mengangkut hasil pertaniannya baik padi, jagung, kedelai maupun tembakau yang menjadi komoditas unggulan masyarakat Sragen.

Jalan produksi yang dibangun PNPM Mandiri Perdesaan salah satunya terdapat di Desa jambeyan Kecamatan Sambirejo. Di desa ini PNPM Mandiri membangun jalan rabat beton berikut gorong-gorong plat dan talud jalan dengan panjang hampir mencapai 1 km. total anggaran yang terpakai mencapai Rp187,3 juta ditambah Rp10,7 juta dana dari swadaya masyarakat. Jalan rabat ini sangat bermanfaat bagi lebih kurang 33 KK di desa tersebut khususnya untuk membawa hasil-hasil pertanian. Sebelumnya, jalan tersebut rusak parah sehingga sangat sulit dilalui bahkan dengan sepeda motor. Kini jalan tersebut bisa dilalui mobil ukuran sedang. Salah satu warga pemanfaat, Samto, seorang tukang kayu mengatakan sangat senang dengan adanya jalan rabat beton tersebut. Ia bersama warga lain ikut berpartisipasi membangun jalan tersebut. “Sangat membantu sekali perbaikan jalan ini. Tahun 2014 ini aktifitas transportasi di desa kami jadi membaik,” ujarnya.

Jalan rabat beton yang dibangun PNPM Mandiri Perdesaan juga membantu warga Desa Bendungan Kecamatan Kedawung. Jalan rabat beton sepanjang 1,14 Km tersebut dibangun dengan dana sebesar Rp286 juta pada tahun anggaran 2014. Sebelum diperbaiki, jalan desa tersebut rusak parah sehingga sulit dilalui terutama saat musim hujan.

jembatanSelain jalan rabat, infrastruktur yang dibangun juga meliputi jembatan perdesaan.  Pembangunan jembatan juga telah mendorong konektivitas atau keterhubungan wilayah di perdesaan semakin kuat. Masyarakat desa yang sebelumnya kesulitan mengakses ke daerah lain, kini menjadi terbuka dan lebih mudah dengan pembangunan jembatan beton atau jembatan besi. Jembatan yang sebelumnya banyak terbuat dari bambu atau kayu dan hanya bisa dilewati jalan kaki, kini bisa dilewati kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat.

Salah satunya bisa ditemui di Desa Sambirejo Kecamatan Sambirejo. Dengan alokasi dana senilai Rp219 juta ditambah Rp10 juta dari swadaya masyarakat, jembatan ini kini berdiri dengan kokoh. Menurut salah satu warga, Minto, sebelum adanya jembatan yang dibangun PNPM tersebut, masyarakat hanya bisa puas dengan jembatan kecil yang hanya bisa dilewati dengan sepeda motor. Kini jembatan dengan ukuran 15×4 meter tersebut sudah bisa dilalui kendaraan roda empat dan menghubungkan dua desa, yakni Desa Sambirejo dan Desa Kadipiro. Jembatan tersebut juga didukung dengan adanya pembangunan jalan rabat beton di Desa Kadipiro sepanjang 50×4 meter untuk menunjang jembatan tersebut. “Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah atas adanya program PNPM Mandiri ini, semoga bisa diteruskan ke depan,” ujar Minto.

PAUDSelain pembangunan sarana infrastruktur desa, PNPM Mandiri Perdesaan juga membantu pembangunan sarana pendidikan berupa gedung PAUD. Di Sragen salah satunya bisa ditemui di Desa Wonokerso Kecamatan Kedawung. Gedung PAUD dengan luas 54 meter persegi tersebut dibangun dengan dana PNPM sebesar Rp44 juta ditambah Rp25 juta dari dana swadaya masyarakat. Dengan gedung PAUD tersebut lebih kurang 32 murid bisa belajar dan bermain bersama 4 orang guru. Sebelum ada gedung tersebut, kegiatan PAUD dilakukan di salah satu rumah warga yang hanya memiliki kapasitas 15 orang. Kini PAUD di Desa Wonokerso sudah dilengkapi dengan sarana bermain anak yang berasal dari swadaya masyarakat dan pada tahun 2014 PNPM Mandiri mengalokasikan dana Rp49 juta untuk membangun pagar batu gedung tersebut.

PNPM Mandiri juga menyentuh sektor perekonomian desa dengan adanya program simpan pinjam perempuan. Salah satunya terdapat di Kampung Baru Desa Bendungan Kecamatan Kedawung, yakni Kelompok SPP PKK RT 26 A. Kelompok SPP yang terdiri dari 9 orang anggota ini terbentuk pada tahun 2010. Saat itu mereka hanya meminjam Rp9 juta untuk membantu permodalan usaha kecil milik para anggota. Setelah mengalami peningkatan usaha dan tidak pernah menunggak, kelompok ini rutin meminjam setiap tahun, yakni Rp18 juta pada tahun 2012, Rp28 juta untuk tahun 2013, kemudian Rp35 juta pada tahun 2014 dan lunas pada Agustus lalu, kemudian mereka meminjam lagi  Rp42 juta di bulan yang sama.

Dana pinjaman tersebut dimanfaatkan oleh para anggota untuk meningkatkan modal usaha mereka yang semakin membaik. Seperti yang dituturkan oleh bendara kelompok, Herawati Utami Dewi (37 tahun). Ia sangat senang dengan adanya dana SPP PNPM Mandiri karena mendapat tambahan modal untuk usaha kripiknya. Setiap tahun pesanan kripiknya semakin meningkat, meskipun baru akup pasar di Kabupaten Sragen saja. Dengan dibantu 3 orang karyawannya, dalam sebulan ia bisa memproduksi puluhan ribu kg kripik tela, sukun, jamur, dan kripik kentang bumbu, tanpa bahan kimia berbahaya seperti penggaring dan pengawet. “Dana dari PNPM Mandiri ini bisa memberi suntikan dana ketika ada pesanan besar yang jika dengan modal sendiri belum bisa dipenuhi. Jadi ini sangat membantu sekali,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Sri Sunarni, ketua Kelompok SPP PKK RT 26 A. Toko baju yang dikelolanya semakin meningkat dengan adanya peningkatan modal dari PNPM Mandiri. Awalnya ia hanya membuka toko kecil-kecilan, kini meningkat menjadi toko baju dan sepatu. Sebagai usaha rumahan, penghasilan yang diperoleh cukup membantu perekonomian keluarganya, terutama untuk menyekolahkan anak. Menurutnya, dana SPP tersebut tidak saja membantu permodalan usaha perempuan desa tapi juga sebagai ajang organisasi kecil perempuan desa yang berbasis ekonomi. “Kami tidak saja mendapat pinjaman modal, tetapi juga ada pelatihan ketrampilan dari pendamping yang membantu kami untuk terus meningkatkan usaha kami,” ujarnya. Ia berharap program PNPM Mandiri Perdesaan bisa terus berlanjut karena sangat bermanfaat bagi masyarakat.

Secara  nasional anggaran PNPM Mandiri dari tahun tahun 2007 hingga tahun 2014 sebesar Rp 72,56 triliun. Sepanjang  tahun  2007 – 2013 PNPM Mandiri   Perdesaan membangun  520.878  unit  jalan  sepanjang  650.978  km,  314.315 unit jembatan, 319.463 unit irigasi,  350.000  unit sarana air bersih,  236.977 unit mandi cuci kakus (MCK), 2.733 unit pasar desa, listrik untuk  3.666 desa,  80.224  unit sekolah, 12.884  unit polindes/posyandu, dan lain sebagainya. Sedangkan PNPM  Mandiri Perkotaan telah membangun 125.988 unit jalan sepanjang 479.900 km,  77.555  unit  drainase,  7.987  unit  jembatan, 15.567  unit MCK,  8.438  unit sarana air bersih,  989 unit penerangan umum,  3.289 unit gerobak sampah, 13.456  unit  rumah,  393  sarana  pendidikan,  1.200 unit sarana kesehatan, 1.232 unit sarana perdagangan, 355 unit irigasi,  4.500 unit pembuangan limbah, dan lain-lain.

         Selain membangun infrastruktur, PNPM Mandiri  juga  menyalurkan dana bergulir kepada kaum perempuan  untuk tambahan modal berdagang melalui program Simpan Pinjam untuk  Perempuan (SPP) dan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) untuk masyarakat umum. Pada periode 2007 – 2013 dana untuk kegiatan usaha yang digulirkan mencapai Rp 12,5 triliun yang dimanfaatkan oleh sekitar 6 juta orang.  (Diana dan Erlina Sari)

Artikel lainnya :