web analytics

Blog

Presiden Minta Peringatan Hari Menanam Pohon Bukan Sekadar Seremonial

Oleh: Humas ; Diposkan pada: 9 Dec 2017 ; 23790 Views Kategori: Berita
Presiden Jokowi saat menghadiri acara Peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia dan Bulan Menanam Nasional Tahun 2017 di Desa Karangasem, Kecamatan Ponjong, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, Sabtu, (9/12). (Foto: BPMI).

Presiden Jokowi saat menghadiri acara Peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia dan Bulan Menanam Nasional Tahun 2017 di Desa Karangasem, Kecamatan Ponjong, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, Sabtu, (9/12). (Foto: BPMI).

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta peringatan Hari Menanam Pohon bukan hanya sekadar seremonial belaka. Ia meminta penanaman pohon harus ditindaklanjuti dengan pemeliharaan sehingga dapat menghasilkan manfaat untuk rakyat.

Hal itu disampaikan Presiden Jokowi saat menghadiri acara Peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia dan Bulan Menanam Nasional Tahun 2017 di Desa Karangasem, Kecamatan Ponjong, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, Sabtu, (9/12).

“Jangan hanya manajemen seremonial, nanam 1 miliar, 1 juta pohon lupakan. Rakyat senang hal konkret, nyata dan ada manfaat nyata dan ada yang bisa kita lihat fisiknya karena menyangkut anggaran yang sangat banyak,” kata Presiden.

Menurut Presiden, penanaman jutaan pohon yang tidak disertai dengan pemeliharaan hanya menghamburkan anggaran negara tanpa memberikan hasil nyata untuk masyarakat.

“Biasanya kita setiap tahun melihat lepas hari menanam pohon Indonesia ditanam 1 miliar pohon, di daerah 1 juta pohon. Bertahun-tahun anggaran habis. Kalau saya tanya pohonnya ada di mana? Mana yang sudah hijau? Ada yang berani menunjukkan kepada saya?” ucap Presiden.

Dalam peringatan kali ini, jumlah pohon yang ditanam berjumlah 45 ribu pohon, namun Presiden akan terus mengecek sehingga pohon tersebut dapat tumbuh dan dapat bermanfaat.

“Saya lebih senang angka-angka 45 ribu lebih riil, ini pun saya pun harus cek, ikuti bener hidup 45 ribu atau hidup 2000 atau hidup hanya 3,” ungkapnya.

Presiden juga meminta, pohon yang ditanam pun seharusnya sudah berukuran cukup besar sehingga dapat terus hidup. “Bibit 30-40 cm dipaksa tanam di lapangan tidak ada biaya pemeliharaaan mana bisa hidup? Bener gak?” ujar Presiden.

Selain itu, tujuan penanaman pohon menurut Presiden adalah untuk mencegah bencana seperti banjir bandang. Presiden mengatakan, pemerintah akan terus melakukan perbaikan dalam penghijauan lahan supaya bencana banjir bandang dapat dicegah.

“Banjir bandang kita jadikan koreksi pasti ada sesuatu yang tidak betul, rusak yang perlu kita perbaiki dan perlu kita tanami,” ungkap Presiden.

Dalam kesempatan itu, Presiden juga mengapresiasi konsep penanaman hutan serbaguna yang telah dilakukan. Penanaman bukan hanya pohon kayu, namun juga pohon sumber pangan, obat-obatan, dan buah-buahan. “Secara konsep saya kira bagus sekali kalau serius menangani ini bukan sesuatu yang sulit,” tutur Presiden sebagaimana dikutip dalam siaran Pers Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media, Sekretariat Presiden, Bey Machmudin.

Turut mendampingi Presiden dalam acara tersebut antara lain Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Kepala BNPB Willem Rampangilei dan Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X. (BPMI/EN)

 

Artikel lainnya :