web analytics

Blog

Sambutan Presiden Joko Widodo pada Peresmian Pembukaan the 42nd Indonesia Petroleum Association (IPA) Convention and Exhibition, 2 Mei 2018, di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta

Oleh: Humas ; Diposkan pada: 2 May 2018 ; 3328 Views Kategori: Transkrip Pidato

Logo-Pidato2Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Selamat pagi,
Salam sejahtera bagi kita semuanya,
Om swastiastu namo buddhaya,
Salam kebajikan.

Yang saya hormati para Menko, para Menteri,
Yang saya hormati Yang Mulia para Duta Besar,
Yang saya hormati tokoh senior kita Profesor Doktor Subroto yang hadir pagi hari ini,
Yang saya hormati Ketua Indonesia Petroleum Association Bapak Ronald Gunawan beserta seluruh pengurus, para CEO, dan seluruh pimpinan perusahaan di industri minyak dan gas bumi,
Seluruh eselon Kementerian ESDM, Bapak-Ibu sekalian tamu undangan yang berbahagia.

Sangat berbahagia sekali pada pagi hari ini saya bisa hadir dalam Pameran dan Konvensi Tahunan Indonesia Petroleum Association. Ini dia industri yang paling terkenal dan paling elit, yang pengusaha-pengusahanya menggeser ke sana-sini bukan hanya puluhan triliun, saya tahu, tapi ratusan triliun setiap tahun. Inilah industri dengan nama-nama besar, dengan tokoh-tokohnya yang sering membikin gemetar para politisi. Enggak tahu kenapa mereka gemetar tapi untuk saya ya biasa-biasa saja.

Justru yang sering membuat saya geleng-geleng kepala, di industri migas ini sebagai contoh misalnya Pertamina, informasi yang saya terima sejak tahun ’70-an tidak pernah melakukan eksplorasi dalam jumlah yang besar sampai saat ini, yang ada adalah eksplorasi yang kecil-kecil. Ini ada apa?

Oleh sebab itu, saya perintahkan setahun yang lalu untuk Menteri ESDM memangkas sebanyak-banyaknya regulasi, peraturan yang ada di Kementerian ESDM. Sudah dipangkas seratus delapan puluh enam peraturan yang membuat ruwet, yang membuat kita bertele-tele kalau mau investasi di bidang ini. Tapi khusus yang upstream/hulu, tadi seperti disampaikan Pak Ronald, ada empat belas. Yang kita harapkan ini bisa lebih menyederhanakan, bisa lebih memudahkan, sehingga investasi semakin banyak masuk ke negara kita, Indonesia.

Saya sempat kepikiran barusan ini mengenai industri minyak. Dan saat saya membaca mengenai revolusi industri keempat, revolusi Industri 4.0, dan saat saya meluncurkan program pemerintah yang kita namakan ‘Making Indonesia 4.0’, ini upaya pemerintah untuk menanggapi revolusi Industri 4.0, saya belajar lagi, apa revolusi industri yang pertama, kemudian apa revolusi industri yang kedua, dan apa revolusi industri yang ketiga. Di situ kita bisa membaca peran besar dari industri minyak dan gas di revolusi industri yang kedua, kira-kira tahun 1870 sampai tahun 1914. Di mana ada sosok seorang Amerika yang namanya John Davison Rockefeller yang berhasil mengubah komoditas yang tidak berarti, yaitu minyak tanah menjadi basis sebuah era perindustrian yang baru. Muncullah kemudian industri-industri berdasarkan minyak, dari otomotif, kapal-kapal layar, dan akhirnya juga pesawat terbang yang menggunakan bahan bakar minyak sampai pembangkit listrik berbasis diesel. Kita sering lupa mengenai ini. Artinya apa? Industri minyak ini sudah sangat lama sekali, sudah tua sekali, sudah lebih dari seratus dua puluh  tahun.

Kemudian kalau kita lihat perusahaan-perusahaan dengan nilai usaha tertinggi di dunia di tahun 2010, di tahun pertama dekade ini, dari sepuluh perusahaan dengan kapitalisasi yang besar terbesar di dunia, lima merupakan perusahaan minyak dan gas. Coba kalau enggak percaya di-googling saja. Ada Exxon di situ yang pertama, kemudian PetroChina di urutan kedua, kemudian Petrobras di urutan ketujuh, kemudian Royal Dutch Shell di urutan sembilan, dan ada juga yang BHP Biliton di urutan keempat.

Tapi coba kita lihat, kita lihat saat ini di tahun 2018, sepuluh perusahaan dengan nilai usaha terbesar di dunia sudah berubah total. Dan saya kaget juga bahwa satupun perusahaan minyak dan gas tidak ada di situ, hanya satu kalau enggak keliru, Exxon. Urutan satu sampai lima, coba nanti dicek kalau ini ada yang keliru, urutan satu sampai lima semuanya perusahaan teknologi IT, Apple, Alphabet atau induknya Google, Microsoft, Amazon, dan Tencent, kemudian di urutan tujuh dan delapan ada Alibaba dan Facebook.

Apa artinya ini? Pertama tentunya kita di sini semua memahami bahwa kita sekarang memang lagi masuk di tengah-tengah sebuah technology boom, e-commerce boom, yang luar biasa. Jadi wajar kalau perusahaan-perusahaan yang harga sahamnya paling melejit adalah perusahaan teknologi dan e-commerce. Yang kedua, tentunya perkembangan yang Bapak-Ibu semuanya di sini adalah ahlinya, yaitu revolusi di teknologi energi terbarukan. Yang rasanya sudah pasti akan mengurangi permintaan minyak dan (gas) bumi di tahun-tahun mendatang. Ini katanya informasi, tapi saya enggak percaya, supaya Bapak tidak ada rasa khawatir. Saya enggak percaya hal ini, enggak percaya. Tetap akan dibutuhkan, tetap akan dibutuhkan. Kenapa  permintaan terhadap minyak dan gas di tahun-tahun mendatang akan berkurang? Ya karena ada mobil listrik, ada kendaraan listrik dan elektrifikasi dari semakin banyak industri dan sarana.

Minggu yang lalu saya baca di Bloomberg yang menggambarkan perkembangan bus listrik dan mobil listrik di Tiongkok. Ini sebuah fenomena yang sekarang sudah mulai meluas di berbagai negara. Artikel ini mengatakan, di kota-kota Tiongkok, salah satunya Shenzhen di akhir 2017, seratus persen dari enam belas ribu tiga ratus bus kota dan bus angkutan publiknya telah beralih ke bus listrik. Ini hati-hati kalau yang ini. Dan menurut artikel ini, Tiongkok sedang mengganti seratus ribu bus kota dan bus angkutan publik setiap tahunnya. Ini mestinya dimulai dari Jakarta dulu, Pak Wakil Gubernur di sini hadir. Ganti busnya yang listrik supaya enggak kalah dengan yang tadi saya sampaikan.

Sekali lagi, Tiongkok sedang mengganti seratus ribu bus kota dan bus angkutan publik setiap tahunnya dari bus-bus berbasis bahan bakar fosil menjadi bus listrik. Dan fenomena bus listrik ini mulai menjalar ke kota-kota lain di seluruh dunia, dari London, Paris, Los Angeles, Mexico City, dan sebentar lagi nanti Jakarta. Tapi terserah Pak Gub dan Pak Wagub.

Dan menurut hitungan, ini saya baca di Bloomberg juga, tahun ini kendaraan listrik di dunia akan menghilangkan permintaan minyak global. Sekali lagi, tahun ini kendaraan listrik di dunia akan menghilangkan permintaan minyak global sekitar dua ratus tujuh puluh sembilan ribu barel per hari. Ini ekuivalen dengan total konsumsi nasional tahunan di Yunani, ini di situ sebutkan. Dan dari dua ratus tujuh puluh sembilan ribu barel per hari, yang dihemat sekitar dua ratus tiga puluh tiga ribu barel per hari dihemat melalui elektrifikasi bus listrik dan bus angkot. Dan dengan semakin naiknya harga minyak di dunia dalam beberapa tahun ini, beberapa bulan ini, itu sudah pasti juga akan memicu semakin banyak sektor untuk bergeser dari teknologi-teknologi terbarukan yang mengurangi ketergantungan pada minyak.

Bapak-Ibu sekalian yang saya hormati,
Dari yang saya baca dan dari diskusi-diskusi saya dengan anak-anak muda yang sudah pada masuk ke e-commerce, ke sektor IT, mereka senang masuk ke sektor ini sektor IT ini bukan karena mengejar banyak duitnya tapi memang duitnya juga banyak, tapi bukan mengejar duitnya saja karena memang di startup yang berkaitan dengan IT ini, di awal-awal ini hanya sanggup bayar gaji yang tidak gede. Mereka masuk ke sektor e-commerce dan teknologi itu juga karena idealisme.

Artinya apa?  Generasi muda kita, lulusan-lulusan terbaik kita terutama generasi milenial yang menjadi penting juga adalah nilai-nilai dan norma-norma. Apakah sebuah industri itu merupakan simbol dari sebuah inovasi, apakah sebuah industri itu merupakan simbol dari kemajuan, dan apakah industri itu merupakan simbol dari terobosan-terobosan yang membawa masyarakat ke masa depan yang lebih baik atau industri itu juga merupakan simbol dari pencemaran atau kerakusan.

Saya melihat di situlah akar daripada tantangan kita, yaitu adanya budaya dan reputasi. Yang saya bilang tadi, anak-anak muda kita mendengar nama-nama tokoh-tokoh di sektor migas ini harusnya terinspirasi. Kalau kita tidak berhasil mengubah budaya dan reputasi itu, terutama di sektor migas ya anak-anak muda kita yang pintar-pintar, yang cemerlang tidak akan tertarik lagi untuk masuk ke sektor ini. Dan dengan bakat-bakat anak-anak muda yang terbaik, saya yakin sektor migas akan terus naik perannya di dunia, maupun di Indonesia khususnya, dan menyalip sektor-sektor lain karena memang kita lebih idealis dan lebih inspiratif. Kalau anak-anak muda tersebut meneruskan usaha di sektor migas, status mereka bisa naik jauh dan dipandang sesama angkatan mereka.

Tapi ini perlu saya ingatkan, terutama di Kementerian-kementerian bahwa regulasi kita, seperti tadi di depan saya sampaikan, kurang kondusif. Ya, masih kurang kondusif, masih bertele-tele, masih banyak prosedur, masih berbelit-berbelit. Itulah di depan tadi saya sampaikan bahwa perizinan, bahwa prosedur di sektor migas nasional kita harus dipangkas, harus disederhanakan, jangan lagi berbelit-belit.

Saya tidak tahu, nanti saya ingin juga dibicarakan di forum ini, regulasi apa, peraturan apa yang masih menyebabkan kita pusing dan karena berbelit-belitnya prosedur. Tolong sampaikan blak-blakan saja nanti ke Menteri, kalau enggak sambung ke Menteri langsung ke saya. Termasuk juga urusan yang berkaitan dengan gross split, bicarakan apa yang harus diperbaiki di situ, apa yang harus dibenahi  di situ. Karena di bulan ini kita akan membuka yang namanya Online Single Submission yang kita harapkan nantinya izin itu hanya dilayani di satu gedung, tidak usah muter-muter dari satu kementerian ke kementerian yang lain, ke satu dirjen ke dirjen yang lain, di daerah juga, dari gubernur ke bupati/ke wali kota. Moga-moga bulan ini, doakan rampung kemudian kita akan memiliki sebuah sebuah Online Single Submission dari pusat ke daerah yang bisa kita telusuri, kita trace dengan sebuah sistem.

Saya rasa itu yang bisa saya sampaikan pada kesempatan yang baik ini. Maka dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim saya secara resmi membuka Konvensi dan Pameran Tahunan ke-42 Indonesia Petroleum Association.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

 

 

Artikel lainnya :