web analytics

Blog

Sambutan Presiden Joko Widodo saat menghadiri Puncak Peringatan Hari Guru Nasional dan HUT Ke-72 PGRI di Stadion Patriot Candrabhaga Kota Bekasi, Sabtu, 2 Desember 2017

Oleh: Humas ; Diposkan pada: 2 Dec 2017 ; 529 Views Kategori: Transkrip Pidato

Logo-Pidato2Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, 

Saya berbangga berdiri di sini bersama warga negara terhormat, para guru dari seluruh Indonesia. Saya bangga berdiri di sini menghormati profesi yang sangat mulia, profesi guru yang mencerahkan bangsa. Saya bangga berdiri di sini merayakan ulang tahun organisasi besar, PGRI. Selamat Hari Guru Nasional, Selamat Hari Ulang Tahun PGRI yang ke-72, Dirgahayu PGRI.

Bapak Ibu Guru yang saya banggakan. Perlu saya tegaskan kembali di sini. Saya tidak mungkin bisa berdiri di mimbar terhormat ini tanpa didikan dari guru-guru saya. Oleh sebab itu, sekali lagi dalam kesempatan yang baik ini. Saya ingin menyampaikan hormat takzim saya kepada guru-guru yang telah mendidik saya sehingga saya menjadi Presiden.
Sekali lagi, saya tidak mungkin bisa menjadi Presiden tanpa peran besar guru-guru saya. Tidak mungkin kita mengemban profesi yang mulia ini tanpa peran guru-guru kita. Untuk itu, saya ingin menyampaikan penghargaan, saya ingin menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh guru di tanah air, guru-guru yang berada di desa-desa, guru-guru yang berada di pulau-pulau terpencil, pulau terluar dan di daerah-daerah perbatasan.
Peringatan hari guru kali ini, harus kita jadikan momentum untuk berbenah, menyiapkan generasi muda yang tanggap dan yang tangguh. Guru sangat penting dalam menentukan masa depan bangsa. Karena pendidikan adalah jalan panjang dari sebuah bangsa menjawab tantangan dalam membangun martabatnya.
Melalui pendidikan kita menguatkan identitas, menguatkan karakter kebangsaan Indonesia. Itulah utamanya peran guru. Perkembangan pengetahuam, perkembangan ilmu pengetahuan, perkembangan teknologi yang luar biasa menyediakan begitu banyak sumber belajar bagi siswa dan guru. Tersedia robot-robot super pintar yang dapat menjawab kebutuhan dan pengetahuan apa saja. Robot yang mempunyai kecerdasan buatan, artifisial inteligen. Ada sebagian berpendapat, bahwa peran guru akan dapat digantikan oleh robot-robot pintar tersebut.
Saya sampaikan tidak. Guru tidak akan tergantikan karena guru mengemban tugas profetik. Menjalankan misi kemanusiaan, dan keberadaban dengan menggali, menyadarkan, mengajak dan menggerakkan jiwa anak didik pada kebenaran, pada kebaikan. Inilah sejatinya pendidikan karakter. Kepada guru saya minta agae terus mendedikasikan dirinya bukan hanya sekedar mengajar, menjalankan profesi.
Saya titipkan masa depan bangsa ini kepada guru, titip dengan memupuk dan menerangi jiwa anak-anak kita agar tumbuh menjadi pribadi-pribadi yang sehat, pribadi-pribadi yang matang, pribadi-pribadi yang terbuka pada perubahan dan menjadikan perbedaan sebagai karunia indah Indonesia.
 
Merdekakan jiwa anak dalam pembelajaran yang inklusif agar terbuka ruang munculnya kreativitas dan inovasi yang sangat dibutuhkan dalam era diskruptif ini. Kita titip betul kepada para guru agae berhati-hati dan bijak menggunakan media sosial. Jangan sampai siswa didik, siswa dididik oleh media sosial. Buat jalinan dan kerja sama yang baik dan efektif antara guru, orang tua, dan masyarakat sebagai tri pusat pendidikan sehingga berbagai persoalan pendidikan dan beragam dampak yang mengiringi perkembangan teknologi komunikasi seperti internet dapat dimimalisir sebaik mungkin. 
 
Saya menyambut baik tema hari ulang tahun PGRI ini karena pendidikan karakter adalah ruhnya pendidikan. Kesadaran kolektif untuk meningkatkan disiplin dan etos kerja adalah kunci perubahan bagi guru. Disiplin merupakan suatu proses belajar yang berbuah komitmen dan tanggung jawab diri yang kuat, yang bermuara pada munculnya etos kerja yang baik. Sebuah keikhlasan
 
Inilah jiwa dan kesadaran guru, sadar untuk terus belajar dan memberikan yang terbaik bagi anak didiknya dan bangsanya.
 
Sekali lagi bagi guru, bangsa ini menitipkan amanah untuk memelihara, untuk mengembangkan jati diri, membentuk karakter kita sebagi bangsa yang tangguh, bangsa yang mandiri dan penuh toleransi.

Artikel lainnya :