web analytics

Blog

Sudah Terhubung, Jalan Trans Papua Barat Sudah Untuk Pertama Kalinya Bisa Dilewati Kendaraan

Oleh: Humas ; Diposkan pada: 28 Feb 2018 ; 6211 Views Kategori: Nusantara

Jalan_Papua_Barat_-_2018Jalan Trans Papua di Papua Barat yang terdiri atas segmen I Sorong-Maybrat-Manokwari (594,81 Km) dan segmen II Manokwari-Mameh-Wasior-Batas Provinsi Papua (475,81 Km) dengan total sepanjang 1.070,62 Km telah terhubung seluruhnya sejak akhir 2017.

Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XVII Manokwari Yohanis Tulak Todingrara menyebutkan kedua segmen Trans Papua tersebut bisa dilalui dengan waktu tempuh sekitar 36 jam, di antaranya 22 jam diperlukan untuk menempuh perjalanan segmen II Trans Papua Barat sepanjang 475,82 Km.

“Dari panjang Trans Papua Barat 1.070,62 Km proporsinya 59 persen sudah aspal dan 41 persen masih belum aspal,” kata Yohanis Tulak seraya menambahkan,  dua tahun ke depan jumlah jalan yang sudah diaspal dapat meningkat hingga 10 persen. Pada tahun ini saja, Ditjen Bina Marga mengalokasikan dana penanganan Trans Papua Barat sebesar Rp950 miliar.

Pekan lalu, tim Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga yang dipimpin Direktur Pembangunan Jalan Achmad Gani Ghazali Akman bersama Kepala BPJN XVII dan Kepala Pusat Jalan dan Jembatan (Pusjatan) Deded Permadi Sjamsudin melakukan perjalanan melintasi segmen II yang dimulai dari Nabire, Papua dan berakhir di kota Manokwari.

“Perjalanan tersebut, merupakan pertama kalinya  ruas segmen II Trans Papua Barat dapat dilewati dengan kendaraan, meskipun dengan kendaraan double garden,” kata Yohanis Tulak.

Terhubungnya seluruh jalan Trans Papua Barat tersebut merupakan jawaban atas permintaan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) saat berkunjung ke Wasior, Kabupaten Teluk Wondama pada April 2016.

“Pada saat itu, Bapak Presiden menyampaikan kepada masyarakat Wasior bahwa Kementerian PUPR menargetkan ruas jalan Manokmari-Wasior bisa tersambung pada tahun 2017, dan syukurlah sejak akhir tahun 2017 segmen jalan Trans tersebut sudah tersambung dan kami lintasi saat ini,” ucap Yohanis Tulak.

Sementara Direktur Pembangunan Jalan Kementerian PUPR Achmad Gani Ghazali Akman mengaku gembira dengan telah terbukanya jalur Trans Papua Barat. Namun diakuinya, mmasih ada beberapa titik yang tingkat kemiringan jalannya masih harus ditangani. Menurutnya aspek geometrik jalan, daerah longsoran serta grade yang masih terlalu besar perlu segera mendapat perhatian.

“Pemeliharaan juga masih kurang khususnya terhadap jalan-jalan yang sudah dibuka pada tahun 2011 dan 2012 sehingga kembali ditumbuhi pohon dan tanaman, namun memang pada tahun-tahun sebelumnya, jalan yang sudah dibuka belum ada alokasi dana pemeliharaan, tapi mulai tahun ini 2018, seluruh jalan yang terbuka ini sudah ada dana pemeliharaannya,” ungkap Gani.

Menanggapi permintaan Direktur Pembangunan Jalan tersebut, Kepala Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah IV BBPJN XVII Benny Pesurnay mengatakan, pada tahun ini pihaknya akan melakukan sebagian penanganan grade yaitu pada Mameh-Windesi-Batas Provinsi Papua sepanjang 6 Km dan juga pada Ambuni-Simpang Goro sepanjang 10 Km. (BKP Kementerian PUPR/ES)

Artikel lainnya :