Target Selesai November 2019, Rekonstruksi Pasar Atas Bukittinggi ‘Groundbreaking’ Setelah Lebaran

Oleh Humas     Dipublikasikan pada 23 Mei 2018
Kategori: Nusantara
Dibaca: 6.777 Kali
Desain Pasar Atas, Bukittinggi

Desain Pasar Atas, Bukittinggi

Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan melakukan pembangunan kembali (rekonstruksi) Pasar Atas Kota Bukittinggi, Provinsi Sumatra Barat yang pada akhir Oktober 2017 lalu mengalami kebakaran.

Pasar Atas merupakan salah satu pasar bersejarah di Kota Bukittinggi dengan aktivitas ekonomi yang cukup tinggi dan komoditas perdagangan yang beragam.

Kebakaran yang melanda pasar atas tersebut mendapat perhatian langsung dari Wakil Presiden Jusuf Kalla saat melakukan peninjauan pada November 2017 lalu didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

“Meskipun kewenangan berada pada tangan Pemprov, namun semua pihak harus turun tangan membantu termasuk kementerian PUPR,” kata Menteri Basuki beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR Endra S. Atmawidjaja mengungkapkan, area pasar yang akan dibangun sudah siap untuk groundbreaking setelah lebaran 2018.

“Jika berkenan, Presiden Joko Widodo yang akan melakukan groundbreaking. Namun jika berhalangan, tetap akan dimulai pembangunannya dan kemungkinan beliau akan meninjau saat proses pembangunan berjalan. Pasar ini penting untuk denyut nadi Kota Bukittinggi dan memiliki nilai sejarah, karena Bukittinggi pernah jadi ibu kota (sementara) negara RI,” kata Endra di Padang, Senin (21/5).

Pada tahun 2018, Kementerian PUPR telah menyiapkan anggaran sebesar Rp59 miliar untuk memulai pembangunan fisik, dan selanjutnya untuk tahun depan dianggarkan sebesar Rp295 miliar.

“Hampir Rp355 miliar untuk renovasi (total) pasar dari APBN sesuai perintah Pak Presiden. Tapi desainnya sebagian dari Pemerintah Kota Bukittinggi,” katanya.

Anggaran tersebut akan digunakan untuk pekerjaan bangunan gedung Pasar Atas seluas 39.200 meter persegi dan dapat menampung kios ukuran 3×4 meter sebanyak 763 unit, lapak 1,5×2 meter sebanyak 542 unit, dan parkir 400 kendaraan roda 4. Pasar ini nantinya akan memiliki tiga lantai dan satu basement untuk parkir kendaraan.

Endra menambahkan, rekonstruksi Pasar Atas menggunakan desain baru dengan konsep green bulding dengan sirkulasi yang lebih baik. “Kebakaran yang kemarin terjadi, salah satunya karena sirkulasi udaranya jelek, sehingga api cepat sekali menjalar. Target selesai pembangunannya November 2019,” jelas Endra. (Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR/EN)

Nusantara Terbaru