web analytics

Blog

Pengantar Presiden Joko Widodo pada Sidang Kabinet Paripurna (SKP) tanggal 3 Januari 2018, pukul 14.00 WIB di Istana Negara.

Oleh: Humas ; Diposkan pada: 3 Jan 2018 ; 3842 Views Kategori: Transkrip Pidato
Logo-Pidato2Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Selamat siang, salam sejahtera bagi kita semuanya,
Om Swastiastu, Namo Buddhaya, Salam Kebajikan.Pertama-tama, saya ingin menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh menteri, Panglima TNI, Kapolri, Jaksa Agung, dan kepala lembaga/pemerintahan non kementerian atas kerja kerasnya, atas kerja bersama-samanya di tahun 2017 yang lalu. Dan untuk tahun ini, walaupun tahun 2018 adalah tahun politik, sekali lagi saya ingin ulangi, saya minta tetap fokus bekerja terutama untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, mengatasi ketimpangan, menurunkan angka kemiskinan. Kepercayaan dunia internasional kepada kita juga semakin tinggi karena melihat apa yang sudah kita kerjakan, baik reformasi di perizinan, deregulasi, maupun perbaikan-perbaikan dalam kemudahan berusaha. Saya kira terakhir kita tahu semuanya, Fitch Rating’s mengumumkan peningkatan peringkat dari yang sebelumnya BBB- menjadi BBB dengan outlook stabil. Faktor utama yang memicunya adalah upaya Indonesia untuk terus meningkatkan ketahanan ekonominya terhadap guncangan, baik berupa guncangan eksternal dan secara konsisten kita terus bisa menjaga stabilitas itu. Dan apa yang sudah kita kerjakan pada tahun lalu harus kita perbaiki terus di 2018 ini.

Yang kedua untuk upaya penanggulangan kemiskinan dan ketimpangan sosial. Baru saja saya mendapatkan laporan dari BPS bahwa September 2017  jumlah penduduk miskin di Indonesia sebesar 26,58 juta orang atau 10,12 persen, turun 0,52 persen jika dibandingkan pada bulan Maret 2017, yaitu sebesar 27,77 juta orang. Dan juga berkurang dibandingkan dengan September 2015 yang mencapai 11,13 persen dan 10,70 pada September 2016.

Tapi kita masih memiliki pekerjaan rumah untuk menurunkan indeks kedalaman kemiskinan dan indeks keparahan kemiskinan baik di pedesaan maupun di perkotaan. Oleh karena itu, saya ingatkan agar angka inflasi stabilitas harga-harga bahan-bahan pokok terus dikendalikan. Kemudian, program Rastra, program bantuan pangan non tunai yang rencananya akan didistribusikan di awal tahun segera dijalankan secara tepat waktu dan tepat sasaran. Kemudian, program cash for work baik melalui skema Dana Desa ataupun melalui program padat karya di Kementerian PUPR, di Kementerian Perhubungan,  Kementerian Pertanian, Kementerian KKP harus segera dikerjakan, harus segera dijalankan.

Saya juga mendapatkan laporan dari Menteri Keuangan bahwa anggaran desa sebesar  20 persen sudah bisa dicairkan pada bulan Januari ini. Dan seharusnya dana ini sudah bisa langsung dieksekusi untuk mendukung program-program cash for work.

Yang ketiga, saya ingin di 2018 ini kita memberikan  perhatian pada peningkatan investasi SDM, sumber daya manusia, karena jumlah penduduk kita 250 juta, 60 persen di antaranya adalah anak-anak muda. Bonus demografi ini harus menjadi kekuatan dan peluang kita melalui peningkatan pendidikan dan pelatihan vokasi yang sudah mulai kita jalankan sejak 2017.

Kita harus terus memperbaiki piramida kualifikasi tenaga kerja kita agar menjadi tenaga yang terlatih, yang terampil sehingga bisa terserap semuanya oleh industri-industri kita. Kita ingin keahlian, keterampilan yang diajarkan di sekolah-sekolah vokasi harus benar-benar sambung dengan dunia kerja, dengan kebutuhan industri. Dan kita juga tidak boleh melupakan calon tenaga kerja yang saat ini mayoritas masih berpendidikan SD dan SMP. Harus kita upgrade, kita perbaiki, kita tingkatkan kompetensinya, misalnya melalui program pelatihan kerja, pemagangan, program sertifikasi yang juga sudah kita mulai, tetapi perlu kita perluas sesuai dengan kebutuhan industri-industri kita.

Terakhir saya ingatkan karena DIPA telah saya serahkan di akhir tahun 2017, saya minta seluruh kementerian/lembaga segera mengeksekusi program dan kegiatan kerja yang telah direncanakan. Sekali lagi saya ingin  mengulangi, jangan sampai kebiasaan-kebiasaan lama yang business as usual, yang rutinitas, yang monoton itu harus kita buang. Kita harus jadikan tahun 2018 itu betul-betul sebuah kerja yang dimulai sejak awal, sehingga kita harapkan sekali lagi kemiskinan, ketimpangan, dan keterbelakangan bisa kita tuntaskan.

Saya kira itu yang bisa saya sampaikan pada kesempatan yang baik ini. Dan saya juga mengapresiasi, kemarin ada Elek Yo Band, jelek ya biar, saya kira itu juga menunjukkan kekompakan kita semua dalam bekerja.

Terima kasih.

Artikel lainnya :