web analytics

Blog

Sambutan Presiden Joko Widodo pada Peresmian Pesantren Modern Internasional Dea Malela, 29 Juli 2018, di Pemangong Sumbawa, Nusa Tenggara Barat

Oleh: Humas ; Diposkan pada: 29 Jul 2018 ; 5840 Views Kategori: Transkrip Pidato

Logo-Pidato2

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Bismillahirrahmanirrahim,
Alhamdulillahirrabbilalamin,
wassalatu was salamu ‘ala ashrifil anbiya i wal-mursalin,
Sayidina wa habibina wa syafiina wa maulana Muhammaddin,
wa ‘ala alihi wa sahbihi ajma’in amma ba’du.

 

Yang saya hornati Bapak Profesor Din Syamsudin, pendiri pondok Pesantren Modern Internasional (PMI) Dea Malela beserta seluruh jajaran pengurus pondok dan para pengasuh,
Yang saya hormati yang mulia para alim ulama yang hadir pada malam hari ini,
Yang saya hormati para Menteri Kabinet Kerja, Gubernur NTB, gubenur terpilih NTB, serta para bupati yang hadir,
Yang saya hormati duta besar dan perwakilan negara-negara sahabat,
Anak-anakku semuanya para santri yang saya cintai beserta seluruh para wali santri yang hadir,
Bapak-Ibu sekalian, hadirin yang berbahagia.

Sangat berbahagia sekali alhamdulillah saya bisa hadir di PMI Dea Malela ini. Tadi di atas saya sudah diterangkan oleh ayahanda Profesor Din Syamsudin mengenai visi ke depan dari PMI Dea Malela yang intinya seperti tadi disampaikan oleh beliau.

Saya melihat dari atas tadi, gedung-gedungnya sangat tertata, tata ruangnya sangat bagus dengan kontur-kontur naik dan turun, di depannya ada gunung yang menjulang indah, kanan kiri ada perbukitan. Jadi kalau tadi disampaikan oleh Prof. Din Syamsudin bahwa ini akan menjadi kampus internasional insyaallah bukan sesuatu mimipi tetapi akan menjadi sebuah kenyataan.

Tadi disampaikan ada auditorium gedung besar yang akan diberi nama Gedung Joko Widodo, artinya ada tanggung jawab saya terhadap gedung itu. Jadi, artikan sendiri saja. Padahal saya juga belum tahu gambarnya kayak apa, jangan-jangan gedungnya besar sekali. Jadi saya belum berani jawab tapi saya sudah mengiyakan, bismillah.

Yang kedua, Bapak-Ibu sekalian dan seluruh santri yang hadir,
Saya ingin mengingatkan kepada kita semuanya, ingin menyadarkan pada kita semuanya bahwa bangsa ini adalah bangsa besar, negara ini adalah negara besar. Kalau kita mau miliki sebuah mimpi besar, tidak salah karena memang bangsa ini adalah bangsa besar, negara ini adalah negara besar. Kenapa disebut negara besar? Kita tahu sekarang penduduk Indonesia sudah 263 juta. Kita memiliki 514 kabupaten dan kota, banyak sekali kota dan kabupaten kita, 514. Kita memiliki 34 provinsi. Dan negara kita Indonesia ini berbeda-beda, beragam, majemuk, agama berbeda-beda, adat istiadat berbeda-beda, tradisi berbeda-beda, suku berbeda-beda. Kita memiliki 714 suku. Bahasa daerah berbeda-beda, kita memiliki 1.100 lebih bahasa daerah yang berbeda-beda.

Inilah yang ingin saya ingatkan pada kita semuanya bahwa negara ini adalah negara besar, sangat beragam, berbeda-beda. Inilah anugerah yang diberikan Allah kepada kita bangsa Indonesia, perbedaan-perbedaan. Dan aset terbesar bangsa ini adalah persatuan, adalah kerukunan, adalah persaudaraan. Oleh sebab itu, saya mengajak kita semuanya untuk terus memelihara dan merawat ukhuwah islamiyah  kita, merawat dan menjaga ukhuwah wathaniyah kitakarena itulah tugas kita bersama, karena kita berbeda-beda, berbeda-beda.

Kalau kita terbang dari Banda Aceh menuju ke Timur, saya pernah terbang dari Banda Aceh menuju ke bukan di Jayapura, tapi di Wamena dengan pesawat membutuhkan waktu 9 jam 15 menit, 9 jam 15 menit. Itu kalau terbang dari London di Inggris, itu melewati 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, mungkin 8 negara sampai di Istanbul di Turki. Artinya apa? Negara ini memang besar sekali, dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote, besar sekali. Saya pernah ke Sabang, Merauke pernah semuanya, Miangas pernah, Pulau Rote juga pernah semuanya.

Kita baru melihat kalau sudah bepergian dengan perjalanan seperti ini, betapa negara ini dianuguerahi oleh Allah SWT sebuah perbedaan-perbedaan yang sangat. Suku saja 714 suku. Waktu ke Afghanistan, saya tanya ke Doktor Ashraf Ghani, Presiden Afghanistan, ada berapa suku di Afghanistan, tujuh, tujuh, Indonesia 714. Coba bayangkan? Saya tanya dubes kita di Singapura, ada berapa suku di Singapura, empat, Indonesia 714. Coba bayangkan betapa negara kita ini adalah sebuah negara yang besar. Oleh sebab itu, saya titip, saya titip jangan sampai negara sebesar Indonesia ini retak, tidak rukun gara-gara ini biasanya, gara-gara pilihan bupati, pilihan wali kota, atau pilihan gubernur, atau pilihan presiden. Jangan sampai, karena itu pesta demokrasi ada terus setiap 5 tahun, ada terus. Silakan misalnya ada pemilihan gubernur, pilih yang paling baik. Coblos, sudah rukun kembali. Ada pemilihan bupati, pilih pemimpin yang paling baik. Coblos, rukun kembali. Ada pemilihan wali kota, pilih, coblos rukun kembali. Nanti ada pemilihan presiden, coblos, rukun kembali. Jangan sampai gara-gara pesta demokrasi setiap 5 tahun kita ini menjadi tidak rukun. Rugi besar bangsa ini, rugi besar karena urusan politik terus dibawa ke persatuan, dibawa ke kerukunan, dibawa ke persaudaraan, ukhuwah kita menjadi tidak baik. Tidak, tidak boleh.

Yang terakhir, silakan tunjuk jari tadi saya menyampaikan negara kita ini besar sekali, tapi tadi saya lupa bahwa Indonesia ini memiliki 17.000 pulau, termasuk Sumbawa. Sumbawa adalah salah satu dari 17.000 pulau yang kita miliki. Silakan tunjuk jari yang hafal nama-nama pulau sebanyak 17.000.
Enggak ada yang hafal kan?
Ada yang hafal?
1.000 saja, sudah maju?
100 silakan maju. Enggak ada kan?
10 ada? Kalau 10 masih ada.
Bentar, 10, 10 pulau yang kita miliki dari 17.000 pulau yang ada di negara kita. Ada? Silakan, Ibu. Ibu, silakan. Yang tunjuk gini, ya maju, silakan maju.

Sekarang santri, silakan maju. Negara kita ini bisa bersatu hidup keseharian kita, saling menghormati, saling menghargai karena kita memiliki Pancasila. Sekarang santri, silakan yang hafal Pancasila tunjuk jari.

(Kuis Presiden RI mengenai keragaman Indonesia)

Baiklah. Saya rasa itu yang bisa saya sampaikan pada kesempatan yang berbahagia ini.

Maka, dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim saya resmikan fasilitas Pesantren Modern Internasional Dea Malela.

Terima kasih.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

 

Artikel lainnya :