web analytics

Blog

Transkripsi Sambutan Presiden Joko Widodo saat Menerima Atlet, Pelatih, dan Official National Paragames Commitee (NPC) di Istana Negara, Jakarta, Senin 2 Oktober 2017

Oleh: Humas ; Diposkan pada: 4 Oct 2017 ; 4935 Views Kategori: Transkrip Pidato
Logo-Pidato2Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Selamat pagi, salam sejahtera bagi kita semuanya.
Pertama, saya ingin mengucapkan selamat dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh atlet, pelatih, serta kontingen Indonesia di Asean Paragames 2017.
Sebuah prestasi yang luar biasa yang mengharumkan nama bangsa, nama negara, dan saya rasa seluruh rakyat yang ada di negara ini sangat bangga terhadap prestasi yang telah diraih oleh kontingen kita.

Angka emas 126, perak 75, perunggu 50 juga bukan sebuah prestasi yang biasa, tapi betul-betul sebuah prestasi yang tadi disampaikan, tadi targetnya 100 berapa tadi, 107 tapi dapatnya 126. Yang gini-gini yang kita mau. Ditarget 107 dapatnya lebih, bukan targetnya lebih dapetnya kurang.
Inilah saya kira proses-proses pelatihan yang baik, kemudian dikonsentrasikan di satu tempat, ada juga untuk mempelajari pesaing-pesaing kita. Saya kira tahun depan, kita masih memiliki sebuah event yang lebih besar lagi dan kita berharap prestasi seperti ini bisa kita tingkatkan, bukan kita pertahankan tapi kita tingkatkan lagi hingga mnejadi lebih baik.
Say akira itu yang bisa saya sampaikan. Sekali lagi, selamat atas kerja keras Bapak, Ibu dan Saudara-saudara dalam mengharumkan nama bangsa dan negara. Terima kasih.
 
Presiden: Silakan kalau ada yang mau disampaikan,
 
Dialog.
Senny Marbun (Presiden NPC Indonesia)
Meminta semacam Sekolah Khusus Olahraga (SKO) di Surakarta untuk disabilitas, yang terdapat rehabilitasi untuk nasional juga untuk NPC yang berada di bawah Kemenpora.
 (karena NPC berdiri di Surakarta)
Presiden ; yang emasnya banyak-banyak berbicaralah, berbicara.
 
Jendi Pangabean, atlet renang peraih 5 emas dan memecahkan 4 rekor di cabang renang.
 
Presiden; Kemarin di Solo berapa bulan sih?
 
Jendi; hampir 1 tahun, Pak, dari bulan Juni 2016.
Jendi berharap bonusnya bisa disetarakan dan diangkat menjadi PNS.
 
Presiden; ini untuk bonusnya say atadi bisik-bisik Pak Menteri, kalau bisa 1 hari-2 hari, Kamis ini bisa dicairkan. Pak Menteri belum jawab, kok sudah tepuk tangan. Itu perintah saya biar prosedurnya biar segera dipercepat. Silakan tadi, bicaralah. Kalau di solo tadi tempat renangnya dimana? Ooo di Kopasus.
 
Laura Aurelia  Atlet Renang Peraih 2 emas; meminta pengangkatan PNS tidak hanya untuk atlet peraih emas, tetapi pelatihnya juga.
Presiden; Ya nanti diatur. Tapi tidak anu ya, saya kira kan di PNS ada aturannya, mungkin akan di BUMN, mungkin, Pak Menteri mungkin biar mengatur.
 
Presiden: Ini nanti setelah ini akan masuk ke pelatihan lagi untuk 2018? Kapan? Mulai ? oh, Oktober langsung masuk lagi, enggak ada jedanya sama sekali? Waktunya sudah mepet?
 
Menpora; 1 Oktober 2017
 
Wilman Margaretha atlet catur tunanetra peraih 2 emas: Wilman mengapresiasi atas kebijakan menteri yang memberikan bonus sama denag para atlit Asean Games sejak asean games di Singapura. Untuk pengangkatan PNS dia sangat senang karena di a lulusan S1 Bahasa Jerman, di sini Wilman dengan bercanda meminta sepeda, karen aia tunanetra tapi meminta sepeda
 
Presiden: Hehe, ternyata atlet juga seneng sepeda.
Presiden: Yang minta sepeda tadi siapa tadi? Ini kalau bisa jawab pertanyaan saya, 1 saja, nanti saya beri dikirm langsung ke rumah. Pertanyaannya olahraga apa yang paling berat? Tunjuk jari dulu dong baru jawab.
 
Dijawab oleh Wilman, olahraga Catur.
Presiden : Ngangkat kuda, ngangkat benteng, pegang menteri lagi. Sudah, nanti saya kirim.
Jawabanya ternyata pada bisa semua, saya kira tadi sulit.
Ya saya kira, terima kasih. Sekali lagi selamat dan semoga nanti 2018.
(Jeda) ini menko tadi bisik-bisik, ini kita masih ada kesempatan 1 tahun, ya kita harapkan tadi Pak Sunny Marbun menyampaikan bahwa Indonesia pada ranking 7, kalau bisa jangan 7 lah, dinaikkan lagi, ya 5 atau 6. Dan saya harap pelatihannya fokus saja, jangan kemana-mana dulu lah, kita ke Asian Games Paragames itu dulu konsentrasi di situ. Mungkin sementara yang apa tadi, yang lain-lain tetap boleh dilakukan, taoi fokus konsentrasinya di situ semuanya. Saya kira apa kita juga pengin prestasi di Asian Games ini bisa terulang lagi, artinya ada peningkatan yang melompat dari kita sehingga bisa menjadi kebanggaan negara, kebanggaan rakyat karena kita menjadi tuan rumah. Saya kira itu sebagai penutup yang bisa saya sampaikan, sekali lagi, selamat.

Artikel lainnya :